Sering Pipis Malam Hari? Mungkin Nokturia

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 April 2017 | 10:20 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak di antara Anda yang masih belum menemukan jawaban kenapa satu dari tiga orang dewasa berusia di atas tiga tahun seringkali terbangun di malam hari karena buang air kecil

Bukan hanya sekali atau dua kali. Malah bisa lebih dari itu

Untuk Anda tahu, kondisi ini disebut nokturia

Bersamaan dengan  bertambahnya usia sangat mungkin keinginan buang air kecil di malam hari menjadi semakin sering.

Masalahnya, nokturia bisa mengganggu kualitas tidur, menyebabkan stres, mudah marah hingga merasa kelelahan di siang hari.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab nokturia, diantaranya sleep apnea, diabetes yang tak diobati, masalah jantung, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, konsumsi alkohol, konsusi kafein, ataupun karena terlalu banyak minum air.

Baru-baru ini, para ahli telah mengidentifikasi konsumsi garam berlebih sebagai potensi pemicu lain.

Sebuah studi baru yang dipaparkan di Asosiasi Eropa Urologi menunjukkan, bahwa Anda dapat memangkas risiko ini hanya dengan membatasi asupan garam.

Para peneliti merekrut tiga ratusan orang dewasa Jepang yang rata-rata mengasup antara sembilan hingga dua belas  gram garam sehari dan juga bermasalah dengan tidur.

Perlu diketahui, jumlah tersebut melebihi batas atas American Heart Association .

Pola makan di Jepang memang cenderung tinggi garam.

Tapi dengan semua makanan olahan Amerika, tentu asupan garam masyarakat Amerika pun tak berbeda jauh.

Selama dua belas minggu, dua pertiga dari peserta mengurangi konsumsi garam mereka

Dan sisanya meningkatkan asupan garam

Seperti yang diperkirakan, mereka yang meningkatkan asupan garam buang air kecil lebih banyak di malam hari dibanding sebelumnyai.

Sebaliknya para peserta yang mengurangi asupan garam buang air kecil lebih jarang di malam hari.

Pemimpin penelitian Dr Tomohiro Matsuo, seorang urolog di University of Nagasaki, mengungkapkan bahwa asupan garam berlebih dapat memperburuk nokturia.

“Pasien dengan asupan garam yang berlebihan, cenderung merasa lebih haus dan minum lebih banyak cairan,” katanya.

“Akibatnya, jumlah cairan berlebih dapat menyebabkan poliuria – kelebihan produksi urin – atau edema umum, yang berarti retensi cairan dan pembengkakan di seluruh tubuh,” jelas Matsuo.

Penelitian terbaru ini adalah yang pertama menunjukkan dampak signifikan dari konsumsi garam berlebih.

“Buang air kecil di malam hari adalah masalah yang sangat mengganggu bagi banyak orang, apalagi seiring bertambahnya usia.”

“ Mengubah pola makan dengan mengurangi asupan garam secara signifikan mengurangi frekuensi pipis, sehingga kualitas hidup pun meningkat,” kata Matsuo.

Sering buang air kecil dianggap hal yang wajar, karena sebagai efek terlalu banyak minum sebelum tidur.

Namun hati-hati, terlalu sering ke toilet di tengah malam juga bisa menjadi gejala penyakit, khususnya bagi pria.

Keinginan buang air kecil yang terlampau sering di tengah malam, umumnya memengaruhi setengah dari semua pria saat menuju usia lima puluh hingga enam puluhan ke atas.

Walau kondisi tubuh sehat, pria berusia lima puluh tahun lebih berisiko mengalami pembesaran prostat yang dapat menekan uretra, menyebabkan dorongan kuat untuk buang air kecil.

Bila Anda kerap mengalaminya, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter tentang penyakit benign prostatic hyperplasia atau BPH.

BPH biasanya dapat dikendalikan dengan modifikasi gaya hidup, tetapi beberapa orang memerlukan obat-obatan untuk mengurangi gejala.

Ada kemungkinan BPH menjadi tanda kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, penyakit pembuluh darah, infeksi prostat, atau gangguan tidur.

Sehingga, bila Anda sering buang air kecil tengah malam, dan usia sudah mencapai 50 tahun, baiknya tak diabaikan.

Penanganan dokter dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit yang lebih serius terkait dengan BPH, termasuk treatment hingga pengobatan yang tepat.

Komentar