Semangkok Sup untuk Meraih Ramping

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Desember 2016 | 15:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Benarkah semangkok sup bisa bikin seorang wanita ramping?

Ya,  Anda tidak boleh melupakan sup, karena menyantap semangkuk sup merupakan pilihan diet yang tepat untuk mendapat tubuh yang ramping.

Pakar gizi di New York, Cynthia Sass, mengungkapkan  sup adalah makanan rendah kalori.

Sup baik untuk dikonsumsi di siang hari untuk mendapat tubuh ideal.

“Dalam studi yang tercatat dalam jurnal Appetite, mengonsumsi sup tidak akan membuat Anda sedikit kenyang. “

“Maka itu, orang sering mengonsumsinya untuk makanan pembuka. Namun penelitian lain menunjukkan, dibanding mengonsumsi makanan padat seperti keju, kerupuk dan sabagainya, sup akan membatasi jumlah makanan yang masuk ke tubuh sehingga Anda dapat mengontrol berat badan,” ujar Cynthia seperti dilansir Health

Para ilmuwan mengatakan tekstur adalah kuncinya.

Meskipun makan sup lebih cepat membuat perut lapar dibanding makanan padat, namun sup berbeda. Kekentalannya disebut bisa menahan lapar lebih lama.

Satu penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition menyimpulkan bahwa sup bekerja lebih baik daripada mi rebus. Dan tidak seperti smoothie, sup lebih mudah dicerna.

Hanya ingat bahwa menenggak semangkuk sup dan kemudian makan pizza, atau es krim mungkin tidak akan secara ajaib mengecilkan perut Anda.

Pada umumnya sup berisi sayuran seperti wortel, buncis, kapri, tomat ditambah dengan kaldu yang berasal dari daging sapi atau ayam.

Ternyata dibalik kelezatan sajian berkuah ini tersimpan formula super untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita.

Suguhan yang sesuai kondisi cuaca atau kesehatan Anda ini sungguh menggoda. Apalagi jika dihidangkan dengan kondisi sup yang masih panas, pasti akan menjadi salah satu pilihan untuk menghangatkan tubuh.

Istilah terapi sup  atau soup therapy yang  mungkin kedengaran agak asing di telinga Anda.

Hal ini karena sup biasanya hanya digunakan sebagai makanan, bukan untuk pengobatan.

Akan tetapi, menurut pakar kesehatan alternatif dan juga penulis buku popular Secrets of Longevity, Dr. Maoshing Ni, efek penyembuhan dari sup membuat makanan yang dikenal efektif mengusir flu ini pantas dijadikan sebagai salah satu terapi pengobatan.

Apa saja manfaat sup?

Berikut uraiannya untuk Anda. Turunkan berat badan, angka obesitas terus meningkat yang peningkatannya diiringi dengan semakin banyaknya kasus penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes.

Anda bisa mencegah hal ini dengan mengonsumsi semangkuk sup setiap hari. Sup bernutrisi dan rendah garam, menurut Ni, berfungsi memenuhi nutrisi tubuh dan mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh.

Sup ditujukan untuk kolesterol tinggi Anda pasti tahu kolesterol tinggi memicu datangnya serangan jantung.

Diet rendah lemak dan sarat serat amat baik untuk menurunkan kadar kolesterol. Tetapi para ahli gizi mengungkapkan bahwa ada bahan makanan yang lebih baik lagi untuk menurunkan kolesterol dalam darah, yaitu kacang kedelai.

Tempe merupakan serat yang bagus untuk menurunkan lemak. Namun Anda pasti tak suka kalau harus makan tempe sepanjang zaman, kan? Nah, mengapa tidak mencoba resep sup kacang kedelai yang lezat ini.

Penelitian di Prancis menyebutkan orang yang gemar menyantap sup punya bobot yang ideal dibanding mereka yang sama sekali tidak suka makan sup.

da sup yang pas untuk menurunkan kelebihan berat badan. Anda pasti belum pernah mendengar sup kol untuk diet, kan?

Tetapi para pakar di Amerika percaya ini bisa jadi makanan diet yang luar biasa. Sup ini rendah lemak dan kalori. Jadi, meski punya khasiat yang luar biasa, jangan pernah membuat sup dari krim, keju, atau santan kalau Anda kelebihan berat badan.

Sampai saat ini para pakar kesehatan masih percaya, kebanyakan garam dapat memicu naiknya tekanan darah.

Karena itu mereka yang kebetulan memiliki “darah tinggi” sangat dianjurkan mengurangi garam. Sayangnya anjuran ini seringkali tidak diindahkan karena masakan tanpa garam tidak menggiurkan. Padahal meski tanpa garam, masakan bisa dibuat lezat.

Misalnya, dengan menambahkan bumbu dedaunan atau rempah-rempah bahkan air jeruk lemon, atau mustard kalau Anda suka masakan gaya Barat. Nah, inilah sup tomat yang lezatnya, tetapi bebas garam.

Untuk meredakan gejala demam dan flu, orang sering menggunakan vitamin C.

Meski tidak ada bukti yang bisa menunjukkan bahwa diet sarat vitamin C dapat mengurangi gejala flu, toh, para dokter selalu menyarankan penderita flu untuk makan banyak jeruk.

Padahal kata ahli, cabai jenis red pepper mengandung 3 kali lebih banyak vitamin C ketimbang jeruk. Kadang cabai yang mirip paprika, tetapi lebih kecil dan berbentuk bel ini, juga ada di Indonesia.

Komentar