Sekali Lagi Tentang Diet Ketogenik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 Desember 2016 | 08:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Diet ketogenik?

Ya. Sekali lagi kita menulis tentang diet yang paling di cari di situs terkenal Google ini.

Dan untuk juga diketahui  diet ketogenik masuk dalam sepuluh jenis diet yang paling banyak dicari sepanjang tahun ini

Sebelum menukilkannya Anda perlu tahu,  seperti apakah metode diet ini?

Ketogenik adalah pola diet tinggi lemak dan sedang protein, serta kandungan karbohidrat sangat rendah yang diberikan untuk mengobati penderita epilepsi dan penyakit lainnya, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Nama ketogenik mengacu pada peningkatan produksi keton di dalam tubuh sebagai hasil dari diet khusus ini.

Keton adalah tiga senyawa yang terbentuk saat metabolisme lemak dan biasanya dikeluarkan melalui urine.

Kadar keton tinggi yang tidak normal disebut ketosis, dan kondisi ini adalah tujuan dari diet ketogenik.

Ketosis diyakini dapat membantu mengontrol frekuensi dan tingkat keparahan serangan epilepsi, meskipun alasannya belum sepenuhnya dipahami.

Dalam diet ketogenik, tujuh puluh hingga sembilan puluh persen kebutuhan kalori harian dipenuhi dari lemak, enam hingga dua puluh persen dari protein, dan konsumsi karbohidrat tak lebih dari lima persen.

Pada awalnya metode diet ini ditujukan untuk mengontrol serangan kejang pada epilepsi. Hal itu terjadi sebelum ditemukannya obat untuk kejang.

Walau begitu, diet tersebut juga banyak diterapkan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Target diet ini adalah mencapai ketosis, kondisi di mana tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama dan bukan karbohidrat.

Setelah tiga sampai empat hari diet ketogenik, cadangan karbohidrat yang disebut glikogen, akan berkurang dan terjadi ketosis yang memicu penurunan berat badan.

Selain itu, secara fisik juga akan terlihat tubuh menjadi lebih ramping.

Kelebihan utama dari diet ini adalah tidak menyebabkan kita kelaparan karena pola makannya mengharuskan kita memperbanyak lemak.

Selain itu, kondisi ketosis juga membuat nafsu makan berkurang.

Beberapa penelitian menunjukkan diet ini cukup efektif. Selain itu, terjadi juga penurunan kadar tekanan darah, trigliserida, dan kadar Kolesterol baik.

Sayangnya, sebagian besar orang yang menjalankan pola diet ini tidak bisa bertahan lama.

Lemak yang dianjurkan dalam diet ini tentunya adalah lemak yang sehat, misalnya daging, telur, minyak nabati, minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, dan sebagainya.

Dengan hanya mengonsumsi lima puluh gram karbohidrat dalam satu hari, tentu pilihan makanannya menjadi terbatas. Untuk sarapan misalnya, mungkin kita hanya bsia mengasup satu telur dengan sayuran rendah kalori dan alpukat.

Sementara itu makan siang bisa berupa salad dan balsamic vinegar sebagai dressing, serta potongan ayam. Untuk camilan, kita bisa mengonsumsi kacang-kacangan.

Konsumsi karbohdirat yang sangat rendah diketahui bisa mengubah mood. Beberapa orang juga mengeluhkan sulit tidur dan mudah tersinggung.

Mereka juga jadi terobsesi pada makanan yang dilarang, terutama karbohidrat.

Manfaat dari diet ketogenik adalah meningkatkan kontrol terhadap serangan epilepsi tanpa membutuhkan obat antikonvulsan dalam dosis tinggi dengan efek samping terkait.

Pasien yang merespons diet ketogenik dengan baik dapat menjalani kehidupan yang hampir normal.

Perawatan secara eksperimental dengan diet ketogenik dapat memperlambat perkembangan penyakit, bahkan ketika penyembuhan sudah tidak mungkin diharapkan pada pasien pengidap amyotrophic lateral sclerosis atau gangguan lainnya.

Penting untuk dicatat bahwa diet ketogenik bukanlah pengaturan nutrisi yang dapat dilakukan sendiri.

Diet ketogenik adalah terapi yang membutuhkan pengawasan medis secara hati-hati dan pengawasan orang tua.

Pasien diet ketogenik harus diawasi oleh tim berpengalaman dalam ilmu pengobatan, yang biasanya berbasis pada pusat perawatan khusus epilepsi.

Meskipun diet ketogenik terlihat seperti cara yang lebih “alami” untuk mengontrol serangan epilepsi dibandingkan dengan obat-obatan, namun dasar dari diet ketogenik adalah pilihan makanan yang sangat tidak natural dan memaksakan tubuh untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan dengan cara yang tidak biasa.

Anak di bawah umur harus dicegah menelan secara tidak disengaja gula yang terkandung dalam obat-obatan yang mudah dibeli bebas, pasta gigi, obat kumur, atau produk serupa lainnya.

Tidak semua pasien dapat merespons diet ketogenik.

Menurut pusat pengobatan Johns Hopkins, hampir separuh dari anak-anak yang memulai diet ketogenik klasik setidaknya mengalami penurunan serangan epilepsi hingga lima puluh persen dalam waktu kurang lebih enam bulan.

Separuh dari kelompok tersebut akan menunjukkan peningkatan lebih dari sembilan puluh persen, dan sekitar lima belas persen sembuh total dari serangan epilepsi.

Banyak keluarga dapat mengurangi atau sepenuhnya menghentikan penggunaan obat antikonvulsan.

Tidak ada cara untuk memprediksi apakah anak akan merespons terhadap diet ini. Sebaiknya anak mengikuti diet selama periode enam bulan sebelum memutuskan bahwa diet ketogenik ini tidak berhasil.

Program John Hopkins melaporkan bahwa hampir separuh dari anak-anak yang memulai diet ketogenik di pusat pengobatan masih menggunakannya setahun kemudian.

Karena diet ketogenik adalah cara yang tidak alami untuk mendapatkan nutrisi, diet ini berpotensi memiliki efek samping.

Efek samping yang dilaporkan terjadi pada pasien yang menerapkan diet ketogenik klasik

Komentar