Siapa Bilang Pria Banyak Terkena Stroke!

Penulis: Darmansyah

Jumat, 31 Oktober 2014 | 12:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Adalah kesalahan besar menyatakan lelaki atau pria lebih banyak terserang stroke di banding dengan wanita. Pendapat bahwa pria lebih banyak sebagai pasien stroke, menurut situs “female first,” adalah kuno.

Kini, seperti ditulis “female first,” dalam edisi terbarunya, wanita terkena stroke sudah melebihi angka yang dimiliki oleh lelaki. “Sekarang zaman semakin modern. Semakin banyak orang terserang penyakit stroke mendadak. Dan yang terbanyak itu adalah wanita,” tulis situs yang mengamati kecenderungan penyakit perempuan itu.

Bahkan pada Hari Stroke Dunia tahun ini terungkap, stroke membunuh tiga kali lebih banyak perempuan. Dan penyakit ini, merupakan penyebab utama kematian ketiga bagi perempuan di Inggris.

Lalu, bagaimanakah menjaga kesehatan agar terhindar dari stroke?

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko besar stroke dan merupakan masalah yang umum, mempengaruhi sekitar sepuluh juta orang di Inggris. Seringkali, stroke tidak memiliki gejala, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui adanya risiko itu harus rutin melakukan pengecekan tekanan darah Anda.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan tidak segera diobati, hal ini bisa meningkatkan risiko Anda mengalami stroke.

Seperti dilansir Female First, Asosiasi Stroke mendorong semua masyarakat di dunia untuk terus waspada mencegah penyakit ini dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara teratur.

Stroke dapat dicegah melalui manajemen gaya hidup. Dr. Dale Webb, direktur Penelitian dan Informasi di Asosiasi Stroke menjelaskan, “Setiap tahun ada sekitar seratus lima puluh dua ribu penderita stroke di Inggris.

Stroke dapat menyerang siapa saja pada usia berapa pun, termasuk anak-anak dan bayi. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko terbesar untuk dikendalikan. Stroke, tidak memiliki gejala dan dapat mempengaruhi orang-orang dari semua latar belakang dan gaya hidup.”

“Stroke bisa menghancurkan hidup seseorang. Dan banyak penderita stroke yang baru sembuh dari salah satu pengalaman yang paling menakutkan dalam hidup mereka menghadapi tantangan tambahan, menjadi tunanetra. Hal ini secara dramatis dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat dan kepercayaan dirinya,” ujarnya.

Dan kini, kondisi perkembangan kesehatan mata pada penderita stroke perlu dipantau. Sebab, semakin banyak mereka yang menderita stroke mengalami masalah kebutaan.

Hingga enam puluh persen dari penderita stroke akan mengalami masalah penglihatan, namun satu dari tiga penderita stroke tidak menghiraukan hal ini. Melalui tes mata, dokter mata pun mampu mengidentifikasi indikator peningkatan tekanan darah, yang merupakan risiko stroke terbesar.

Sebuah studi terbaru menemukan pemicu wanita lebih banyak menderita stroke adalah akibat minum softdrink diet.

Studi terhadap wanita itu menemukan ada hubungan kuat antara konsumsi soda diet dalam jumlah besar dan penyakit sitroke dan jantung pada wanita. Selain risiko jantung dan stroke, wanita yang minum soda diet dua kali sehari lima puluh persen lebih berisiko meninggal dunia terkait masalah jantung lainnya.

Profesor Peter Weissberg , direktur medis di British Heart Foundation, seperti dikutip dari Female First mengatakan, “Studi observasional pada wanita pasca-menopause di Amerika menemukan ada hubungan antara minum dua minuman diet per hari dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi temuan tidak konklusif dan tidak berarti bahwa minuman diet menyebabkan penyakit jantung.”

Dari temuan tersebut, peneliti menyarankan agar wanita mengurangi asupan gula dan minuman diet berlebihan.

Minuman diet cenderung populer pada mereka yang kelebihan berat badan dan penderita diabetes. Kedua konsisi ini berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Peneliti utama Dr Ankur Vyas mengatakan “Kami hanya menemukan hubungan, jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa minuman diet menyebabkan masalah jantung. Diperlukan riset pada kelompok yang dapat memastikan minum soda diet benar-benar menyebabkan penyakit jantung.”

Komentar