Stop Aktivitas Olahraga Yang Berlebihan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 13 Oktober 2017 | 08:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman kesehatan terkenal “hello sehat,” hari ini, Jumat, 13 Oktober, mengingat tentang bahaya dari olahraga yang berlebihan.

“Olahraga berlebihan bisa sama bahayanya dengan tak pernah olahraga,” tulis “hello sehat.

Seperti yang Anda tahu, manusia yang rajin berolahraga pastinya akan memiliki tubuh yang sehat, bugar dan bahkan didapuk bisa memiliki usia yang panjang.

Tak jarang, banyak orang berlomba-lomba untuk rajin berolahraga, dari mulai olahraga yang ringan hingga yang berat.

Namun, apa Anda pernah mendengar olahraga berlebihan dapat menyebabkan kematian?

Anda tahu rhabdomyolysis?

Rhabdomyolysis adalah sebuah kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan. Kerusakan ini melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam darah.

Ginjal dalam kondisi normal biasanya menyaring pigmen dari darah. Namun zat dari kerusakan otot dapat membahayakan ginjal karena menghalangi struktur penyaringan mereka.

Terjadilah gagal ginjal dan ginjal akan mengeluarkan zat limbah beracun ke dalam darah.

Dengan olahraga berlebihan, otot Anda bisa mengalami stress, dan dapat membawa otot Anda ke titik di mana otot benar-benar mulai mati rasa terhadap kondisi medis yang serius ini.

Cara mengobati rhabdomyolysis adalah dengan melakukan hidrasi intravena untuk mencairkan kadar kalium darah dan untuk menyiram gumpalan myoglobin dari ginjal.

Pada tahap akut, jantung Anda akan berisiko terkena serangan jantung mendadak.

Pada dasarnya olahraga sangat baik untuk kesehatan jantung.

Tapi sering kali, banyak orang yang tidak memerhatikan kesehatan jantungnya, ditambah orang tersebut sering melakukan olahraga secara berlebihan dan bisa menyebabkan aritmita pada jantung.

Harvard Alumni Health Study menemukan, risiko penyakit jantung mulai turun ketika Anda berolahraga mengeluarkan lebih dari lima ratus kalori seminggu dan terus menurun sampai Anda mendapatkan dua ribu kalori seminggu.

Maka lebih olahraga berlebihan tidak menawarkan perlindungan yang lebih pada kesehatan jantung.

Ketika seseorang berolahraga dengan ekstra, baik di treadmill, atau tempat olahraga lainnya, ini malaj dapat meningkatkan risiko terhadap serangan jantung mendadak pada beberapa orang tertentu.

Mayoritas orang yang mengalami kematian akibat serangan jantung akibat olahraga berlebih adalah orang yang berusia di atas tiga puluh lima tahun, atau bisa dibilang sudah tidak muda lagi.

Mengapa demikian?

Pada dasarnya, mereka melakukan olahraga hanya baru-baru saja, atau hanya ketika mereka sadar usia mereka butuh olahraga.

Nah, ketika mereka terlambat sadar akan pentingnya olahraga, mereka juga lupa akan memeriksa kondisi kesehatan, jantung, tekanan darah maupun kolesterol dalam tubuh sehingga tidak mengetahui bahwa mereka memiliki bibit penyakit jantung yang berbahaya jika melakukan olahraga berlebihan.

Dan olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari

Mengapa lebih baik di pagi hari?

Selain udara masih sejuk dan bebas polusi, berolahraga pada pagi hari dapat  menjaga ritme untuk istirahat pada malam hari.

Bahkan melakukan olahraga pada pagi hari akan meningkatkan kualitas tidur yang juga akan mempengaruhi berat badan anda.

Selain itu, memilih jadwal olahraga yang benar pada pagi hari juga akan meningkatkan mood serta mengendalikan nafsu makan.

Itulah mengapa berolahraga pada pagi hari merupakan waktu yang baik untuk membakar kalori menurunkan berat badan.

Hindari berolahraga malam hari, karena akan menyebabkan kelelahan hebat usai beraktivitas seharian, dan tidak jarang menimbulkan serangan jantung mendadak.

Jadi, kenali tanda-tanda terobsesi olahraga dan risiko overtraing.

Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Dalam hal olahraga, ternyata berlebihan berolahraga sama bahayanya dengan tidak pernah berolahraga.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Layola University Medical Center pernah menemukan bahwa seorang atlit muda yang terlalu sering melakukan olahraga ditemukan lebih sering mengalami cedera dibandingkan dengan atlit yang melakukan olahraga dengan waktu moderat.

Tak hanya masalah fisik seperti cedera, kelelahan, maupun masalah tidur, olahraga berlebihan juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan kesehatan mental.

Untuk menghindari overtraining yang membahayakan kesehatan maupun kehidupan sosial, berikut beberapa tanda ‘obsesi olahraga’ yang perlu Anda waspadai.

Olahraga lebih dari satu jam sehari sudah membuat kadar hormon stres kortisol melonjak sementara kadar hormon pembentuk otot testosteron menurun.

Sehingga, latihan berlebihan justru menjadi kontraproduktif terhadap tujuan Anda membentuk otot yang seksi.

Di samping energi Anda akan habis untuk menikmati hal lain bersama rekan maupun keluarga.

Terlalu ketat untuk makan makanan “sehat” atau “bersih” berisiko membuat Anda terkena gangguan ortherexia nervosa.

Gejalanya ialah merasa bersalah berlebihan atau stres saat Anda melanggar peraturan makan, bahkan sampai ingin memuntahkan makanan yang dianggap tak sehat.

Komentar