Saat Kelelahan Sakitpun Mudah Datang

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Maret 2017 | 08:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Mungkin, inilah pertanyaan yang belum mendapat jawaban final dan memuaskan banyak orang,  mengapa kala kita kelelahan sakit sangat mudah datang?

Ya, itulah sebuah pertanyaan yang “menggantung” sejak lama di benak setiap insane.

Kali ini, laman situs “huffington post,” mencoba menjawabnya dengan tulisan setengah puas.

Dalam penelitian yang dilakukan ahli saraf dan pakar tidur Nathaniel Watson terungkap bahwa kurang tidur menghampat proses genetik spesifik dalam sel yang membentuk sistem imun.

“Sistem imun tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat tubuh kurang tidur,” kata Watson.

Studi yang dilakukan Watson tersebut menguatkan bukti pentingnya tidur dalam kesehatan manusia. Studi lain yang mengungkap kaitan antara kekurangan tidur dengan kondisi penyakit juga sudah banyak dilakukan.

Dalam hal tidur, yang terpenting bukan hanya kualitas tetapi juga kuantitas. Ini berlaku bukan hanya pada orang dewasa tapi juga anak-anak.

Jadi, jika tak ingin tertular flu di musim flu seperti sekarang ini, jangan hanya bergantung pada suplemen vitamin tapi perhatikan juga durasi dan kualitas tidur Anda.

Terlalu banyak aktivitas dan stres bisa mengganggu pola tidur dan akhirnya membuat kita kurang istirahat.

“Zaman sekarang, rata-rata orang dewasa memiliki waktu tidur satu setengah jam lebih sedikit, dibandingkan dengan rata-rata orang dewasa seratus tahun yang lalu,” ujar Yelena Pyatkevich, MD, direktur divisi neurologi dan klinik gangguan tidur di Boston Medical Center.

Hal ini bukan sesuatu yang bagus. Kurang tidur bukan saja menyebabkan kita lelah dan mengantuk pada siang hari, melainkan juga berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit.

Seorang ahli tidur, dr Pyatkevich dan Dianne Augelli, MD, di New York Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medicine di New York, mengungkapkan, beginilah yang terjadi pada tubuh kita jika kita kurang istirahat.

Kurang tidur, walau hanya semalam, menurut Augelli, dapat berefek negatif pada kemampuan kognisi, memori, belajar, dan pengolahan data di otak.

Kita perlu tidur sebagai bagian dari proses konsolidasi memori dan belajar. Perlu diingat, efek ini adalah efek jangka pendek.

Artinya, jika malam berikutnya Anda cukup tidur, kemampuan otak Anda akan kembali normal.

“Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menyebabkan depresi dan kecemasan,” kata Augelli.

Namun, yang menarik, kurang tidur dalam semalam tidak menyebabkan depresi secara langsung. Hari pertama tanpa tidur justru dapat meningkatkan suasana hati.

“Suasana hati meningkat mungkin karena tubuh melepas neurotransmitter tertentu dan hormon lainnya untuk memastikan bahwa satu sama lainnya terjaga,” tambah Augelli.

Namun, peningkatan suasana hati ini tidak akan bertahan lama. Setelah itu, suasana hati Anda akan mengarah ke depresi dan cemas, jika Anda masih terus kurang tidur.

Hasil sebuah studi empat tahun silam yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Cleveland dan didanai oleh produk perawatan kulit raksasa Estee Lauder menunjukkan bahwa ada korelasi antara kurang tidur dan penuaan kulit.

Kurang tidur menyebabkan munculnya keriput hingga bintik-bintik gelap pada kulit.

“Efek kurang tidur bisa muncul dalam bentuk peningkatan nafsu makan,” kata Augelli. Ketika kurang tidur, tingkat hormon ghrelin Anda meningkat.

Ghrelin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal ke otak bahwa Anda lapar.

Metabolisme yang melambat juga dapat terjadi ketika Anda tidak cukup tidur.

“Dalam jangka panjang, akan terjadi perubahan metabolisme karena tubuh Anda tidak lagi mengolah makanan yang masuk dengan cara yang sama, menciptakan resistensi insulin. Tubuh Anda akan cenderung untuk menyimpan lebih dari apa yang Anda makan, bukan diolah seperti biasanya,” ujar Augelli.

Resistensi insulin juga dapat menciptakan kondisi pra-diabetes, yang jika terus dibiarkan akan berkembang menjadi diabetes.

Tidur adalah waktu ketika tubuh kita kembali ke keadaan normal dan santai. Saat itu, tekanan darah dan denyut jantung melambat sebagai tanda tubuh sedang mengadakan perbaikan.

Kehilangan waktu tidur berarti kehilangan proses tubuh memperbaiki dirinya sendiri dan dapat menyebabkan kadar hormon stres naik, menyebabkan tekanan darah ikut naik sehingga kesehatan jantung memburuk.

Kurang tidur juga dapat menurunkan hasrat seksual dan kinerja atletik pada hari berikutnya. Sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan tidur yang cukup, jika ingin mempertahankan kinerja atletik atau kemampuan Anda berolahraga dan beraktivitas fisik.

“Sistem kekebalan tubuh Anda terganggu ketika Anda tidak cukup tidur, walau hanya satu malam,” kata Augelli.

Pyatkevich mencatat bahwa kita cenderung lemah dalam melawan pneumonia dan infeksi virus ketika kurang istirahat.

Komentar