Seborrheic Dermatitis Dan Ketombe

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Maret 2017 | 11:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Gatal pada kulit kepala?

Ya, gatal pada kulit kepala memenag jarang mendapat perhatian khusus.

Padahal, kesehatan kulit kepala memainkan peranan penting dalam penampilan sehari-hari.

Menyembunyikan masalah di balik rambut tidak akan menyelesaikan persoalan.

Bagi sebagian orang masalah kulit kepala atau ketombe kerap dianggap sebagai hal memalukan ketika membicarakannya.

“Walau kondisi kulit kepala disebabkan oleh berbagai macam faktor, mereka bisa mirip satu sama lain,” kata ahli rambut dan kulit kepala, Anabel Kingsley seperti dilansir Teen Vogue.

Anabel mengambil contoh Seborrheic Dermatitis. Seborrheic Dermatitis adalah bentuk ketombe tingkat lanjut.

Orang sering salah mengira jika Seborrheic Dermatitis sama dengan psoriasis atau penyakit peradangan kulit dan ketombe biasa.

Kalau tidak dilakukan pengecekan, tidak akan diketahui secara pasti perbedaannya.

“Tiap kondisi perlu penanganan berbeda, Jadi lebih baik periksa dengan trichologist atau dokter kulit untuk diagnosis penyebab sebelum berlanjut ke pengobatan,” kata Anabel.

Ketombe biasa ditandai dengan timbulnya rasa gatal, dan ketika kulit kepala digaruk, muncul serpihan putih.

“Ketombe tidak menyebabkan inflamasi atau peradangan. Tetapi ketika kulit kepala merah dan meradang, kondisi menjadi berbeda. Ada potensi terkena saborrheic dermatitis,” jelas Anabel.

Anabel mengatakan bahwa orang yang terkena saborrheic dermatitis biasanya ditemukan serpihan seperti ketombe, tapi serpihan ini lebih lengket, agak kekuningan dan menempel pada kuilt kepala.

Dokter kulit yang berbasis di New York, Patricia Wexler setuju bahwa kondisi serpihan yang muncul bisa menunjukkan kondisi kulit kepala sseorang.

“Yang menarik dari saborrheic dermatitis adalah bagaimana kulit kepala yang sebenarnya muncul,” kata Patricia.

“Ketombe itu mudah pecah, tipis, dan ringan,” tambahnya.

Saborrheic dermatitis bisa muncul akibat pertumbuhan sejenis jamur yang berlebihan di kulit kepala, yakni malasszia furfur.

Tidak perlu panik karena jamur jenis ini biasa ditemukan secara alami di semua kulit kepala. Anabel menjelaskan jika pertumbuhannya berlebihan, akibatnya ada pemecahan sel kulit kepala yang berlebihan sehinga muncul sisik atau serpihan.

Stres, faktor hormon atau diet yang salah bisa memicu pertumbuhan berlebihan dari jamur ini, di luar faktor keturunan.

Anabel menyarankan untuk mengurangi makanan seperti produk olahan susu, khususnya keju, dan makanan pedas atau camilan kandungan garam tinggi, karena makanan-makanan ini adalah pemicu terbesarnyz.

Bnayak orang berpikir saborrheic dermatitis adalah kulit kepala yang terlalu kering karena sisik, tapi akar permasalahan sebenarnya adalah minyak.

“Karena kebanyakan orang berpikir ini adalah kulit kering dan mengakibatkan sisik, mereka lalu menggunakan minyak di kulit kepala dan berharap bisa melembabkannya. Padahal yang mereka lakukan sama saja seperti menyiram bensin ke dalam api,” kata Patricia.

Senada dengan Patricia, Anabel menjelaskan jika menggosok minyak di kulit kepala hanya akan membuat sisik menjadi lebih lengket, dan bisa menimbulkan iritasi.

“Anda seharusnya juga menghindari penggunaan produk rambut dengan wewangian di kulit kepala, karena lama-kelamaan bisa menimbulkan iritasi. Hairspray dan gel bisa meningkatkan pertumbuhan jamur,” tambah Patricia.

Anabel menyarankan untuk keramas dengan shampo harian yang mengandung anti-microbial atau anti jamur.

“Keramas membantu mengangkat akumulasi sel kulit mati,” tambahnya.

Setelah itu pakai toner dengan kandungan serupa tapi pastikan ada kandugan astringent, seperti hazel untuk menyerap minyak berlebih

Ketombe merupakan salah satu masalah rambut yang paling sering dialami dan dihindari.

Namun,, banyak orang tak paham penyebab dan cara menanggulanginya.

Banyak yang tidak tahu kalau ketombe itu terjadi karena peradangan kulit kepala, karena terlalu berminyak

Peradangan tersebut dipicu oleh produksi minyak berlebih. Hal ini dapat terjadi karena cuaca terlalu panas atau efek hormonal.

Pada saat usia remaja belasan tahun itu sedang mengalami pubertas. Produksi kelenjar minyak berlebih sehingga sering terjadi ketombe.

Jika sudah melihat bintik putih yang biasanya menempel di bahu, remaja cenderung panik. Namun, disarankan para remaja untuk tetap tenang.

Stres juga merupakan salah satu penyebab terjadinya ketombe. Hindari stres dan lakukan saja upaya lain supaya tidak berketombe.

Komentar