“Sleep Apnea” Sebuah Fakta Bukan Mitos

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Desember 2016 | 14:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu sleep apnea?

Itu, gangguan tidur yang biasanya  bermanifestasi dalam berbagai bentuk.

Memang  sleep apnea sering diidentikkan dengan  tidur mendengkur dan tu hanya terjadi pada orang tua.

Apakah anggapan-anggapan itu hanya berupa mitos atau memang fakta yang sebenarnya?

Dan Anda perlu tahu  apa saja mitos dan fakta tentang sleep apnea.

Mendengkur dapat merupakan gejala dari gangguan tidur, tapi ada perbedaan besar antara keduanya.

Orang dengan sleep apnea benar-benar berhenti bernapas hingga empat ratus kali sepanjang malam dengan jeda berlangsung sepuluh sampai tiga puluh detik.

Biasanya diikuti dengan mendengus saat mulai bernapas lagi. Gangguan siklus tidur ini dapat membuat Anda lelah di siang hari.

Semua orang yang terganggu istirahatnya akan terganggu tubuh dan pikirannya.

Ketika kondisi ini tidak diobati, akan sangat mungkin menimbulkan kecelakaan kerja, kendaraan, serangan jantung dan stroke.

Jenis yang paling umum dari apnea adalah obstructive sleep apnea atau OSA. Ini terjadi ketika lidah, amandel, atau jaringan lain di belakang tenggorokan menutup aliran udara, kata Nancy Foldvary, direktur Cleveland Clinic’s Sleep Disorder.

Ketika Anda mencoba untuk menarik napas, udara tidak bisa melalui saluran yang seharusnya.

Sementara itu, kasus apnea sentral tidak sebanyak OSA. Ini terjadi ketika otak tidak selalu memberi sinyal pada tubuh untuk bernapas ketika seharusnya Anda bernapas.

Sleep apnea lebih umum terjadi setelah usia 40 tahun, tetapi semua orang dari segala usia juga bisa mengalaminya.

Anda lebih berisiko memiliki sleep apnea jika kelebihan berat badan, berjenis kelamin pria, berasal dari ras Afrika-Amerika, atau Latin. Gangguan ini juga cenderung menurun dalam keluarga.

Alkohol dapat membuat Anda mengantuk tetapi tidak akan membantu Anda mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Alkohol melemaskan otot-otot di bagian belakang tenggorokan sehingga justru jalan napas pada orang dengan sleep apnea lebih mudah tersumbat, kata Foldvary lagi. Pil tidur memiliki efek yang sama.

OSA umum terjadi pada anak-anak. Diperkirakan angka kasusnya adalah satu berbanding 10. Dalam kebanyakan kasus, gejala yang timbul bersifat ringan dan akhirnya anak berkembang dengan kondisi itu.

Tetapi, beberapa anak mungkin dapat memiliki masalah perilaku atau masalah medis yang serius karena OSA.

Ya, Anda dapat meringankan gejala apnea ketika Anda mengurangi berat badan Anda.

Jika sekarang Anda kelebihan berat badan, bicaralah dengan dokter mengenai program penurunan berat badan. Berhenti merokok juga bisa membantu meringankan kondisi sleep apnea.

Jika Anda tidur telentang, gravitasi akan menarik jaringan di tenggorokan ke arah bawah, sehingga jalan napas Anda lebih berisiko untuk tersumbat.

Tidur miring akan membantu membuka saluran tenggorokan Anda, sehingga Anda menjadi lebih mudah untuk bernapas.

Mouthpiece adalah alat terbuat dari plastik atau silikon lunak yang dipasang di gigi dan berfungsi untuk membuat susunan gigi menjadi rapi.

Dokter gigi dapat membantu Anda memilih ukuran mouthpiece yang tepat yang juga bisa berfungsi membantu menjaga jalan napas, agar tetap terbuka saat Anda tidur.

CPAP adalah singkatan dari continuous positive airway pressure atau tekanan udara positif yang berkelanjutan. Mesin CPAP menyalurkan aliran udara ke dalam saluran napas Anda.

Anda dapat menyesuaikan aliran sampai cukup kuat untuk menjaga jalan napas terbuka saat Anda tidur. CPAP adalah pengobatan yang paling umum untuk orang dewasa yang mengalami OSA berat.

Bagi sebagian orang, operasi mungkin dapat menyembuhkan OSA. Sebagai contoh, anak dengan amandel besar yang menghalangi jalan napasnya.

Dokter dapat mengangkat amandel untuk memecahkan masalah. Beberapa orang dewasa juga dapat menjalani prosedur bedah tapi hal ini belum pasti cocok untuk semua orang.

Untuk Anda tahu sleep apnea merupakan gangguan tidur yang sangat serius.

Sleep apnea berarti henti napas saat tidur. Kondisi ini bisa berlangsung berulang kali bahkan hingga ratusan kali saat tidur.

Kelompok usia berapa pun dapat mengalami sleep apnea. Akan tetapi, mereka yang obesitas, lingkar leher besar, pria, berusia di atas 40 tahun, hingga memiliki penyakit GERD lebih berisiko sleep apnea.

Sleep apnea dapat menyebabkan organ penting, termasuk otak kekurangan oksigen. Hal ini bisa berakibat fatal dan masalah kesehatan jangka panjang.

Sayangnya, banyak orang tak sadar memiliki masalah sleep apnea.

Jika Anda sudah cukup tidur sekitar tujuh hingga delapan jam sehari tetapi masih mengantuk sepanjang hari, bisa jadi akibat sleep apnea.

Biasanya seseorang tak sadar telah terbangun beberapa kali saat tidur malam, karena henti napas saat tidur.

Sleep apnea juga bisa menyebabkan Anda sakit kepala saat bangun tidur. Bahkan, meski Anda cukup tidur sebelumnya.

Hal ini terjadi karena bagian otak kekurangan oksigen saat henti napas saat tidur.

Sleep apnea ternyata juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Ketika seseorang kurang tidur karena sleep apnea, nafsu makan dapat meningkat.

Mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, hingga perubahan suasana hati bisa jadi tanda sleep apnea.

Komentar