Stroke Itu Pembunuh “Berdarah Dingin”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 11 April 2015 | 19:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Stroke merupakan penyakit yang sangat “silent.” Ia adalah pembunuh “:berdarah dingin.” Dan ia bisa menyusup tanpa terduga, tanpa gejala dan tanpa tanda-tanda pasti.

Secara umum orang mengetahui stroke disebabkan adanya gangguan peredaran darah, dan terjadi secara mendadak atau secara cepat dengan gejala daerah otak terganggu.

Sebagai penyakit, stroke amat berbahaya dan sangat “mematikan, namun begitu ia masih dapat dicegah. Paling tidak, stroke dapat dikenali dan dicegah lebih dini.

Anda merasakan sakit kepala tak tertahankan? Kaku pada wajah, kaki atau tangan?
Kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, dan hilang keseimbangan?

Kalau semua itu datang jangan meremehkannya, meski terlihat biasa namun berakibat fatal apabila terlambat ditangani.

Stroke, seperti halnya penyakit lainnya memang sangat menakutkan. Karena, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

Bahkan, jika pola hidup yang dijalani seseorang tak sehat, penyakit stroke akan dengan cepat diderita, meski usia masih muda.

Pola hidup yang kurang baik yang dijalani anak muda bisa mendatangkan stroke.

Usia yang rentan terkena stroke memang lima puluh tahun plus, baik pria maupun wanita.

Untuk dicamkan, stroke ada dua jenis. Pertama dinamakan iskemik yang merupakan sumbatan secara total.
Dan yang kedua, hemoragik, yakni perdarahan yang tidak terdapat sumbatan, namun pembuluh darah pecah.

Untuk itu, perlu diwaspadai gejala yang bisa menyebabkan penyakit ini.

Dan perlu pula diketahui, penyebab stroke, delapan puluh lima persennya diakibatkan gumpalan yang memblokir arteri, sehingga darah beralih ke otak. Jenis ini disebut stroke iskemik.

Adapula stroke hemoragik, yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.

Untuk dipahami pula di zaman yang semakin modern, semakin banyak orang terserang penyakit stroke mendadak.

Dari penelitian terakhir ternyata perempuan termasuk orang yang rentan didatangi stroke. Ia membunuh tiga kali lebih banyak perempuan.

Dan penyakit ini, merupakan penyebab utama kematian ketiga bagi perempuan di Inggris.

Lalu, bagaimanakah menjaga kesehatan agar terhindar dari stroke?

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko besar stroke dan merupakan masalah yang umum, mempengaruhi sekitar sepuluh juta orang di Inggris.

Seringkali, stroke tidak memiliki gejala, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui adanya risiko itu harus rutin melakukan pengecekan tekanan darah Anda.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan tidak segera diobati, hal ini bisa meningkatkan risiko Anda mengalami stroke.

Seperti dilansir Female First, Asosiasi Stroke mendorong semua masyarakat di dunia untuk terus waspada mencegah penyakit ini dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara teratur.

Stroke dapat dicegah melalui manajemen gaya hidup.

Dr. Dale Webb, direktur Penelitian dan Informasi di Asosiasi Stroke menjelaskan, “Setiap tahun ada sekitar seratus lima puluh dua ribu penderita stroke di Inggris. Stroke dapat menyerang siapa saja pada usia berapa pun, termasuk anak-anak dan bayi.”

“ Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko terbesar untuk dikendalikan. Stroke, tidak memiliki gejala dan dapat mempengaruhi orang-orang dari semua latar belakang dan gaya hidup.”

“Stroke bisa menghancurkan hidup seseorang. Dan banyak penderita stroke yang baru sembuh dari salah satu pengalaman yang paling menakutkan dalam hidup mereka menghadapi tantangan tambahan, menjadi tunanetra.”
“ Hal ini secara dramatis dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat dan kepercayaan dirinya,” ujarnya.

Dan kini, kondisi perkembangan kesehatan mata pada penderita stroke perlu dipantau. Sebab, semakin banyak mereka yang menderita stroke mengalami masalah kebutaan.

Hingga enam puluh persen persen dari penderita stroke akan mengalami masalah penglihatan, namun satu dari tiga penderita stroke tidak menghiraukan hal ini.

Melalui tes mata, dokter mata pun mampu mengidentifikasi indikator peningkatan tekanan darah, yang merupakan risiko stroke terbesar.

daily mail, healthmeup dan healthnews

Komentar