Hebatnya Dampak Melewati Jam Makan

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 April 2016 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Bacalah rubrik kesehatan dan gaya hidup atau “health and lifestyle” laman situs “huffington post” hari ini, Senin, 04 April 2016.

Anda pasti menemukan jawaban dari sebuah kebiasaan banyak orang tentang dampak melewati jadwal makan.

Selain lapar dan perasaan gampang marah, melewatkan satu atau dua waktu makan seperti orang yang sedang diet ketat, kelaparan, atau menderita anoreksia, ternyata berpengaruh kuat pada tubuh.

Ana harus mencatat , enam jam pertama setelah kita melewatkan waktu makan. Saat itu memang tak banyak perubahan yang dirasakan.

Tubuh akan memecah glikogen atau cadangan energi.

Lalu setelah enam berikut Anda pasti merasa sangat lapar dan juga mudah marah yang disebut juga dengan hangry.

Ini karena glikogen sudah menipis tapi belum ada asupan yang masuk.

Begitu kita mulai lapar, tubuh akan masuk ketosis, yakni memecah lemak sebagai sumber energi.
Namun lemak akan diubah menjadi asam lemak yang tidak bisa dipakai otak.

Sumber energi otak adalah glukosa. Akibatnya, otak melakukan perubahan dan sebisa mungkin mencari sumber energi, namun tidak pernah bisa mendapat jumlah maksimal yang diperlukan untuk berfungsi seratus persen.

Setelah tujuh puluh dua jam tidak makan apa pun, mood dan energi kita menjadi sangat rendah, lalu otak mulai memecah protein tubuh menjadi asam amino untuk diubah menjadi glukosa.

Hal ini baik bagi otak, tetapi tidak untuk tubuh karena massa otot akan berkurang.

Pada wanita, kekurangan nutrisi akibat asupan yang kurang ini bisa menyebabkan menstruasi terhenti.

Selain itu kepadatan tulang dan juga libido ikut menurun.

Dalam satu atau dua minggu setelah asupan berkurang, tubuh akan menjadi lemah karena kekurangan vitamin dan mineral sehingga penyakit mudah menyerang.

Kehabisan cadangan glukosa, tidak adanya jaringan atau pun otot, juga dapat berdampak kematian karena gangguan irama jantung akibat berkurangnya jaringan tubuh, termasuk di jantung.

Kegagalan fungsi organ juga sangat mungkin terjadi.

Hal lain bisa juga terjadi ketika rasa lapar yang teramat sangat tiba-tiba datang.

Pada fase ini Anda sering kali akan kehilangan rasionalitas dalam memilih makanan.

Namun apakah Anda tahu, rasa lapar yang Anda rasakan belum tentu pertanda dari tubuh untuk meminta asupan makanan.

Benarkah?

Ingat, rasa lapar itu datang memang karena tubuh memang ‘lapar’

Keadaan ini adalah lapar yang sebenarnya. Jika Anda mengalami jenis lapar ini, maka Anda wajib untuk mengisi perut Anda dengan menu makanan yang sehat.

Namun pertanyaannya, bagaimana mengenali jenis lapar ini?

Ya, jika memang Anda benar-benar merasakan lapar yang sebenarnya, maka tanda-tandanya adalah gemetar.

Gemetar karena gula darah dalam tubuh Anda rendah. Bukan hanya itu, tanda selanjutnya yang bisa dilihat adalah sakit kepala, lemas, atau seringnya cacing di perut Anda protes, sehingga perut mengeluarkan bunyi yang menandakan lambung Anda benar-benar telah kosong.

Namun, ada baiknya jika Anda tidak sampai merasakan lapar yang benar-benar lapar.

Jika Anda menunggu hingga benar-benar lapar, maka sering kali ketika sedang makan, Anda akan kalap dan menyantap semua menu makanan hingga ruang untuk pernafasan Anda sedikit sempit.

Bisa juga lapar itu datang karena stress.

Pada beberapa kasus, banyak orang yang sedang mengalami masalah atau kesulitan, maka dirinya akan sering lapar.

Inilah mengapa biasanya orang yang sedang mengalami stres akan melampiaskannya ke makanan.

Mereka tidak akan menjadi pemilih dalam hal menyantap menu makanan. Semuanya dilahap, dan bukan tidak mungkin risiko obesitas pun akan mengintai Anda.

Lainnya bisa juga lapar itu datang usai makan.

Bagi beberapa orang, pasti pernah mengalami rasa lapar meski dirinya baru saja makan besar.

Jika Anda turuti, bukan tidak mungkin bobot tubuh Anda akan melonjak naik. Rasa lapar seusai makan ini disebabkan karena menu makanan Anda sebelumnya adalah makanan yang kurang sehat.

Bisa dibilang banyak karbohidrat dan kalori. Maka, untuk menghindari hal ini, seimbangkan menu makanan Anda dengan sayur-sayuran dan sumber makanan lain yang mengandung banyak protein.

Terkadang, kita salah untuk mengartikan keinginan tubuh.

Rasa lapar yang biasanya Anda rasakan, bukan tidak mungkin itu adalah pertanda tubuh sedang dehidrasi dan membutuhkan pasokan air yang cukup.

Untuk menghindari hal tersebut, pastikan Anda sebelum makan meminum terlebih dahulu beberapa gelas air untuk memastikannya.

Jika setelah minum tetap saja merasa haus, berarti tubuh Anda memang benar-benar lapar dan membutuhkan asupan makanan.

Komentar