Rutin Berlari Bisa Cegah Disfungsi Ereksi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 November 2017 | 10:26 WIB

Dibaca: 1 kali

Ada begitu banyak manfaat olahraga lari — mulai dari membakar lemak dan membentuk bentuk tubuh ideal, sampai memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa lari menyembunyikan manfaat untuk meningkatkan performa seks Anda di ranjang.

Aktivitas seksual, apapun bentuknya, bisa sangat menguras tenaga.

Tapi tidak ada yang lebih memalukan daripada “KO” duluan, terengah-engah kelelahan saat babak pertama baru saja dimulai.

Jika daya tahan jantung dan paru Anda terlalu rendah, atau lebih rendah daripada daya tahan milik pasangan, Anda tidak akan bisa mengimbangi gairah dan intensitasnya ketika di ranjang.

Lari bisa mencegah rasa malu tersebut.

Sama seperti bentuk latihan kardio lainnya, lari merangsang jantung Anda untuk bekerja dengan lebih keras, sehingga menghasilkan daya tahan jantung yang lebih kuat dari waktu ke waktu.

Semakin tinggi tingkat ketahanan jantung dan paru Anda, semakin tinggi pula performa seks Anda di ranjang.

Disfungsi ereksi adalah kondisi yang umum ditemukan pada pria, dan ini tidak selalu diakibatkan oleh sebuah penyakit kronis seperti diabetes.

Bahkan pria muda yang sehat sekalipun berisiko untuk terkena disfungsi ereksi.

Penyebab utama kondisi ini dipercaya sebagai gangguan sistem sirkulasi darah sehingga menghambat aliran darah maksimal menuju penis.

Tanpa pasokan darah yang cukup, Anda tidak akan bisa mendapatkan ereksi.

Lari melatih kekuatan arteri dan jantung sehingga mengurangi kemungkinan Anda untuk mengalami disfungsi ereksi.

Selain itu, manfaat olahraga lari lainnya adalah meningkatkan rasa percaya diri. Orang yang percaya diri akan bentuk tubuhnya akan mendapatkan pengalaman seks yang terbaik.

Jika Anda belum puas dengan performa seksual Anda, membaca penjelasan di atas mungkin akan membuat Anda tergoda untuk lari sepanjang hari dengan harapan akan memberikan kepuasan seks yang tiada banding bagi pasangan.

Sayangnya, terlalu banyak lari justru akan menyia-nyiakan manfaat olahraga lari yang satu ini.

Lari berlebihan dipercaya mengurangi testosteron, hormon yang bertanggung jawab atas fungsi alat kelamin pria.

Kadar testosteron rendah menyebabkan berkurangnya gairah dan performa seks yang buruk. Selain itu, ketidakseimbangan hormon bisa merugikan fungsi banyak organ tubuh, yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Dua atau tiga sesi lari per minggunya sudah cukup untuk membantu Anda memperbaiki performa seksual yang Anda impi-impikan selama ini.

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari sesi lari Anda, disarankan bagi Anda untuk banyak beristirahat setelah lari dan jangan memaksakan diri.

Perlu diingat juga bahwa kondisi tubuh masing-masing orang berbeda, sehingga tidak ada patokan untuk berapa kali harus berlari supaya mendapatkan kehidupan seksual yang lebih baik.

Tergantung pada tingkat kebugaran dan kondisi kesehatan Anda, rancang sendiri rencana lari milik Anda. Lari haruslah menyenangkan dan membuat Anda santai.

Jika Anda merasa terlalu kelelahan dan pegal setelah lari, mungkin Anda lari dengan cara yang salah.

Komentar