Studi Terbaru Bahayanya Minuman Manis

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Maret 2019 | 15:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis harus dikurangi jika Anda ingin hidup lebih lama.

Studi terbaru menunjukkan minuman manis dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Penelitian dari School of Public Health, Harvard T.H. Chan ini mengungkap konsumsi minuman manis seperti soda, minuman penambah energi, dan bahkan jus dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Circulation  ini, mendapati perempuan yang mengonsumsi lebih dari dua porsi (gelas, botol, atau kaleng) minuman manis per hari memiliki risiko kematian dini enam puluh tiga persen lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mengonsumsi minuman manis satu porsi setiap bulan.

Pada laki-laki, hasil ini sedikit berbeda. Laki-laki yang mengonsumsi dua porsi minuman manis setiap hari memiliki risiko kematian dini dua puluh sembilan persen lebih tinggi.

Peneliti lalu menyimpulkan, semakin banyak konsumsi minuman manis semakin meningkat pula risiko kematian dini pada seseorang.

Menurut penelitian ini, kematian dini itu terjadi akibat penyakit kardiovaskular dan kanker terutama usus besar dan payudara.

Konsumsi minuman manis dua porsi per hari meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular sebesar tiga puluh satu persen dan kanker sebesar 18 persen.

Pemimpin penelitian ini, Vasanti Malik menyebut hasil penelitian ini dapat menjadi acuan agar setiap orang dapat mengurangi konsumsi minuman manis.

“Sudah ada studi sebelumnya yang telah menunjukkan hubungan yang kuat dan konsisten antara konsumsi minuman manis dan kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, serta kondisi kardiometabolik lainnya seperti penyakit jantung dan stroke,” kata Malik

Selain itu terlalu banyak gula bisa meningkatkan risiko diabetes dan jumlah lemak di hati.

Tak cuma itu, gula juga berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan, dan kerusakan pada gigi.

Ahli kesehatan dan nutrisi telah mengimbau pentingnya memerhatikan asupan gula, karena banyaknya gula tambahan yang dimasukkan ke dalam berbagai makanan dan minuman sehari-hari.

Dilansir dari laman Health, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan bahwa perempuan dewasa tidak boleh mengonsumsi gula lebih dari dua puluh lima gram gula per hari, sedangkan laki-laki dewasa tiga puluh enam gram per hari.

Sebagai upaya menyehatkan tubuh dan terhindar dari penyakit, banyak orang telah mencoba untuk mengurangi asupan gula yang dikonsumsi sehari-hari. Namun faktanya, jumlah gula yang dikonsumsi rata-rata orang masih melebihi rekomendasi.

Sekitar 40 persen gula tambahan yang dikonsumsi orang Amerika biasanya berasal dari minuman manis.

Faktanya, minuman manis yang mengandung gula dalam jumlah besar bukan hanya soda. Berikut adalah 10 minuman yang sama buruknya dengan soda:

Jus buah terdengar sebagai jenis minuman yang seharusnya menyehatkan dan mengandung banyak vitamin. Walau begitu, gula yang terkandung dalam jus buah kemasan akan memberi dampak negatif yang lebih banyak dibandingkan positif.

Walaupun jus buah kemasan tidak ditambahkan lagi dengan gula, jumlah gula yang terkandung tetap sangat tinggi. Misalnya, satu gelas jus anggur kemasan mengandung tiga puluh enam gram gula, yang tidak berbeda jauh dengan segelas soda lemon yang mengandung  empat puluh empat gram gula.

Teh seharusnya merupakan minuman yang cukup menyehatkan, karena kadar antioksidannya yang tinggi. Es teh manis juga merupakan minuman yang dipilih banyak orang untuk menemani makan sehari-hari.

Namun satu gelas es teh manis, terutama teh manis kemasan, bisa mengandung hingga tiga puluh gram gula.

Air kelapa juga jenis minuman lain yang seharusnya menyehatkan, karena mengandung elektrolit seperti potasium yang bisa membantu menghidrasi tubuh.

Namun air kelapa kemasan yang memiliki rasa tambahan seperti “nanas” atau “mangga” mengandung gula tambahan yang begitu banyak

Orang-orang biasanya mengonsumsi minuman berenergi sebagai stimulan ketika tubuh mereka sedang lelah atau mengantuk.

Selain tidak baik dikonsumsi terlalu banyak karena bisa berpengaruh buruk terhadap jantung, minuman berenergi juga memiliki kandungan gula yang tinggi. Kemasan delapan ons bisa mengandung lebih dari dua puluh lima gram gula.

Yogurt merupakan salah satu makanan fermentasi yang bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Walau begitu, yogurt dengan rasa manis bisa mengandung hingga dua puluh enam gram gula. Belum lagi yogurt yang ditambah dengan pemanis tambahan seperti fruktosa dan potongan-potongan buah.

Jika ingin mendapat manfaat baik dari yogurt, lebih baik konsumsi yogurt yang tidak memiliki tambahan rasa atau greek yogurt.

Susu yang berasal dari tumbuhan seperti susu kedelai atau susu almond mengandung jumlah protein yang tinggi. Walau begitu, kebanyakan susu kemasan yang dijual ini sudah ditambahkan dengan begitu banyak gula dan perasa lainnya.

Padahal, satu gelas susu coklat yang berasa dari tumbuhan bisa mengandung jumlah gula yang sama dengan satu genggam kue.

Air tonik adalah jenis minuman berkarbonasi yang mengandung kina sehingga rasanya agak pahit. Awalnya, air tonik dibuat untuk mengobati malaria.

Air tonik juga sering ditambahkan ke gin untuk membuat cocktail. Walaupun berkhasiat mengobati penyakit malaria, air tonik yang ada hari ini tidak jauh lebih sehat dari campuran minuman alkohol lainnya.

Berdasarkan studi, kopi memang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Namun jika jenis kopi yang diminum adalah kopi manis dengan tambahan krim, serbuk coklat dan susu, tentu dampak negatif melebihi manfaat positifnya.

Satu gelas mocha frappuccino dari gerai kopi bahkan mengandung enam puluh satu gram gula. Jumlah gula sebanyak ini bisa memenuhi sepertiga gelas bila dituang langsung tanpa air.

Rata-rata minuman olahraga mengandung lima puluh gram gula. Memang, gula dapat berguna bagi mereka yang sedang berolahraga berat. Namun jika kegiatan sehari-hari hanya duduk di meja kantor, jumlah gula sebanyak ini lebih banyak dampak negatifnya.

Beberapa air mineral dengan tambahan vitamin dan mineral juga mengandung tambahan gula. Satu botol kemasan air jenis ini bisa mengandung hingga tiga puluh gram gula.

Komentar