Sakit Mag? Awas, Ngopi Bisa Bikin Kambuh

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 September 2018 | 12:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Kopi memang menjadi salah satu minuman yang digemari banyak orang.

Selain rasanya yang nikmat, kopi juga bisa meningkatkan kinerja fisik karena kopi bekerja meningkatkan kadar epinefrin (adrenalin) dalam darah.

Apalagi kini kopi hadir dengan berbagai rasa sehingga bagi yang tak kuat minum kopi hitam pun bisa meminum kopi susu dengan takaran kopi yang lebih sedikit.

Namun tak semua orang bisa meminum kopi tanpa merasakan efek sampingnya.

Kopi mengandung asam dan juga kafein yang dapat memicu produksi asam lambung sehingga orang yang memiliki penyakit mag rentan untuk kambuh.

Selain dari kopi sendiri yang sudah mengandung kafein, faktor lain dari minum kopi dengan berbagai varian (tergantung bahan tambahan yang digunakan) mulai dari pemanis, perisa, atau tambahan kafein untuk memperkuat efek alertness

Tidak heran jika seseorang akan mengalami gangguan lambung saat minum kopi instant sedangkan saat minum kopi tubruk biasa tidak bermasalah. Itu karena tambahan dalam kopi instant ditujukan untuk memperkuat efek alertness.

Sementara untuk menjaga kesehatan, studi yang dilakukan oleh American Beverage Association dan National Coffee Assocition menjelaskan ambang batas maksimal meminum kopi dalam sehari yakni tiga gelas ukuran sedang atau 400 miligram kafein.

Namun jika sakit mag sudah kambuh, redakan dengan mengonsumsi Promag yang mengandung hydrotalcite agar sakit mag bisa diatasi dengan cepat.

Sebagian orang terbiasa minum kopi di pagi hari sebagai pendamping sarapan.

Namun kebiasaan ini sebaiknya segera dihentikan, sebelum berubah menjadi adiksi atau ketergantungan. Adiksi bisa berisiko buruk bagi kesehatan.

Dikutip dari Time health, tingkat produksi kortisol di pagi hari cenderung tinggi. Akibatnya kopi tidak memberi banyak manfaat bagi tubuh.

“Kopi atau minuman berkafein lainnya sebaiknya diminum jam 10 pagi atau antara pukul dua hingga  sore,” kata ilmuwan saraf Steven L. Miller

Kortisol diproduksi otak sebagai respon atas stres dan level gula yang rendah dalam tubuh. Hormon yang membantu tubuh selalu siap dan waspada ini membantu memulai aktivitas di pagi hari. Produksi kortisol alami sudah cukup untuk kebutuhan tubuh.

Minum kopi berisiko mengganggu siklus otak dalam memproduksi kortisol. Tubuh lebih bergantung pada kafein dalam kopi untuk merespon stres. Akibatnya otak memproduksi kortisol lebih sedikit daripada kebutuhan tubuh.

Kondisi ini berisiko menurunkan tingkat toleransi tubuh pada kafein. Dosis yang terus meningkat perlahan menyebabkan ketergantungan pada kopi, sebagai bentuk respon tubuh terhadap stres.

Dengan fakta ini, minum kopi di pagi hari harus seger a berhenti karena tidak efektif.

Bagi pecinta kopi pasti tiada hari tanpa meminumnya. Bahkan bagi sebagian orang bisa meminum kopi hingga lebih dari 3 gelas per hari.

Memang tak dipungkiri bahwa kopi memiliki sederet manfaat bagi kesehatan. Namun jika kebanyakan minum kopi, apakah seseorang bisa mengalami overdosis?

Dikutip dari Medical News Today, sangat jarang terjadi seseorang mengalami overdosis kafein gara-gara kebanyakan minum kopi. Tapi kemungkinan bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi suplemen kafein secara berlebihan.

Hal ini ditunjukkan pada jurnal ilmiah tahun ini, para peneliti mengidentifikasi sembilan puluh dua  kematian yang dilaporkan karena overdosis kafein.

Setelah diidentifikasi, peneliti meyakini bahwa sekitar sepertiga dari kematian tersebut kemungkinan adalah karena bunuh diri.

Overdosis kafein kemungkinan dihasilkan dari konsumsi suplemen kafein yang digabungkan dengan minuman energi, soda, atau ditambah dengan kopi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat  menegaskan bahwa satu sendok teh bubuk kafein setara dengan dua puluh delapan cangkir kopi. Ini menekankan bahwa produk kafein murni dapat memiliki risiko kesehatan yang cukup serius.

Kematian akibat overdosis kafein biasanya dikarenakan fibrilasi ventrikel. Kondisi ini terjadi ketika bilik jantung bagian bawah berkontraksi secara tidak teratur. Fibrilasi ventrikel dapat menghentikan detak jantung secara normal dan menyebabkan henti jantung.

Gejala overdosis kafein meliputi, detak jantung yang sangat cepat dan tidak teratur, merasa mual dan muntah, kebingungan, serangan panik, dan tubuh mulai goyah. Jika kamu mengalami beberapa hal tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter.

Komentar