Strategi Turunkan Berat Badan Saat Puasa

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 15:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Bila selama ini Anda sudah berangan-angan untuk diet tapi belum juga kesampaian, bulan Ramadan bisa jadi momen yang tepat.

Namun, Anda butuh cara menurunkan berat badan yang tentunya ampuh.

Pasalnya banyak orang justru berat badannya naik selama puasa.

Jadi supaya Anda bisa tampil prima ketika hari raya tiba nanti, simak dulu cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dengan tujuh strategi berikut ini.

Saat Anda menyantap sahur dan buka puasa, pastikan makanan Anda kaya akan serat dan protein.

Daripada makanan tinggi kalori, serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama. Anda pun bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa dan mencegah kelaparan selama puasa.

Makanan tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan sehingga ketika waktunya makan malam setelah berbuka puasa, Anda tidak kalap dan malah kebanyakan makan.

Meski sebaiknya buka puasa memang pakai yang serba manis untuk mengembalikan energi, tapi jangan terlena sampai kebanyakan.

Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh, yang jadi mengacaukan diet Anda.

Pasalnya saat berpuasa, produksi insulin tubuh menurun. Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi.

Jika gula tak diubah jadi energi, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Inilah mengapa makan hidangan manis saat berpuasa bisa bikin gemuk.

Maka, lebih baik pilih makanan dengan karbohidrat kompleks untuk menambah energi. Misalnya dari buah, sayur, dan nasi merah.

Bukan berarti karena Anda sedang puasa dan tidak makan banyak, Anda boleh bermalas-malasan.

Berolahraga justru bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang efektif.

Biasanya tubuh menghasilkan energi dari pembakaran glukosa

Namun, ketika Anda puasa dan tidak mendapatkan asupan glukosa selama berjam-jam, tubuh akan mencari sumber energi lainnya, yaitu cadangan lemak Anda.

Maka, berolahraga saat puasa bisa memicu pembakaran lemak berlebih dalam tubuh Anda.

Pastikan Anda tetap minum banyak air selama bulan Puasa

Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa minum air putih bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai tiga puluhpersen.

Semakin cepat metabolisme tubuh Anda bekerja, semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar oleh tubuh.

Setelah menahan lapar seharian, Anda mungkin tergoda untuk langsung menyantap makanan berlemak waktu berbuka puasa.

Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang sarat dengan lemak jahat  di bulan puasa tetap bisa membuat Anda gemuk.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa, ganti dengan lemak tak jenuh.

Lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan karena tidak meningkatkan kadar kolesterol Anda. Anda bisa mendapatkan asupan lemak tak jenuh dari kacang-kacangan, alpukat, dan ikan.

Tidur bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang manjur. Pasalnya, kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme Anda. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

Di samping itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon ghrelin yang menyebabkan nafsu makan bertambah. Bisa-bisa ketika waktunya buka puasa Anda jadi kalap dan makan terlalu banyak.

Meskipun Anda tidak makan, ngemil, atau minum seharian, Anda tetap harus menjaga porsi makan saat sahur dan buka puasa.

Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah secara tiba-tiba. Padahal seperti disebutkan sebelumnya, tubuh tidak memproduksi banyak insulin ketika puasa. Gula pun hanya akan diubah jadi lemak dalam tubuh.

Supaya tidak makan berlebihan, coba pakai piring yang ukurannya lebih kecil. Anda juga bisa sahur atau buka puasa dengan makanan yang bisa bikin Anda cepat kenyang seperti sup.

Komentar