Suhu Dingin Turunkan Berat Badan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Januari 2014 | 16:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Betulkah ruangan bersuhu dingin bisa menurunkan berat badan? “Medicaldaily.com,” situs kesehatan terkenal menjawabnya dengan “iya.”

Menurut tulisan terbaru tentang hubungan suhu ruangan yang dingin dengan penurunan berat badan “medicaldaily.com” merilis hasil penelitian ilmuwan Maastricht University, Belanda, yang menunjukkan suhu dingin terbukti memaksa tubuh mengeluarkan lebih banyak energi.

Energi tersebut digunakan untuk membentengi rasa tidak nyaman yang timbul akibat suhu dingin.

Menurut penelitian itu energi yang terpakai menyebabkan tubuh menggunakan lebih banyak cadangan lemak dan karbohidrat. Dengan begitu, jumlah cadangan lemak dan karbohidrat di tubuh berkurang dan berdampak pada penurunan berat badan.

Pimpinan penelitian, Wouter var Marken Lichtenbelt, menegaskan studi ini bertujuan mengetahui keuntungan paparan suhu lingkungan yang terus terjadi. “Kebanyakan dari kita terus terpapar suhu lingkungan, terutama pada kondisi dalam ruang. Karena itu, penting untuk mengetahui manfaat dari paparan tersebut,” ujarnya.

Riset ini sebetulnya berkaitan dengan studi sebelumnya tentang mekanisme pertahanan tubuh terhadap dingin. Dalam riset tersebut dikatakan, gemetaran dan reaksi lain terhadap suhu dingin merupakan mekanisme pemanasan tubuh.

Mekanisme tersebut mencegah tubuh terkena hypothermia (kedinginan). Selama mekanisme tersebut berlangsung, produksi panas tubuh bisa meningkat lima kali lipat. Hal ini dikarenakan metabolisme dan pembakaran lemak terjadi lebih cepat.

Selain mekanisme pemanasan tubuh, Hasil riset juga menunjukkan, suhu dingin bisa meningkatkan hasil latihan dan mencegah kenaikan berat badan. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang melakukan pola hidup pasif atausedentary.

Salah satu riset yang menyatakan hal tersebut adalah studi yang dilakukan bersama ilmuwan Jepang.

Dalam riset tersebut, paparan suhu 16 derajat Celcius bisa menurunkan cukup banyak kadar lemak dalam tubuh selama enam minggu. Riset tersebut juga menyatakan, suhu yang hangat dan cozy berisiko menyebabkan obesitas. Suhu yang nyaman juga membuat penghuninya rentan terkeda dampak buruk perubahan suhu tiba-tiba.

Kendati riset dan pengetahuan manfaat suhu telah diketahui, namun minat untuk meneliti lebih jauh muncul baru-baru ini.

Hal ini terkait jumlah penderita obesitas di Amerika Serikat yang mencapai sepertiga populasi hidup. Dengan temuan ini, pengontrolan berat badan tidak hanya bisa dilakukan di gym, tapi bisa dilakukan setiap saat, termasuk saat beraktivitas di dalam ruang.

Komentar