close
Nuga Sehat

Sekali Lagi Luar Biasanya Manfaat Alpukat

“Daily Mail,” media terkenal Inggris, Kamis, 18 Februari 2016, di rubrik “health”nya, kembali menurunkan laporan khusus tentang temuan terbaru bahwa alpukat bahwa bisa menurunkan kadar Kolesterol jahat dalam tubuh.

Betulkah?

“Jangan ragukan,” tulis “mail mengutip hasil penelitian sebuah tim ilmuwan dari Hass Avocado Board, California

Sebelumnya memang banyak yang menyangsikan alpukat dapat menurunkan Kolesterol karena buah ini tinggi lemak.

Akan tetapi, lemak pada alpukat adalah lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan.

Sttudi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Lipidology, dan dikutip “mail,” menyatakan orang yang mengonsumsi satu buah alpukat atau setengah secara teratur per hari, menunjukkan penurunan kadar Kolesterol secara signifikan.

Makan alpukat ternyata bisa menyingkirkan low-density lipoprotein atau yang dikenal dengan Kolesterol jahat.

Para peneliti dari Hass Avocado Board, California mengatakan, dengan turunnya Kolesterol jahat, maka makan alpukat juga menurunkan berat badan dan risiko penyakit jantung.

“Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Adanya alpukat dalam menu makanan sehari-hari bisa menurunkn risiko sakit jantung,” ujar Direktur Eksekutif Hass Avocado Board, Emiliano Escobedo seperti dikutip dari Dailymail.

Tingginya Kolesterol menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular, seperti jantung merupakan penyakit yang paling banyak diderita masyarakat di dunia, baik laki-laki maupun wanita.

Direktur Nutrisi dari Hass Avocado Board, dr Nikki Ford mengatakan, alpukat adalah makanan sehat yang harus menjadi menu dalam diet seimbang.

Menurut dia, alpukat segar dapat menjadi solusi menjaga Kolesterol tetap normal.
Alpukat juga buah yang lezat dan kaya serat.

Berdasarkan penelitian leinnya, konsumsi alpukat setiap hari dapat mencegah serangan jantung.

Alpukat juga bisa bermanfaat sebagai pengganti lemak sehat dalam diet Anda.

Penelitian lain di Amerika yang melibatkan empat puluh lima orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dan hasilnya, mereka yang melakukan diet dengan alpukat memiliki Kolesterol jahat lebih rendah.

Penny Kris-Etherton, Ketua Komite American Heart Association mengatakan, sayangnya di Amerika Serikat alpukat belum populer untuk dimasukkan dalam menu makan sehari-hari.

Menurut dia, alpukat bisa disajikan dalam salad, sandwich, hingga dimakan bersama ayam dan ikan.

Dokter Kris-Etherton yang juga ahli nutrisi terkemuka di Pennsylvania State University mengatakan, buah berwarna hijau itu belum menjadi makanan utama karena cukup mahal di sana.

Selain alpukat, minyak zaitun dan kacang-kacangan juga kaya akan lemak tak jenuh.

“Kita perlu membuat orang-orang konsumsi makanan sehat untuk jantung yang mencakup alpukat dan sumber makanan kaya nutrisi dengan lemak baik,” kata dia.

Penelitian terbaru lainnya juga mengungkapkan bahwa alpukat yang dikenal sebagai mentega alami ini memiliki kandungan yang dapat melawan salah satu penyakit paling berbahaya di dunia.

Penyakit itu adalah Leukemia Mieloid Akut, salah satu jenis kanker yang menurut American Cancer Society diperkirakan akan membunuh lebih dari sepuluh ribu orang tahun lalu.

Profesor Paul Spagnuolo dari Canada mengatakan, bahwa lipid dalam alpukat yang disebut avocatin B mampu menyasar sel induk leukemia tanpa merusak sel-sel lain yang sehat.

“Ini hal yang menyenangkan untuk diteliti di laboratorium kami,” ujarnya.

“Bukan hanya avocatin B mampu menghilangkan AML, tapi tepat sasaran dan efeknya yang selektif membuat racun di dalam tubuh berkurang. Sayangnya, menurut Spagnuolo, pengobatan ini masih dalam rancangan hingga beberapa tahun lagi.”

Saat ini tidak banyak obat yang dijual di pasaran untuk AML, kanker yang bisa membuat sel induk darah menjadi abnormal, yang kemudian berkembang di dalam sumsum tulang, mendorong keluar sel-sel sehat, dan menyebabkan infeksi yang seringkali fatal.

Karena itu, diharapkan dari penelitian ini, alpukat bisa menjadi obat baru yang lebih baik untuk melawan AML.

Tags : slide