Suplemen Vitamin Itu Banyak Mudaratnya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 26 Juni 2018 | 09:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Suplemen vitamin?

Ya, kalau dapat hindari karena lebih banyak mudaratnya di banding manfaatnya.

Dalam survei terkini tentang asupan nutrisi di Australia menunjukkan bahwa suplemen vitamin tidak memiliki efek, sementara penelitian yang lainnya mengatakan suplemen memang memberikan dampak pada kesehatan.

Penelitian terbaru juga menemukan bahwa beberapa suplemen bisa berbahaya. Temuan apa yang dihasilkan?

Tinjauan yang dilakukan menggunakan ulasan yang sistematik, yang berarti tim peneliti memeriksa hasil penelitian terkait dan menggabungkan semuanya.

Multivitamin diartikan mengandung sebagian besar vitamin dan mineral yang telah disebutkan di atas.

Dalam penelitian yang menguji empat suplemen multivitamin, vitamin D, kalsium, dan vitamin C, tidak ada pengurangan risiko terkena penyakit jantung, stroke, atau kematian dini.

Ini berarti tidak ada manfaat dari asupan suplemen, tetapi tidak juga membahayakan.

Mereka juga mengevaluasi jenis suplemen yang kurang populer yang memiliki dampak positif mengurangi risiko kematian dini, penyakit jantung dan stroke.

Dalam hal ini, mereka menemukan suplemen asam folat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Diperkirakan bahwa untuk mencegah satu kasus penyakit jantung atau stroke, seratus sebelas orang perlu mengonsumsi suplemen asam

Ada beberapa kekhawatiran bahwa tingkat asam folat yang tinggi di darah akan meningkatkan risiko kanker prostat, meski hasil penelitian yang menyatakan hal itu masih beragam.

Dari penelitian yang menguji suplemen asam folat, kasus stroke hanya berkurang setidaknya dua dari tujuh percobaan

Salah satu penelitian tersebut melibatkan dua puluh ribu orang di Cina.

Cina tidak memiliki program yang memperkaya makanan dengan kandungan asam folat, sementara di Australia dan Amerika Serikat, kandungan asam folat biasanya ditambahkan ke dalam roti dan sereal.

Meski asam folat terbukti memberikan manfaat meski sedikit, peneliti juga menemukan adanya efek dari asupan suplemen.

Ulasan terbaru ini menunjukkan tindakan mengkonsumsi suplemen dianggap sebagai “polis asuransi” untuk mengantisipasi kebiasaan diet yang buruk yang tidak berhasil.

Jika itu benar, kematian dini karena penyakit di atas bisa berkurang. Mengkonsumsi suplemen sangat berbeda dengan mengkonsumsi makanan.

Komplikasi atau masalah kesehatan biasanya terjadi karena asupan nutrisi dari suplemen dan bukan dari makanan.

Jika Anda berkonsentrasi untuk mendapatkan satu jenis vitamin, mineral atau nutrisi dalam sebuah suplemen, Anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan phytonutrients yang ditemukan di makanan nabati yang bermanfaat untuk kesehatan.

Meningkatnya kasus kematian akibat konsumsi suplemen jenis tertentu seharusnya menjadi peringatan bahwa aturan yang lebih tegas seputar suplemen dibutuhkan, dan orang butuh dukungan untuk menerapkan pola konsumsi yang benar.

Intinya adalah kita perlu makan lebih banyak makanan yang kaya nutrisi, termasuk makanan dengan kandungan folat yang tinggi seperti sayuran berdaun hijau, kacang polong, biji-bijian, unggas, telur, sereal dan buah jeruk.

Banyak roti dan sereal sarapan di Australia diperkaya dengan folat. Makanan yang kaya dengan kandungan niacin  adalah daging tanpa lemak, susu, telur, roti gandum dan sereal, kacang-kacangan, sayuran hijau daun, dan makanan yang mengandung protein.

Untuk Anda tahu vitamin adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh normal.

Beberapa vitamin berperan dalam berbagai reaksi kimia penting dalam tubuh. Tak heran, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin Anda dengan cukup.

Tapi, banyak beredar kabar selama ini seputar vitamin. Apakah itu mitos atau fakta, ya?.

Ya, kekurangan atau kelebihan asupan vitamin, keduanya dapat membawa masalah untuk kesehatan Anda. Contohnya saja kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah mata, kekurangan vitamin B dapat menyebabkan beri-beri, dan masih banyak lagi. Sedangkan, kelebihan vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, telah dikaitkan dengan masalah hati, tulang menjadi lemah, kanker, dan kematian dini.

Vitamin larut air pun dapat menyebabkan masalah pada kesehatan Anda.

Misalnya saja, kelebihan vitamin B6 dapat menyebabkan kerusakan saraf, kelebihan vitamin B3 menyebabkan masalah hati, dan kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare dan batu ginjal.

Anda mungkin takut bahwa Anda akan kekurangan vitamin dari asupan Anda sehari-hari, sehingga Anda memutuskan untuk minum suplemen atau pil vitamin.

Namun, sebenarnya tidak semua orang membutuhkan suplemen vitamin tambahan untuk mencukupi kebutuhan vitaminnya sehari-hari.

Beberapa kalangan mungkin memerlukan suplemen karena berisiko untuk mengalami kekurangan vitamin, di antaranya adalah ibu hamil, wanita yang sedang berencana untuk hamil, orang dengan penyakit tertentu, dan orang yang menderita kekurangan vitamin.

Sebelum Anda memutuskan untuk minum suplemen, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Anda pasti sudah banyak melihat berbagai merek suplemen vitamin di pasaran dengan harga murah sampai mahal.

Namun, kualitas vitamin belum tentu ditentukan berdasarkan harganya.

Suplemen vitamin yang murah pun sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin Anda asal mengandung kombinasi vitamin yang pas.

Saat memilih suplemen vitamin, sebaiknya lihat juga kandungannya dan sesuaikan dengan kebiasaan makan Anda.

Suplemen juga biasanya ditujukan untuk dipakai oleh kelompok berbeda, seperti untuk kelompok pria, wanita, ibu hamil, anak-anak, dan lansia..

Bagi Anda yang tidak suka sayuran dan buah-buahan, mungkin Anda berpikir, “Tenang saja, kan ada suplemen vitamin.”

Tapi, tahukah Anda bahwa suplemen vitamin tidak serta merta dapat melengkapi kebutuhan Anda akan nutrisi dari sayuran dan buah?

Pola makan yang sehat adalah lebih dari sekadar asupan harian vitamin yang direkomendasikan. Artinya, Anda bisa mendapatkan lebih dari vitamin dengan mengonsumsi sayur dan buah setiap hari.

Selain vitamin, Anda juga bisa mendapatkan serat, mineral, protein dari biji-bijian, dan lemak sehat dari pola makan yang sehat. Jadi, suplemen apapun tidak bisa menggantikan nutrisi baik yang ada pada pola makan sehat.

Komentar