Segenggam Kacang Mengusir Penyakit

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Desember 2016 | 11:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Segenggam kacang bisa mengusir penyakit?

Ya, tulis peneliti  Dagfinn Aune, dari Imperial College London.

“Kami menemukan adanya penurunan yang konsisten dalam risiko penyakit berbahaya yang berbeda, yang merupakan indikasi kuat bahwa ada hubungan yang nyata antara konsumsi kacang dan hasil kesehatan yang berbeda,” ujarnya sebagaimana dikutip media Inggris “the sun”

Orang yang makan dua puluh gram kacang panggang setiap hari, atau sekitar satu genggam, memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit berbahaya.

Makanya, jadikan kacang panggang sebagai camilan rutin untuk dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, kematian dini, diabetes, bahkan kematian akibat penyakit pernapasan

Aune menilai, ini merupakan efek yang cukup besar dari sejumlah kecil makanan. “Hanya satu genggam setiap hari,” katanya.

Untuk mendapatkan hasil ini, peneliti melibatkan puluhan orang yang rutin makan semua jenis kacang dan mempelajari efeknya pada kesehatan jangka panjang.

Kacang-kacangan dinilai mampu melawan stres oksidatif, yang menjadi salah satu pemicu kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Kacang juga kaya akan lemak tek jenuh seperti omega 3.

Zat ini mengurangi penimbunan lemak di pembuluh darah yang memicu penyumbatan pembuluh darah dan hipertensi.

Serat yang tak larut air merupakan manfaat lain dari kacang. Kacang merah dan kacang hijau memiliki kandungan serat tertinggi.

Sebuah studi ini lainnya bisa menjadi kabar baik bagi anak-anak serta remaja yang suka makan kacang—namun tanpa alergi.

Pasalnya, ngemil kacang-kacangan sebanyak tiga sampai empat kali seminggu bisa membantu menurunkan IMT seseorang, papar para peneliti dalam Journal of Applied Research on Children.

Para peneliti yang berasal dari University of Houston, Baylor College of Medicine, dan Texas Woman’s University menganalisa kenainkan berat

“Obesitas adalah masalah kesehatan yang paling serius dan perlu mendapatkan perhatian lebih hingga saat ini,” kata penulis studi Craig Johnston dalam siaran pers.

Johnston mengatakan, ngemil kacang menawarkan solusi “kreatif” dan cenderung mudah yang dapat membantu seseorang mengelola berat badan mereka, nafsu makan, dan rasa kelaparan. Selain itu, kacang merupakan makanan universal yang lebih disukai ketimbang wortel

Sementara itu, Huffington Post melaporkan bahwa sementara hampir semua kacang dapat menjadi camilan kaya lemak yang sehat, namun kacang almond dinilai memiliki manfaat kesehatan yang paling besar dengan kandungan kalori yang paling sedikit.

Sehingga, kacang almond bisa menjadi pilihan camilan sehat sehari-hari.

Selain itu menurut laman situs kesehatan “medical daily,” kacang bisa sebagai  pengganti sumber protein, seperti daging. Jawabannya adalah kacang-kacangan.

Seperti halnya daging merah, kacang-kacangan kaya akan protein dan nutrisi yang penting untuk membuat kita merasa kenyang.

Dalam penelitian, tim peneliti menanyai 28 partisipan untuk mencoba dua menu makan siang berbeda. Yang pertama adalah meatloaf atau olahan daging cincang gulung yang dibuat dari daging dan yang kedua terbuat dari kacang.

Meatloaf daging mengandung sekitar dua puluh enam gram protein dan tiga  gram serat, sementara versi kacang memberikan tujuh belas gram protein dan dua belas gram serat.

Kedua versi meatloaf ini memiliki jumlah kalori dan lemak yang sama. Setelah tiga jam makan, para partisipan mengatakan nafsu makan mereka sama.

Protein adalah zat gizi yang penting untuk menjaga otot dan tulang, memiliki sistem imun yang sehat, dan mencegah kelelahan.

Tetapi pilihan protein bukan hanya daging. Mengubah protein berbasis daging dengan kacang-kacangan ternyata memiliki efek yang sama.

The American Dietetic Association juga mengelompokkan kacang-kacangan sebagai pilihan makanan sehat untuk penurunan berat badan.

Bahkan mengasup tiga cangkir kacang setiap minggu bisa menurunkan risiko penyakit kronik seperti obesitas, kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Sebaliknya, terlalu banyak mengasup daging merah berdampak merugikan. Daging merah yang diproses, seperti sosis dan bacon, bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, tidak semua protein sama.

Protein terbentuk dari asam amino yang dibuat tubuh dengan dua cara.

Bisa dari tubuh atau dari makanan. Beberapa jenis asam amino esensial harus didapatkan dari makanan, dan protein hewani memiliki kandungan asam amino yang lengkap yang diperlukan tubuh.

Protein nabati seringkali tidak memiliki satu atau lebih asam amino esensial, itu sebabnya total mengubah asupan protein hewani menjadi nabati bisa menyulitkan. Untuk itu dianjurkan mengasup beragam jenis protein nabati.

Selain protein, kacang juga kaya akan serat yang membantu menekan rasa lapar dengan cara membuat proses pencernaan lebih lambat.

Serat juga berperan penting dalam mengontrol kadar gula dara

Komentar