“Smoothie,” Jus Buah Pilihan Sehat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 April 2014 | 15:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Mengonsumsi dan membuat jus buah atau smoothie menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan gizi.

Minuman ini juga kerap dijadikan pengganti makan atau camilan bagi yang ingin menurunkan berat badan.
Jus buah dan sayuran kini memang sedang menjadi tren bagi mereka yang ingin mencukupi kebutuhan serat dan vitamin, sekaligus menangkal penyakit.

Jus buah dan sayuran juga bisa membantu membuang racun-racun dari dalam tubuh alias detoksifikasi.

Untuk mencapai tujuan sehat dari jus buah banyak orang salah kaprah, yang mengira jus buah-buahan lebih sehat karena kandungan gulanya lebih rendah.

Padahal, membuat jus dengan lebih dari satu jenis buah bisa lebih cepat menaikkan kadar gula darah. Karena itu pilihlah hanya satu jenis buah yang dicampur dengan sayur-sayuran.

Anda bisa memilih jus delima, misalnya, karena mengandung antioksidan, termasuk asam ellagic yang bisa membantu fungsi liver dalam membuang racun. Selain itu jus bit juga direkomendasikan.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bit sering dianggap seabgai pembersih darah. Buah bit juga diketahui bisa meningkatkan ketahanan atlet. Campurkan dalam jumlah sedang dalam jus Anda.

Bisa juga dengan mengunsumsi teh hijau.Dalam teh hijau terkandung antioksidan super yang disebut katekin. Penelitian menunjukkan zat ini membantu mengurangi lemak perut dan menurunkan risiko salah satu jenis kanker kulit.

Masih bisa dengan sayuran yang siap minum.Untuk mencegah efek radikal bebas pada tubuh, rutinlah mengonsumsi sumber vitamin dan antioksidan seperti sayur dan buah-buahan setidaknya 5 sajian dalam sehari. Jika Anda merasa kesulitan memenuhinya, buat saja menjadi jus.

Jenis sayuran yang disarankan antara lain kale, bayam, brokoli, bok choy dan masih banyak lagi. Sayuran hijau ini tidak mengandung banyak gula dan kaya polifenol dan karotenoid, dua jenis antioksidan. Anda juga menggunakan seledri untuk meredam hipertensi dan meningkatkan produksi enzim pencernaan.

Dan yang pernah diabaikan oleh pakar kesehatan adalah banyak minum air putih di pagi hari setelah bangun tidur. Mengapa? Saat bangun tidur tubuh biasanya dalam kondisi dehidrasi sehingga metabolisme cenderung melambat. Air akan membantu menghilangkan toksin dari tubuh.

Dalam mengasup jus buah juga dianjurkan yang memiliki banyak serat. Karena serat t sangat dibutuhkan tubuh jika kita ingin langsing. Dengan cukup mengonsumsi serat, perut tidak mudah lapar. Buah-buahan memang mengandung serat, tapi tidak semua.

Pisang merupakan buah yang paling sering dipakai untuk membuat smoothie, tapi kandungan seratnya sedikit. Cobalah membuat smoothie yang mengandung serat sedikitnya sepuluh gram dengan menggunakan buah kaya serat seperti buah beri, alpukat, kiwi, pir, atau kacang-kacangan.

Banyak juga orang yang lebih suka smoothie hijau karena dianggap lebih sehat. Tapi sebaiknya Anda juga menambahkan sedikit protein untuk menjaga energi sepanjang hari. Beberapa sumber protein yang baik antara lain susu kedelai, bubuk protein, tahu, atau kacang-kacangan.

Minum segelas smoothie memang lebih sehat dari sepotong donat. Tapi tanpa disadari sebenarnya jumlah kalorinya cukup tinggi. Jika Anda memasukkan 5 jenis buah, jumlah kalorinya bisa lebih dari 500. Buah merupakan sumber gula alami yang akan dicerna dengan cepat oleh tubuh, akibatnya kita pun lapar lebih cepat. Untuk mencegahnya, campurkan buah dengan sumber protein.

Satu sendok teh madu atau sirup maple mengandung lebih dari 60 kalori. Tambahan gula, susu kental manis, atau pemanis buatan, bisa membuat jumlah kalorinya bertambah. Sebaiknya tidak perlu memakai gula. Jika buah yang dipakai asam, tambahkan yogurt plain.

sumber : www.womenshealthmag.com dan www.womenshealthmag.com

Komentar