Secangkir Teh dan Dampak Sehatnya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 Juni 2017 | 08:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Pilih teh atau kopi?

Mana yang lebih menyehatkan

Seperti ditulis “daily mail,” berdasarkan penelitian terbaru menyebutkan jika meminum teh dapat memicu sel darah untuk memperlambat pertumbuhan tumor.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Human Molecular Genetics belum lama ini.

Meski demikian, penelitian tersebut ditujukan kepada hanya perempuan.

Menurut penelitian tersebut seorang perempuan akan lebih beruntung ketika memilih teh untuk sarapannya daripada secangkir kopi.

Meminum teh dinilai dapat mengubah gen dalam tubuh seseorang.

Maksudnya, efek meminum teh dapat membuat mekanisme gen tertentu menjadi tidak aktif.

Dalam kasus itu, peminum teh perempuan ditemukan memiliki dua pluh delapan daerah yang dikenal memicu produksi estrogen dan tumor kanker yang mendapat metilasi DNA yang berbeda.

Metilasi DNA disebut sebagai salah satu yang memainkan peran penting dalam memerankan pengembangan hampir semua jenis kanker.

Dari hasil penelitian itu ditemukan wanita yang sering meminum teh di pagi hari dapat membantu menekan pertumbuhan tumor dan mengurangi radang tubuh hanya dengan mematikan gen tertentu.

Sedangkan untuk kopi, peneliti tidak menemukan efek yang sama.

“Sudah lama terbentuk bahwa pilihan dan senyawa makanan kita dalam makanan yang berbeda dapat berdampak pada modifikasi risiko penyakit,” ujar pakar kesehatan, Jennifer Wilder kepada Yahoo.

Sejumlah teh yang dapat digunakan sebagai pengganti kopi adalah teh hijau, teh putih, teh hijau aroma blueberi, teh olong, teh hitam, teh aroma mangga, teh Inggris, teh matcha dan yerba mate.

Meski demikian, penelitian lanjutan tetap dibutuhkan untuk memahami bagaimana perubahan epigenetik yang ditemukan mempengaruhi kesehatan seseorang. Mereka juga belum menemukan efek kesehatan teh untuk pria

“Pesan es teh nya satu.”

Dan itulah kalimat ini sering kita dengar saat berada di tempat makan.

Es teh maupun teh hangat merupakan minuman yang kebanyakan di pesan oleh orang di sini saat menikmati makanan besar.

Selain enak dan menyegarkan, minuman teh memiliki harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan minuman lain yang ada di tempat makan.

Tapi tahukah kita bahwa minum teh setelah makan itu kurang baik bagi kesehaan?

Minum teh setelah makan memiliki beberapa efek samping.

Di antaranya menghambat penyerapan nutrisi makanan oleh usus, dapat memicu munculnya penyakit anemia, dan mengurangi bioavailabilitas katekin untuk tubuh kita.

Es teh ternyata mengandung oksalat dengan konsentrasi yang cukup tinggi yang bisa memicu timbulnya batu ginjal.

Jika kita tetap ingin mengkonsumsi minuman teh kita harus tahu cara yang tepat, salah satunya yaitu minum teh dua jam setelah makan.

Apapun suasananya, teh bisa menjadi minuman yang nikmat.

Terlebih karena minuman ini bisa disediakan dalam keadaan panas ataupun dingin.

Namun manfaat yang dimiliki minuman ini jauh melebihi hanya sekedar menyegarkan. Ada banyak penelitian yang menunjukkan minum teh benar-benar bisa meningkatkan kesehatan.

Setidaknya, minuman ini merupakan minuman bercita rasa yang mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan setiap harinya.

Utamanya, banyak studi yang menunjukkan bahwa teh dapat melindungi gigi dan jantung Anda, juga dapat melindungi Anda dari kanker.

Jenis teh yang Anda minum bisa membuat perbedaan.

