Sayur dan Buah untuk Penurun Darah Tinggi

Penulis: Darmansyah

Senin, 8 Januari 2018 | 10:39 WIB

Dibaca: 5 kali

Tekanan darah tinggi?

Nah, tekanan darah pada kondisi hipertensi sebenarnya masih berkemungkinan untuk bisa dikelola tanpa perlu banyak mengonsumsi obat-obatan.

Menerapkan gaya hidup baru yang lebih sehat, terutama pada pola makan sehari-hari, dapat menyeimbangkan tekanan darah secara alami.

Pada nyatanya, sebagian orang bahkan tidak tahu bahwa mereka sedang mengidap hipertensi hingga akhirnya mulai tersadar ketika mereka mengalami gangguan kesehatan pada organ tubuh tertentu.

Namun kabar baiknya, risiko hipertensi dapat diminimalkan dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan penurun darah tinggi.

Faktanya, tekanan darah seseorang yang mengonsumsi makanan kaya akan sayuran dan buah berpotensi menurunkan tekanan darah setidaknya hingga empat belas milligram

Magnesium, serat, dan kalium adalah kelompok nutrisi yang dapat membantu pengelolaan tingkat tekanan darah.

Bahan-bahan ini banyak terkandung di dalam sayur-sayuran dan buah-buahan yang mana di lain sisi turut memberikan keuntungan lain untuk tubuh karena rendah sodium.

Buah dan sayur menjadi bagian penting dari diet mengelola tekanan darah atau disebut juga dengan Dietary Approaches to Stop Hypertension  atau dikenal popular dengan DASH.

Selain buah dan sayur, diet ini juga bisa didukung oleh konsumsi kacang-kacangan, ikan, unggas, gandum utuh, dan susu rendah lemak.

Contoh buah penurun darah tinggi adalah apel, bit, tomat, pisang, anggur, melon, mangga, jeruk, jeruk keprok, stroberi, dan nanas.

Sementara sayur-sayuran penurun darah tinggi yang direkomendasikan adalah wortel, kacang hijau, kacang polong, kentang, dan bayam.

Berikut adalah contoh penerapan diet kaya sayur dan buah penurun darah tinggi berdasarkan 2000 kalori per hari yang dapat diterapkan ke dalam menu harian.

Pemilihannya bisa divariasikan antara setengah cangkir nasi/pasta, satu lembar roti, atau dua puluh delapan gram sereal kering per satu kali penyajian.

Sementara itu, jumlah penyajian yang disarankan adalah  tujuh hingga delapan porsi sehari.

Perlu diperhatikan bahwa makanan pokok yang dianjurkan adalah yang terbuat dari gandum utuh yang kaya serat dan nutrisi.

Variasikan dengan satu cangkir sayuran hijau mentah atau cukup setengah cangkir sayuran yang telah dimasak per satu kali penyajian. .

Pilihlah antara setengah cangkir buah segar atau beku, satu buah utuh berukuran sedang, seperempat cangkir buah kering, atau cukup dengan seratus tujuh puluh  gram jus buah per saji.

Penyajian yang disarankan adalah empat hingga lima porsi sehari.

Jika memilih daging merah, maka utamakan yang tanpa lemak. Jika lebih menyukai daging putih, ikan dan unggas adalah dua jenis yang disarankan.

Penyajian yang disarankan adalah dua porsi atau kurang sehari. Setiap porsinya terdiri dari sekitar delapan puluh lima  gram daging yang telah diolah.

Pilihlah antara satu sendok teh minyak sayur/margarin atau satu sendok teh mayonaise rendah lemak sebanyak  dua hingga tiga porsi per hari.

Batasi tingkat manisnya agar tidak berlebihan. Yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah jeli atau selai sebanyak kurang dari lima porsi seminggu.

Pilih sayur dan buah dengan warna yang bervariasi untuk mendapatkan nutrisi yang beragam yang seimbang juga.

Direkomendasikan untuk mengonsumsi buah penurun darah tinggi dalam bentuk utuh karena buah atau sayur yang telah diproses menjadi jus cenderung mengandung lebih sedikit serat.

Dalam diet ini pengidap hipertensi juga disarankan untuk membatasi atau berhenti mengonsumsi daging merah berlemak, daging kemasan, lemak, makanan kalengan, serta makanan yang terasa sangat manis.

Dan ada tips lain untuk menerapkan pola makan antihipertensi.

Olahraga teratur untuk mengurangi lingkar pinggang,  baca label kemasan makanan sehingga Anda dapat meminimalkan konsumsi makanan bersodium dan kurangi konsumsi minuman keras dan minuman berkafein sebisa mungkin.

Jika dirasa perlu, ada baiknya Anda mengonsultasikan teknik dan makanan untuk diet ini kepada dokter sebelum merealisasikannya.

Komentar