Cara Mengatasi Stres Anda Secara Efisien

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Agustus 2018 | 08:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Aktivitas yang padat sering membuat kita tidak sadar jika sebenarnya psikologis kita terganggu.

Dr. Steve Peters, seorang profesor dan psikiater dari Sheffield Medical School, memiliki daftar hal-hal yang mungkin sering terjadi pada diri Anda tanpa disadari, yang sebenarnya merupakan pertanda hal lainnya.

Hal-hal di bawah ini seringkali berlalu begitu saja dan dianggap normal menimpa diri kita, namun ternyata jauh di balik itu, hal-hal di bawah ini menandakan bahwa sebenarnya kita sedang stres dan terganggu secara emosional.

Apa saja tanda-tanda tersebut?

Dalam waktu yang senggang, sering kali kita memikul banyak beban pikiran dan masalah di kepala, hingga semuanya turun ke perasaan dan membuat kita menjadi emosional bahkan menangis.

Namun, hal tersebut sering kita anggap sebagai suatu yang normal, hanya sekadar keadaan diri yang sedang rapuh.

Jangan meremehkan kondisi seperti itu. Hal ini ternyata bisa menjadi cikal bakal gangguan emosional berkepanjangan pada diri Anda.

Dalam hal ini, lembur bukan hanya diartikan sebagai kerja melewati batas waktu normal, karena hal tersebut sifatnya adalah sebuah kewajiban.

Namun, beberapa orang memilih untuk tetap tinggal di kantor dan menunda pulang karena satu dan lain hal yang sifatnya pribadi.

Kini lembur sering dijadikan sebuah aktivitas yang ‘diniatkan’.

Maksudnya, banyak orang yang memilih lembur karena seakan hal tersebut dapat dijadikan pelarian atas beberapa hal yang ingin dihindari, seperti masalah di rumah, masalah hubungan, mencoba show off pada atasan, dan lain-lain.

Memang hal tersebut terlihat seperti jalan pintas untuk mencegah stres, namun siapa sangka bahwa lembur justru mendatangkan stress dan gangguan emosional?

Intinya, lembur yang seperti ini hanya berperan sebagai pelarian dari stress yang kemudian akan mendatangkan stress lebih dalam.

Maka dari itu, berpikirlah dua kali jika Anda memaksakan lembur saat Anda sedang memikul banyak pikiran yang sifatnya personal.

Akan ada momen dalam hidup kita di mana kita sangat mudah tersinggung.

Hal-hal kecil yang mengusik kenyamanan kita bisa kita balas dengan amarah yang tidak sebanding.

Dan buruknya, hal ini sering kita tumpahkan justru kepada orang-orang terdekat, atau orang-orang yang kita sayangi.

Hal ini jelas menggambarkan bahwa kita sedang stress dan terganggu stabilitas emosinya.

Bagi para atasan, hati-hati dengan gejala ini. Staff atau bawahan jangan selalu dijadikan sasaran.

Karena, dampaknya akan lebih buruk dari apa yang Anda bayangkan.

Mengontrol diri dalam keadaan seperti ini memang merupakan tantangan yang cukup sulit bagi kita, namun  saat semua sudah dalam kontrol, maka hal baik akan datang pada diri kita.

Mood swing adalah kondisi di mana jarak antara kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan terasa begitu dekat.

Ketiga hal tersebut terjadi bergantian secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Jika ini terjadi pada Anda, mungkin ada yang salah dengan Anda.

Steve Peters memiliki beberapa solusi untuk Anda yang mungkin atau terlanjur berada dalam kondisi seperti ini.

Bicaralah.

Cobalah untuk berbagi dan menumpahkan perasaan Anda pada seseorang yang Anda pikir dapat memberi sebuah perspektif lain dalam memandang hidup, akan lebih baik jika orang ini dirasa dapat menjadi solusi atau memiliki solusi untuk masalah-masalah yang sedang Anda hadapi.

Kemudian, hal ini juga dapat membuka dan menunjukkan apa yang terjadi pada diri kita kepada diri kita sendiri.

Maksudnya, terkadang dengan berbicara dengan orang lain kita baru sadar apa yang sedang terjadi pada diri kita.

Hidup dengan memiliki tujuan jelas baik untuk diri kita. Kita akan menjalani hari-hari penuh dengan percaya diri dan merasa memiliki harga diri. Namun, apa yang terjadi saat yang menimpa diri kita adalah yang sebaliknya, Anda merasa tidak punya tujuan.

Kesenangan bisa kita dapatkan saat kita dapat mengatasi sebuah tujuan, sekecil apapun tujuan tersebut.

Maka, bisa dikatakan bahwa saat kita memiliki target, maka akan ada kesenangan kesenangan yang akan kita raih di depan.

Berarti, jika kita merasa sedang tidak ada yang dituju, maka sirna pula kesenangan yang menjanjikan. Hal tersebut mengarahkan kita pada stress dan gangguan emosional.

Jika seseorang merasa segala perlakuannya tidak dihargai, bahkan jika pada kenyataannya tidak demikian, maka orang tersebut bisa jadi sedang terganggu masalah psikologis.

Kemudian, merasa tidak dihargai dapat berdampak pada spektrum emosi lainnya seperti frustrasi, amarah, rendah diri, bahkan hingga hilangnya kepercayaan diri.

Hal yang paling tepat dilakukan adalah mengambil alih mind set tersebut dengan berpikir positif.

Karena, keadaan seperti itu tidak bisa ditolong siapapun kecuali oleh orang yang mengontrol pikiran tersebut.

Dikarenakan gangguan di dalam diri kita, kita terpacu untuk mengendalikan lingkungan di luar diri kita.

Kecenderungan tersebut amat lumrah terjadi. Intinya, kita berusaha sebagaimana mungkin untuk mengubah semua hal menjadi seperti apa yang kita inginkan.

 

Komentar