Stroke Bila Tubuh Mengalami Kondisi Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 November 2017 | 09:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda, mungkin, termasuk dari banyak penderita strokeyang  tidakmenyadari adanya tanda-tanda dari serangan salah satu penyakit paling mematikan ini.

Padahal, stroke sebenarnya juga menunjukkan beberapa tanda-tanda khusus yang bisa kita kenali.

Pertama perhatikan otot wajah yang melemah

Jika otot wajah cenderung semakin melemah atau bahkan mati rasa, maka hal ini menandakan gejala dari stroke.

Biasanya, hal ini akan membuat wajah terlihat miring atau saat tersenyum terlihat salah satu sisi menarik sisi wajah yang lain.

Bisa juga lengan juga ikut melemah

Stroke seringkali ditandai dengan melemahnya salah satu sisi bagian tubuh. Cobalah untuk mengangkat kedua lengan hingga ke atas kepala.

Jika salah satu lengan terlihat jauh lebih rendah dari yang lain, maka bisa jadi resiko stroke sudah meningkat.

Jika kita semakin kesulitan untuk berbicara, berbicara seperti meracau dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain, maka bisa jadi kita memiliki resiko besar terkena stroke.

Laman kesehatan WebMD menyebutkan bahwa sakit kepala parah yang tiba-tiba saja muncul bisa jadi menandakan gejala stroke yang patut untuk diwasapadai.

Jika kita mengalami gejala seperti penglihatan yang semakin kabur, penglihatan ganda, atau bahkan kehilangan penglihatan sementara, maka hal ini menandakan adanya stroke.

Jika kita bingung untuk memahami beberapa hal, mengalami kebingungan mental, hingga kesulitan untuk melakukan koordinasi gerakan mata, maka hal ini adalah gejala dari stroke.

Mereka yang mengalaim stroke akan cenderung mengalami kesulitan berjalan, otot yang lemah, atau bahkan mengalami kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

Untuk mengetahui seseorang terkena gangguan keseimbangan tubuh atau tidak, kita bisa memintanya untuk menyentuh hidung sembari berjalan dalam garis lurus.

Jika mereka kesulitan melakukannya, besar kemungkinan Ia beresiko tinggi terkena stroke.

Stroke, juga disebut serangan otak, terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak, atau ketika pembuluh darah di otak pecah dan darah tidak bisa mengalir ke bagian otak tertentu

Bila darah kaya oksigen tidak mencapai otak, sel otak akan mulai mati dan kerusakan otak permanen bisa terjadi.

Mayoritas korban stroke bertahan hidup dan melakukan rehabilitasi sebagai proses pemulihan, seperti terapi wicara dan fisik. Namun, komplikasi stroke umum terjadi.

Ada kondisi lain yang dapat menyerupai gejala stroke, seperti kejang dan migrain. Namun, penting bahwa Anda tidak mendiagnosis diri Anda sendiri.

Bahkan jika Anda memiliki TIA dan gejalanya menghilang, jangan mengabaikan tanda-tanda tersebut.

TIA meningkatkan risiko stroke, sehingga Anda membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab stroke ini, dan Anda perlu untuk memulai pengobatan untuk mengurangi risiko Anda.

Bahkan, “lebih dari sepertiga dari orang-orang yang memiliki

TIA berakhir mengalami stroke berat dalam satu tahun jika mereka tidak menerima pengobatan,” menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Stroke dapat menyebabkan tidak bekerjanya beberapa fungsi tubuh. Seberapa besar kemungkinan seseorang bisa pulih belum bisa diketahui.

Banyak orang membutuhkan rehabilitasi seperti terapi bicara, terapi fisik, dan terapi keerja. Pengobatan juga harus dilakukan pada sejarah kondisi medis penderita seperti tekanan darah tinggi, diabetes, perokok, gaya hidup, dan tingkat kolestrol yang tinggi.

Stroke-stroke lainnya juga harus dicegah dengan cara mengurangi atau menghilangkan penyebab stroke awal pada penderita.

Banyak orang dapat melakukan ini dengan penggunaan obat-obatan untuk mencegah penggumpalan darah. Sering kali, mengonsumsi takaran kecil aspirin setiap hari dapat membantu.

Selain itu, kita juga harus mengendalikan tekanan darah yang tinggi dan mengurangi risiko stroke lainnya seperti diabetes, tingkat kolestrol yang tinggi, merokok, dan berat badan yang berlebihan.

Dokter akan mendeteksi stroke berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan fisik. CT atau MRI scan pada otak dapat dilakukan lebih lanjut untuk mengevaluasi bagian otak mana yang terkena gangguan stroke dan juga untuk menentukan apakah stroke diakibatkan oleh penggumpalan darah atau pecahnya pembuluh darah.

Penyelidikan kativitas elektrik pada jantung  akan dilakukan untuk mengetahui detak jantung yang tidak beraturan yang dapat menyebabkan stroke dengan mempermudah penggumpalan darah di jantung dan menyebabkan stroke.

Komentar