Sehatnya Bawang Putih-Bawang Merah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Februari 2015 | 10:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Bawang putih atau bawang merah? Ya, dua-duanya membawa nikmat sehat. Keduanya sama-sama memiliki khasiat yang baik bagi tubuh.

Makanya tak perlu ada “persaingan” mana yang lebih baik diantara keduanya.

Bawang merah dan bawang putih mengandung zat-zat penting yang dapat menunjang kesehatan manusia.

Sama halnya dengan bawang putih, bawang merah juga mengandung senyawa dan zat penting yang bermanfaat bagi tubuh.

Senyawa pada bawang merah merupakan senyawa polifenol dari keluarga antioksidan flavonoid. Senyawa sehat tersebut memang lebih banyak terkandung pada bawang merah daripada bawang putih.

Senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi, yang membuat menurunnya risiko kanker pada seseorang.
Penyakit artritis atau penyakit yang bersifat peradangan dapat diobati karena senyawa ini.

Bagi pria, senyawa ini juga berguna dalam meningkatkakesehatan prostat dan mencegah kanker prostat.

Selain bersifat anti-inflamasi, senyawa ini juga bersifat antihistamin alami yang dapat mengurangi reaksi alergi.

Beberapa penelitian dilakukan terhadap potensi senyawa ini, salah satunya adalah untuk melestarikan kadar kolesterol sehat dan menekan kolesterol jahat.

Senyawa ini menjadi penangung jawab adanya rasa pedas, aroma khas bawang merah, dan keluarnya gas yang menyebabkan mata berair saat bawang merah dikupas.

Sifat antimikroba dan antibakterinya dapat memerangi sel kanker.

Senyawa ini juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, seperti asma.

Selain itu, belerang juga membantu mencegah pembekuan darah, yang dapat mencegah seseorang terkena penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan pengerasan pembuluh darah arteriosklerosis

Disamping itu bawang merah mengandung berbagai vitamin dan memiliki peran penting sebagai antioksidan yang baik.

Penelitian lain juga dilakukan, bahwa bawang merah membantu mencegah gangguan usus dan lambung.
Hal itu juga berpengaruh pada tingkat konsumsi bawang merah yang tinggi dapat mencegah kanker usus dan kanker kololrektal.

Selain itu, organisme pada bawang merah dapat membantu mendorong pertumbuhan bakteri sehat dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat pada usus.

Bagaimana dengan bawang putih?

Bawang putih sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dan ini bukanlah dongeng belaka, melainkan kebenaran yang ditemukan bahwa bawang putih memang sudah ada sejak empat ribuan tahun yang lalu.

Bawang putih juga dikenal khasiatnya di beberapa negara, seperti di Yunani dan Romawi pada masa lalu.
Bawang putih digunakan untuk mengobati penyakit asma dan lepra, bahkan juga digunakan untuk mengusir kalajengking.

Sedangkan di Lebanon, khasiat bawang putih lebih dikenal untuk diet.

Seiring dengan penelitian yang dilakukan baru-baru ini, manfaat bawang putih bertambah lagi, yakni sebagai penurun kadar kolesterol.

Zat ajoene yang terkandung dalam bawang putih bersifat anti kolesterol. Selain itu, bawang putih juga diyakini dapat membantu mencegah penggumpalan darah.

Berbagai penelitian masih terus berjalan, dan salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota, yang membuktikan bahwa bawang putih dapat membantu mencegah penyakit kanker.

Bukti itu disertai dengan berkurangnya risiko terkena kanker pada orang berusia lanjut sebanyak lima puluh persen, dan itu terjadi apabila mereka mengonsumsi bawang putih secara rutin.

Hal ini juga diikuti dengan banyaknya suplemen makanan dari bawang putih yang sudah banyak beredar di pasaran dan laku keras.

Pengetahuan modern menyatakan adanya seratus jenis kandungan kimia alami dalam bawang putih yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit.

Selain itu bawang putih juga memiliki kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C, anti oksidan, besi, kalsium, karoten, kalium, selenium dan banyak lagi.

Bawang putih juga mengandung anasir asam amino alisin, penyembuh terpenting pada bawang putih.

Asam amino alisin ini mencegah akumulasi platelets pada dinding arteri yang dapat menimbulkan penyumbatan pada dinding arteri tersebut, yang akhirnya dapat membuat seseorang terkena stroke atau serangan penyakit jantung.

Komentar