Stroke Kini Jadi Wabah “Pembunuh”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 27 Desember 2016 | 08:27 WIB

Dibaca: 4 kali

“Stroke mengalahkan penyakit jantung dalam hal kematian,” tulis “medical daily,” dalam tulisan terbarunya mengenai penyakit yang menjadi “wabah,” tidak hanya di negara berkembang tapi juga di negara maju.

“Dulu, banyak orang meninggal karena penyakit jantung. Kini rekor penyakit yang tidak menular  bergeser ke stroke,” lanjut “medical daily.”

Ini merupakan dari, gejala dan tanda-tanda penyakit jantung lebih mudah disadari masyarakat ketimbang stroke.

Stroke adalah penyakit yang ditandai dengan kematian jaringan otak.

Penyakit ini bisa terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak karena adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah. Stroke tidak hanya menyerang kelompok usia baya, tapi juga mereka yang berusua  relatif lebih muda

“Jadi, stroke itu bukan hanya penyakit orang tua saja. Buktinya, orang yang lebih muda pun bisa kena. Kenapa bisa begitu? Ini karena aliran darahnya ke otak terganggu yang disebabkan gaya hidup seperti merokok, makan tidak sehat, diet tidak sehat, serta kurang istirahat,” tulis “medical daily.

Kenapa begitu? Stroke memang lebih sulit dikenali

Untuk itulah disarankan untuk tidak menganggap sepele  stroke ringan atau dikenal dengan istilah  Transient Ischemic Attack

Stroke ringan merupakan tanda sudah ada gangguan pembuluh darah di otak.

Stoke ringan bisa menjadi stroke berat dan menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Stroke ringan bisa menyerang bagian wajah.

Mintalah orang yamg dicurigai stroke untuk tersenyum. Apabila wajah atau mulutnya menjadi tidak simetris saat senyum, waspadai stroke.

Selain itu mintalah orang yang dicurigai stroke mengangkat kedua lengannya dan tahan selama beberapa detik.

Apabila salah satu lengan turun atau tidak bisa diangkat, kemungkinan mengalami stroke ringan.

Stroke juga memengaruhi cara bicara seseorang karena terjadi gangguan pada bagian otak tertentu. Stroke bisa membuat bicara melantur dan tidak jelas.

Waktu sangat berarti bagi kesehatan otak.

Menurut American Stroke Association, ada beberapa gejala tambahan untuk stroke ringan yang dapat dikenali.

Pertama, mati rasa pada wajah, lengan atau kaki. Mati rasa biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh.

Selanjutnya, kebingungan, kesulitan berbicara dan memahami sesuatu serta tiba-tiba mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata,  kesulitan berjalan, pusing, kurang bisa menjaga koordinasi dan keseimbangan tubuh dan sering sakit kepala yang cukup parah tanpa tahu penyebabnya dengan pasti.

Dokter Emil Matarese dari Medical Center St Mary, mengingatkan, kapan pun mengalami gejala tersebut, jangan tunda pemeriksaan ke dokter.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari McMaster University di Kanada menunjukkan sembilan dari sepuluh kasus stroke dapat dihindari, yang akan menciptakan penghematan besar bagi pasien serta meningkatkan kesehatan masyarakat global.

Bagi penderita stroke memerlukan pengobatan jangka panjang dengan biaya yang cukup besar. Belum lagi, penderita stroke memiliki keterbatasan dalam beraktivitas.

Langkah-langkah pencegahan ini juga bisa menyelamatkan nyawa sekitar 48.000 orang setiap tahunnya, papar peneliti. Angka itu berlaku di Inggris, bila diterapkan di seluruh dunia, maka akan ada ratusan ribu orang yang terhindar dari stroke setiap tahun.

Penelitian yang diterbitkan di The Lancet tersebut telah menganalisa puluhan ribukorban stroke global dan membandingkan gaya hidup mereka dengan orang-orang yang sehat.

Peneliti mengungkapkan, bahwa sembilan puluh satu persen dari semua stroke dapat dihindari jika orang-orang menghentikan kebiasaan yang dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi, jarang bergerak, serta pola makan buruk.

Penelitian terbaru yang dimuat Journal of the American Medical Association melibatkan pengumpulan data mengenai stroke atau serangan “mini-stroke” menemukan ada dua puluh  persen pasien meninggal dunia.

Risiko kematian tersebut lebih tinggi dibanding pada populasi umum.

Penyakit pembuluh darah yang terjadi pada usia muda akan membuat mereka terancam oleh penyakit lainnya.

Menurut Koyfman, orang yang pernah kena stroke di usia muda sangat disarankan untuk menurunkan risiko kematian mereka dengan cara disiplin mengonsumsi obat serta melakukan perubahan gaya hidup.

Mulailah berolahraga, jauhi rokok dan alkohol, serta benahi pola makan.

Komentar