Sekali Lagi Persoalan Kesulitan Tidur

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 Februari 2016 | 11:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Insomnia?

Ya. Keslitan tidur.

Dan masalah itu adalah serius karena dampak yang ditimbulkannya bisa menyebabkan banyak “penyakit.”
Lantas, bagaimana Anda mengatasinya?

Pil tidur?

Mungkin itu jalan pintas pengobatan gangguan tidur yang kini menjadi popular.

Banyak penderita insomnia yang mulai jengah dengan gangguan yang tak kunjung berhenti.

Tapi tahukah kita, bahwa pengobatan itu tidak akan berhasil tanpa kerja sama dari diri sendiri?

Kita mungkin menerima perawatan fisik agar bisa tidur di malam hari. Sesungguhnya itu tidaklah cukup untuk menangani gangguan tidur.

Perawatan tanpa merilekskan diri tidaklah berguna sama sekali.

Penyembuhan gangguan tidur kita sering terhalang karena kita tidak memberi waktu untuk menghirup udara segar di pagi hari, terlalu sibuk bekerja, dan tidak memiliki waktu untuk diri sendiri.

Tanpa beristirahat dari kepenatan, kita akan berteman dengan insomnia seumur hidup.

Kita juga perlu berdamai dengan diri sendiri dan permasalahan yang sedang terjadi.

Masalah tidak akan terselesaikan hanya dengan terus memikirkannya. Kesehatan mental kita adalah hal yang juga perlu dijaga.

Suasana jiwa yang tidak sehat tidak akan pernah memperbaiki kualitas tidur kita.

Kalau kita jadi sering tidak tidur karena chatting, browsing,dan streaming hingga larut malam.

Lama-lama hal ini akan jadi kebiasaan yang membuat kita tidak pernah merasakan lagi yang namanya tidur nyenyak.

Kalau hal ini terus terjadi, inilah saatnya memboikot gadget kita. Cahaya dari gadget juga menurunkan kualitas produksi hormon melatonin.

Sadarilah jam tubuh kita.

Sebenarnya dua puluh empat jam dalam sehari adalah waktu yang sangat cukup untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kesenangan.

Sebaiknya jangan mengurangi dan melebihkan apa yang seharusnya dilakukan. Jika waktunya tidur, tidurlah.
Jika waktunya bekerja, bekerjalah.

Disiplin adalah kunci utama kualitas tidur yang prima.
Sederhana bukan?

Coba lebih perhatikan hal-hal yang sering diabaikan ini.

Pengobatan insomnia tidak serumit yang kita kira.

Kita hanya memerlukan sedikit perhatian untuk mengubah kehidupan fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Anda juga harus menyadari kesehatan jantung ternyata juga dipengaruhi oleh pola tidur.

Durasi tidur yang lebih sedikit dibanding yang direkomendasikan ternyata bisa menyebabkan sakit jantung di masa depan.

Salah satu penyebab mengapa jantung mudah terpengaruh oleh kurang tidur adalah karena tubuh kita mengalami tahapan psikologikal selama tidur.

Ketika tidur energi kita dipulihkan, tekanan darah turun, hormon dilepaskan, pernapasan melambat, otot-otot menjadi rileks, dan terjadi peningkatan suplai darah.

Selain itu jaringan akan diperbaiki dan bertumbuh.

“Jika kita mengorbankan waktu tidur atau kualitas tidur rendah, proses yang penting itu tidak terjadi seperti seharusnya,” kata Dr.Michael Grandner, direktur program riset tidur dan kesehatan dari University of Arizona College of Medicine.

Mereka yang durasi tidurnya sekitar enam jam atau kurang setiap malam, kualitas kesehatannya memang lebih rendah.

Mereka rentan sakit diabetes, sakit jantung, dan obesitas.

Walau begitu, orang yang tergolong tidur lama, atau tidur lebih dari sembilan jam setiap malam, ternyata tidak memiliki umur panjang seperti yang tidur tujuh hingga delapan jam.

Memang ada hari-hari tertentu di mana kita kurang tidur. Tapi bukan berarti kita akan sakit jantung atau stroke.

Risiko itu bakal meningkat pada mereka yang sehari-harinya kurang tidur.

Mereka yang kurang tidur beresiko tinggi menderita tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, serta Kolesterol tinggi. Semuanya adalah faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Komentar