close
Nuga Sehat

Secangkir Coklat untuk Kesehatan Jantung

Penelitian baru mengungkap, secangkir cokelat hangat setiap hari baik bagi kesehatan jantung.

Para peneliti dari Cornell University menemukan bahwa konsentrasi antioksidan dalam cokelat panas hampir dua kali sama baiknya dengan anggur merah, hampir tiga kali lebih baik dari teh hijau, dan hampir lima kali lebih kuat ketimbang teh hitam.

Studi ini juga menemukan bahwa cokelat yang disajikan hangat mampu memproduksi lebih banyak antioksidan selama proses pemanasan.

Dua studi sebelumnya yang telah diterbitkan dalam Age and the British Journal of Nutrition menemukan, bahwa orang yang rutin makan cokelat mendapatkan manfaat besar dari antioksidan flavanols yang juga bisa didapat dari kacang lezat.

Flavanols ini membuat jantung berfungsi secara optimal dan bahkan dapat membantu membalikkan efek penuaan jantung, membuat arteri lebih sehat sebagai hasilnya.

Studi yang sama juga menunjukkan, bahwa asupan rutin dari flavanol cokelat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Tapi sebelum Anda membeli cokelat hangat di kedai kopi, peneliti menekankan, untuk benar-benar mendapat hasil terbaik ini, Anda sebaiknya membuat cokelat hangat sendiri.

Dengan resep: menyeduh cokelat hitam ke dalam sedikit air panas yang ditambahkan susu rendah lemak.

Pastikan cokelat panas seratus  persen tanpa gula.

Hindari membuat cokelat panas kemasan, karena kandungannya lebih banyak susu berlemak dan gula.

Kabar baik tentang coklat juga datang dari penelitian jangka panjang University of Aberdeen di Skotlandia.

Menurut para ilmuwan, makan cokelat hari ini dapat memberi manfaat sehat bagi jantung di kemudian hari.

Penelitian yang berlangsung selama dua belas tahun dan dimuat dalam jurnal Heart ini menemukan, pecinta cokelat cenderung memiliki risiko penyakit jantung dan meninggal karena gangguan jantung, lebih rendah dibanding bukan penyuka cokelat.

“Bukti kumulatif menunjukkan bahwa semakin tinggi asupan cokelat, semakin rendah risiko kejadian penyakit kardiovaskular di masa depan,” kata penulis studi.

“Cokelat mengandung zat flavonoid dan konstituen susu seperti kalsium dan asam lemak, yang semuanya sangat berguna untuk menjaga kesehatan jantung.”

Hasil studi juga menunjukkan, tidak tampak bukti yang mendukung klaim bahwa cokelat harus dihindari oleh mereka yang ingin menghindari risiko penyakit kardiovaskular.

Flavonoid di dalam cokelat memiliki efek antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.

Semakin gelap warna cokelat, semakin tinggi konsentrasi kandungan flavonoidnya dan semakin sedikit mengandung bahan yang dapat merusak kesehatan jantung.

Selain menjaga sel dari kerusakan, antioksidan juga mampu mencegah pembentukan plak di dinding pembuluh darah arteri dan mampu menurunkan kadar Kolesterol jahat

Selain itu, cokelat juga memiliki kandungan yang bisa membantu mengurangi tingkat stres, memperbaiki suasana hati, sehingga membuat kehidupan Anda menjadi lebih bahagia. Termasuk kehidupan seks, tentunya.

Namun, pasar sering mengecoh pembeli dengan kemasan produk yang seakan menyatakan kalau semua produk cokelat itu sehat.

Nah, agar Anda tak terjebak, berikut langkah-langkah untuk mendapatkan cokelat yang kaya manfaat.

Food and Drug Administration ternyata belum memiliki aturan khusus tentang penggunaan istilah “dark chocolate”, sehingga setiap produsen bebas memakai istilah itu pada kemasan cokelat walau sebenarnya tidak demikian.

Dari sisi kesehatan, kelebihan cokelat hitam ketimbang cokelat putih ialah kandungan flavanols dan polifenol—antioksidan yang melawan radikal bebas yang berhubungan dengan penyakit—yang lebih tinggi.

Bahkan, gram demi gram cokelat hitam telah terbukti mengandung antioksidan yang lebih besar dari blueberry!

Sehingga untuk membedakan cokelat hitam yang asli atau tidak, Anda perlu melihat daftar persentase kakao pada label, dan Anda membutuhkan setidaknya 70 persen kandungan cokelat murni untuk bisa menuai manfaat kesehatan.

Lemak baik dalam cokelat “baik” bersumber dari cocoa butter, yang merupakan sumber asam stearat untuk jantung sehat. Di AS, produsen tidak dapat menjual cokelat, kecuali mengandung cocoa butter sebagai salah satu bahan, tetapi menggabungkan cocoa butter dengan dengan minyak murah atau emulsifier masih diperbolehkan.

Nah, agar tak terjebak “cokelat palsu”. Sebaiknya, amati apakah ada kandungan “partially hydrogenated” yang berarti lemak trans. Lemak trans sendiri telah secara langsung dikaitkan dengan penyakit jantung.

Apakah cokelat Anda bertuliskan “dutched” atau “alkalized“? Sebaiknya jangan sering-sering dikonsumsi. Kedua istilah tersebut merujuk pada cokelat olahan yang secara substansial mengurangi senyawa jantung-sehat.

Sebuah studi dalam Journal of Agriculture Food Chemistry menunjukkan bahwa kandungan flavanol pada cokelat alami sembilan kali lebih besar dari jenis cokelat olahan.

Wanita dengan riwayat serangan jantung yang makan satu atau dua porsi cokelat berkualitas tinggi per minggu, menunjukkan penurunan risiko rawat inap karena gagal jantung sebanyak 32 persen ketimbang mereka yang makan cokelat manis berkualitas rendah, menurut sebuah studi Heart Circulation.

Walau begitu, bila bicara jujur, cokelat tetap saja mengandung sejumlah kalori yang bila dimakan berlebih, juga akan menjadi bumerang bagi kesehatan. Saran terbaik, makanlah cokelat berkualitas baik yang dibungkus kecil.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Appetite, orang cenderung mengonsumsi rata-rata 41 persen lebih sedikit kalori saat ngemil makanan ringan dalam bungkus kecil.

Proses magis yang akan “menyerap” manfaat cokelat sehat, tidak terjadi di tangan Anda, atau mulut Anda; itu terjadi di usus Anda.

Menggabungkan cokelat dengan buah-buahan kaya serat dapat meningkatkan manfaat kesehatan saat diolah dan diserap oleh usus.

Tidak ada yang mengalahkan sehatnya buah segar, namun cranberry dan kacang-kacangan, terutama kacang mete dan pistachio, dapat memberikan dorongan prebiotik.