close
Nuga Sehat

Susah Tidur? Awas Gejala Jantung

Anda seorang pria  dan sering merasa lelah di malam hari untuk kemudian sering tertidur di depan televsi  karena ingin terus membuka mata

Nah,  kebiasaan ini seperti  diungkapkan dalam sebuah kongres para peneliti di European Society of Cardiology di Roma, merupakan hal yang buruk dan Anda kemungkinan bisa terserang penyakit jantung.

Penyakit jantung?

Benar, tulis sebuah  studi  tentang  seorang pria berjuang keras untuk menjaga matanya agar tetap terbuka di malam hari dan dia terkantuk.

Ha  itu bisa menjadi peringatan dirinya memiliki tekanan darah yang tinggi, sebuah faktor yang menjadi risiko utama untuk penyakit jantung.

Tak hanya itu, kondisi tekanan darah tinggi juga dapat terlihat jika seseorang resah pada saat tidur.

Mereka yang menghabiskan beberapa jam untuk bolak-balik di atas kasur dan susah tidur juga dapat dijadikan sebagai pertanda.

Sebuah penelitian di Jepang yang menggunakandua ribu delapan ratus pria sebagai partisipan, menemukan bahwa banyak di antara mereka mengalami masalah tidur dan menderita tekanan darah tinggi.

Rata-rata, mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, pergi ke kasur 18 menit lebih awal dari mereka yang dalam kondisi tubuh sehat.

Para dokter pun mengatakan bahwa keinginan untuk tidur cepat juga dapat menjadi gejala kesehatan yang seringkali diabaikan.

Hingga saat ini, WHO memprediksi, jumlah yang meninggal karena mengalami tekanan darah tinggi mencapai tujuh koma lima juta orang per tahun.

Di Inggris, seperempat dari jumlah kaum dewasa mengalami tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi. Namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki risiko tersebut.

Kondisi yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung seperti stroke dan demensia dapat dengan mudah ditangani dengan obat ataupun perubahan gaya hidup.

Sementara tim riset menemukan bahwa tidur malam lebih cepat dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, tidur lebih panjang malah dianggap tidak membantu mengatasi masalah.

Periset dari Hiroshima University Nobu Sasaki mengatakan, “tidur lebih awal berkaitan dengan hipertensi.”

Dia mengatakan, mereka yang memiliki tekanan darah tinggi merasa ingin tidur cepat karena kesehatan mereka membuat lebih merasa cepat lelah.

Tak hanya itu, Sasaki juga mengatakan, bahwa ada kemungkinan jam kerja tubuh berubah seiring dengan tekanan darah. Akhirnya mereka pun merasakan lelah di malam hari, namun bisa terjaga di tengah malam.

“Pergi tidur lebih cepat dapat berkaitan dengan gangguan tidur lainnya. Dapat berdampak juga pada jam biologis internal normal,” ujar periset Ryoji Ozono.

“Pergi ke kasur lebih cepat dapat menjadi pertanda hipertensi. Kalaupun menundanya, itu juga tidak akan mengubah tekanan darah,” katanya.

Studi yang dilakukan ini meneliti  ribuan orang berusia dewasa. Namun pola tidur cepat berisiko tekanan darah tinggi ini hanya dialami oleh pria, tidak dengan kaum wanita.

Sebuah laporan lainnya,  yang dirilis oleh The Center for Disease Control and Prevention , ada dua pekerjaan yang dinilai buruk untuk kondisi jantung.

Pekerjaan tersebut adalah sopir dan mereka yang bekerja di bidang pelayanan sosial.

Laporan itu ditemukan berdasarkan penelitian yang melibatkan kondisi jantung 66 ribu karyawan dari 22 bidang pekerjaan di  dua puluh satu  negara bagian Amerika Serikat.

Para peneliti menggunakan tujuh kriteria jantung sehat berdasarkan barometer the American Heart Association.

Tujuh parameter tersebut adalah menahan diri dari rokok, aktif secara fisik, tekanan darah normal, gula darah normal, berat badan ideal, kadar kolesterol normal dan konsumsi makanan sehat.

Melansir Live Science, berdasarkan hasil yang dipublikasikan pada Agustus ini, hanya tiga setengah5 persen pekerja yang berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut.

Menurut para peneliti, setidaknya enam dari tujuh kategori yang terpenuhi dapat menurunkan risiko kematian akibat jantung, dibandingkan yang tidak terpenuhi sama sekali.

Sebanyak sepuluh persen dari keseluruhan karyawan hanya mampu memenuhi atau kurang dari dua parameter tersebut.

Sedangkan sebanyak empat belas persen dari karyawan pelayanan sosial dan masyarakat hanya mencapai atau kurang dari dua parameter kesehatan jantung itu.

Seperti pekerja sosial, para sopir profesional termasuk paling tinggi sebagai yang sanggup memenuhi lebih dari dua parameter. Sebanyak empat belas koma tiga persen sopir profesional yang berada di bawah dua parameter kesehatan jantung.

Di sisi lain, para pekerja yang berkecimpung di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, seni, desain, hiburan, olahraga dan media, memiliki kondisi lebih baik dengan memenuhi lebih dari dua parameter jantung sehat.

CDC juga menemukan bahwa sopir jarak jauh memiliki sedikit aktivitas gerak, tekanan darah dan indeks massa tubuh di luar normal.

Penemuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengemukakan bahwa 61 persen dari sopir jarak jauh punya dua kali atau lebih terkena penyakit jantung.

Di luar pekerjaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa mereka yang bekerja di bidang komputer dan matematika memliki nilai kolesteron tidak normal. Sedangkan yang bekerja di perawatan dan pelayanan memiliki kadar gula darah tidak normal.

Di tempat lain, meski mampu memenuhi lebih dari dua parameter jantung sehat, orang yang bekerja di pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki perilaku diet yang buruk dengan 83,4 persen memiliki konsumsi yang tidak ideal.

Para peneliti menekankan para karyawan harus mengubah gaya hidup mereka untuk terhindar dari penyakit jantung. Namun, mereka menyadari bahwa kondisi tersebut akan sulit pada jenis pekerjaan tertentu.

Sehingga, para peneliti berharap bahwa para pemilik perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas hidup terutama kesehatan jantung karyawannya di tempat kerja.

Tags : slide