Semua teh non-herbal terbuat dari daun sintesis tumbuhan Camellia.

Jumlah pemrosesan daun menentukan apakah Anda akan mendapatkan teh hitam, hijau, atau oolong.

Teh hijau merupakan teh yang pemrosesannya paling minim dan cenderung memiliki kadar polyphenols yang tertinggi, dan tipe satu-satunya yang mengandung tipe polyphenol yaitu, catechin.

Karena alasan tersebut banyak penelitian hanya menggunakan teh hijau.

Beberapa teh herbal juga dikenal karena manfaat pengobatannya, termasuk melancarkan sistem pencernaan.

Ada banyak  manfaat kesehatan dari minuman teh ini:

Sebut saja peran antioksidan. Ia berperan menjaga tubuh agar tidak menjadi “berkarat” sehingga bisa membantu memperlambat penuaan serta melindungi dari kerusakan akibat polusi.

Campuran herbal tidak mengandung kafein, sementara teh tradisional memiliki kurang dari 50 persen kafein.

Artinya Anda bisa mengkonsumsi teh tanpa mendapatkan efek menjengkelkan pada sistem saraf Anda, ujar Leslie Bonci, seorang ahli gizi dan pemilik Active Eating Advice.

“Ada banyak bacaan di luar sana mengenai teh dan kesehatan jantung,” ujar Anna Ardine, manager gizi klinis pada Magee-Womens Hospital of University of Pitsburgh Medical ccanter. “Ini merupakan efek kesehatan yang mempunyai bukti terkuat.”

Bahkan, sebuah studi yang dipublikasikan pada awal tahun ini menemukan pengurangan risiko terkena serangan jantung hampir dua puluh persen, dan pengurangan resiko terkena stroke hampir tiga puluh lima persen pada mereka yang meminum teh hijau satu  hingga tiga cangkir per harinya.

Dan bagi mereka yang meminum empat  cangkir lebih mengalami pengurangan resiko terkena serangan jantung hingga tiga puluh dua persen dan level kolesterol LDL yang lebih rendah.

Penelitian tentang hal ini belum begitu kuat, ujar Ardine. Namun studi-studi yang menunjukkan efek tersebut  bergantung kepada besarnya jumlah konsumsi teh, dan yang seringkali berbentuk pil.

Data dari penelitian terbaru terhadap hewan menunjukkan bahwa teh hijau bisa mencegah pengeroposan tulang.

“Para peneliti Jepang telah menemukan bahwa teh bisa mengurangi kerontokan pada gigi,” ujar Ardine. “Teh merubah kadar pH pada mulut ketika Anda meminumnya dan karena hal tersebutlah bisa mencegah pengeroposan pada gigi.”

Lebih jauh lagi, teh tidak seperti minuman lainnya tidak mengikis enamel gigi, ujar Bonci.

Banyak studi yang menunjukkan bahwa teh bisa membuat sel-sel imun berfungsi lebih baik.

Hasil studi pada manfaat ini masih bercampur, dengan kata lain dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, ujar Bonci.

Namun, sementara itu, “Jika Anda memiliki sejarah keluarga yang kuat akan kanker dan Anda ingin melakukan segala sesuatu untuk mencegahnya, Anda bisa meningkatkan konsumsi teh Anda,” tambahnya.

“Teh herbal, khususnya chamomile, bisa sangat baik untuk orang-orang yang menderita sindrom iritasi pada usus besar karena teh hijau bersifat antispasmodic,” ujar Bonci.

“Dan teh jahe bisa meringankan mual.”

“Merupakan alternatif terbaik pengganti air sebagai minuman bebas kalori,” ujar Bonci.

“Teh memberikan banyak pilihan rasa dan macam-macam kegunaan. Anda bisa meminumnya panas atau dingin.

Dan Anda tidak perlu menambahkan apapun, walaupun mungkin Anda bisa menambahkan jahe ataupun kayu manis jika Anda menginginkannya.”

Komentar