Sehat Mana Jus atau Smoothhie

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Mei 2016 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda ingin meningkatkan nutrisi tubuh?

Lantas?

Pilih jus atau smoothie?

Ya. Mungkin kesan pertama kala memilih adalah keduanya serupa.

“Serupa tapi tak sama.”

Dan menurut ahli gizi dan penulis kesehatan Cynthia Sass, MPH, RD, jus maupun smoothie bisa menjadi sehat atau tidak sehat tergantung bagaimana Anda mengonsumsinya.

Smoothie umumnya merupakan campuran dari berbagai jenis bahan makanan, sehingga Anda akan mendapat manfaat sehat selain dari buah dan sayuran.

Misalnya, Anda bisa mendapatkan asupan protein dengan menambahkan yogurt Yunani atau bubuk protein pada campuran buah atau sayur.

Anda juga dapat menambahkan lemak sehat, dalam bentuk alpukat, biji chia, atau mentega almond.

Bisa juga mencampur banyak bahan makanan super lainnya untuk nutrisi yang lebih banyak, seperti jahe segar parut, bubuk matcha atau cokelat, mint segar, dan kayu manis.

Dengan kata lain, keseimbangan gizi smoothie dapat menjadi makanan pengganti atau minuman untuk memulihkan kondisi tubuh pasca olahraga berat atau pada masa penyembuhan.

Mengonsumsi smoothie sebagai minuman pendamping makan, benar-benar dapat membuat Anda menelan lebih banyak kalori dari yang Anda bakar.

Ini justru dapat mengganggu penurunan berat badan atau bahkan menyebabkan kenaikan berat badan.

Sehingga, tanpa sadar, Anda seperti mengonsumsi dua makanan sekaligus; satu berbentuk makanan, satu berbentuk minuman.

“Saya baru-baru ini kedatangan klien yang mengeluh tidak mendapat hasil penurunan berat badan, meskipun ia makan sehat dan berolahraga. “

“Ternyata, salah satu penyebab utama yang saya temukan adalah ia meminum smoothie empat ratus kalori setiap pagi, bersama dengan semangkuk oatmeal, atau sayuran dan telur dadar,” kata Sass.

Lantas bagaimana dengan jus?

Jus bisa menjadi cara yang bagus untuk mengisi kesenjangan gizi yang serius.

Misalnya, salah satu klien saya sangat tidak suka sayuran, ujar Sass, tetapi dia akan minum jus hijau setiap hari, dicampur dengan apel dan jahe untuk membuat rasanya menjadi lebih enak.

Dan untuk beberapa atlet profesional dengan jadwal sibuk, mengonsumsi buah atau sayur dalam bentuk cair memungkinkan tubuh mendapatkan nutrisi harian dengan lebih cepat.

Pada dasarnya, jus memang dapat membuat Anda lebih mudah mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jus umumnya kaya akan nutrisi, tetapi minim serat, terlebih bila Anda memprosesnya dengan juicer. Ini membuat jus kurang bisa membuat Anda kenyang, ketimbang smoothies atau buah utuh.

Jus yang rendah serat juga bisa membuat Anda kehilangan beberapa nutrisi penting dan manfaat kesehatan bagi usus.

Terlebih lagi, ketika jus dibuat dengan buah atau sayuran bergula tinggi dan masih ditambahkan dengan gula, Anda mungkin justru akan mengalami lonjakan gula darah.

Agar tetap sehat, jus bisa Anda konsumsi sebagai camilan sehat di tengah waktu makan, sebagai pelengkap nutrisi dari buah dan sayur.

Dan pastikan, hindari menambahkan gula pada jus buah.

Membuat jus buah atau smoothie menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan gizi dari buah.

Minuman ini juga kerap dijadikan pengganti makan atau camilan bagi yang ingin menurunkan berat badan.

Sayangnya, cara pembuatan yang salah justru bisa menyebabkan segelas smoothie memiliki kalori yang setara dengan sepiring nasi dan lauk.

Banyak orang yang lebih suka smoothie hijau karena dianggap lebih sehat. Tapi sebaiknya Anda juga menambahkan sedikit protein untuk menjaga energi sepanjang hari.

Beberapa sumber protein yang baik antara lain susu kedelai, bubuk protein, tahu, atau kacang-kacangan.

Minum segelas smoothie memang lebih sehat dari sepotong donat. Tapi tanpa disadari sebenarnya jumlah kalorinya cukup tinggi.

Buah merupakan sumber gula alami yang akan dicerna dengan cepat oleh tubuh, akibatnya kita pun lapar lebih cepat. Untuk mencegahnya, campurkan buah dengan sumber protein.

Komentar