Tahu Kenapa Manusia Itu Bisa Merinding?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Juli 2018 | 09:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda pernah merinding?

Ya, tentu semua orang pernah mengalami hal ini di berbagai kondisi.

Biasanya merinding atau berdirinya rambut di area tubuh manusia terjadi saat merasakan dingin, takut akan sesuatu, dan sebagainya.

Namun sering kali, merinding justru dikaitkan dengan adanya fenomena datangnya hantu atau mendekatnya makhluk tak kasat mata. Benarkah demikian?

Nah, kali ini kita akan membahas semua hal mengenai merinding dengan bantuan sains.

Pada dasarnya, ada beberapa penjelasan masuk akal mengenai merinding. Salah satunya adalah keterangan dari George A. Bubenik yang merupakan fisiologi dari University of Guelph di Ontario.

Bubenik menyatakan melalui tulisannya di Scientific American bahwa merinding merupakan fenomena dan ekspresi tubuh yang diwariskan dari hewan-hewan moyang manusia.

Sejumlah hewan seperti ayam dan kerbau juga diketahui bisa mengalami merinding. Sama seperti manusia, yang mana bulu-bulu di tubuhnya terangkat dan berdiri.

Nah, merinding ini sebenarnya dipicu oleh kontraksi otot yang punya hubungan langsung dengan rambut atau bulu tubuh.

Kontraksi tersebut menyebabkan cekungan di permukaan kulit dan pengangkatan pada area di sekitarnya.

Khusus untuk hewan, merinding fungsinya adalah untuk membantu menghangatkan tubuh.

Sementara untuk manusia, merinding merupakan efek dari reaksi hormonal tubuh. Ketika manusia mengalami rasa takut, dingin, terancam, maka tubuh mengalami stres.

Kemudian tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin yang memicu kontraksi pada otot di permukaan kulit.

Hanya saja, tidak semua pelepasan adrenalin berujung dengan merinding.

Dampak lainnya bisa berupa peningkatan tekanan darah, berkeringat, atau gemetar.

Sementara itu, seorang edukator bernama Vanessa Hill menjelaskan bahwa merinding disebabkan oleh otot-otot kecil di bawah folikel, yang disebut arrector pili. Setiap kali otot tersebut menegang, rambut-rambut pada kulit akan tertarik tegak.

“Otot tak sadar itu adalah bagian dari sistem saraf simpatik yang bertanggung jawab untuk sebagian besar respon,” kata Hill.

Edukator asal Australia tersebut turut menjelaskan bahwa beragam reaksi terkait erat dengan kondisi emosi manusia. Itu sebabnya menonton film, mendengar musik, atau merasakan emosi kuat juga dapat memicu sensasi merinding.

Merinding atau nama ilmiahnya pilomotor reflex atau piloerection itu membantu proses termoregulasi, kemampuan fisiologis tubuh menyeimbangkan temperatur.

Jika ditarik garis lurus, penjelasan dari Vanessa Hill dan George A. Bubenik memiliki arah yang sama.

Yang mana merinding tidak disebabkan oleh pertanda hadirnya makhluk tak kasat mata alias hantu.

Itu hanya sebuah reaksi tubuh terhadap adrenalin atau fenomena untuk menyeimbangkan temperatur tubuh.

Pada umumnya, orang akan merinding ketika kedinginan, ketakutan, merasa terancam, mengalami kejadian yang cukup emosional, mendengarkan musik, atau saat bersentuhan dengan benda atau orang lain.

Bahkan Anda bisa merinding karena suatu peristiwa yang Anda alami bertahun-tahun lalu, misalnya saat Anda mengenang kembali ciuman pertama Anda dan pasangan atau mengingat kejadian menakutkan yang pernah menimpa Anda.

Reaksi yang ditunjukkan oleh tubuh ini bersifat otomatis (refleks), yang berarti Anda tidak bisa mengendalikan kapan Anda akan mulai atau berhenti merasakan sensasi merinding. Anda hanya bisa menyadari ketika kulit Anda mulai menunjukkan gejala-gejalanya.

Dalam dunia medis, merinding juga dikenal sebagai refleks pilomotor. Refleks seperti ini terjadi karena saat Anda merasa takut, otak akan langsung mengaktifkan mode siap siaga terhadap ancaman.

Tubuh pun akan memproduksi hormon bernama adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar yang terletak di atas ginjal.

Akibatnya, otot-otot kecil yang terhubung dengan folikel rambut pada kulit akan berkontraksi. Inilah yang menyebabkan rambut-rambut halus di permukaan kulit lengan atau kaki Anda menjadi tegak.

Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan bulu kuduk berdiri. Selain itu, pada permukaan kulit juga akan tampak berbintik-bintik menonjol seperti kulit unggas yang bulunya dicabut.

Refleks pilomotor ini juga bertanggung jawab untuk menghangatkan suhu tubuh.

Secara naluriah, hal ini berfungsi untuk memanaskan otot-otot tubuh untuk segera bergerak dan bekerja jikalau Anda perlu melarikan diri dari ancaman bahaya, terutama saat otak membaca sinyal bahwa Anda merasa ketakutan.

Biasanya semakin tebal rambut halus yang menutupi kulit, tubuh akan semakin cepat merasa hangat.

Namun, pada manusia memang fungsi dari refleks pilomotor sudah tidak begitu bermanfaat.

Selain karena rambut pada permukaan kulit manusia cukup tipis, orang-orang pada umumnya sudah tidak perlu lagi segera melarikan diri ketika ada ancaman.

Terkecuali situasi yang mengancam nyawa, biasanya ketakutan yang Anda rasakan tidak mengharuskan Anda untuk merespon secara fisik.

Sementara pada zaman prasejarah dahulu, refleks pilomotor ini sangat berguna ketika setiap hari orang-orang dihadapkan dengan ancaman yang serius seperti serangan binatang buas.

Pada saat-saat tertentu, seseorang bisa tiba-tiba merinding tanpa alasan yang jelas. Mitos yang banyak dipercaya orang menyebutkan bahwa ketika hal ini terjadi, berarti ada kehadiran makhluk lain yang tak bisa dilihat oleh mata di dekat Anda.

Pada kenyataannya, ada berbagai alasan mengapa bulu kuduk Anda bisa tiba-tiba berdiri.

Anda bisa tiba-tiba merinding ketika ada perubahan suhu yang cukup signifikan. Perhatikan jika udara di sekitar Anda jadi terasa lebih dingin.

Hal ini bisa dipicu oleh faktor-faktor alamiah seperti perubahan cuaca dan angin yang berembus ke arah Anda, atau bahkan karena menurunnya suhu tubuh Anda sendiri.

Komentar