Rokok Lemahkan Gen Pelindung Arteri

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Mei 2017 | 14:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Kabar buruk mendatangi lagi para perokok.

Kali ini datang dari tim peneliti di AS yang  mengungkapkan kebiasaan merokok bisa  meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah sebagai akibat lemahnya sebuah gen.

Dalam jurnal Circulation, dijelaskan bagaimana merokok dapat membuat tumpukan plak sehingga membuat kaku pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.

“Ini merupakan langkah pertama terbesar dalam rangka memecahkan teka-teki interaksi lingkungan gen yang mengarahkan ke penyakit jantung koroner,” ungkap Danish Saleheen, penulis makahal sekaligus asisten profesor biostatistik dan epidemiologi the Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania.

Para peneliti mengumpulkan data lebih dari seratus empat puluh ribu orang yang didapat dari dua penelitian sebelumnya.

Yang menjadi fokus penelitian ini adalah daerah genome yang sebelumnya diasosiasikan dengan risiko meningkatnya penumpukan plak dalam pembuluh darah jantung.

“Perubahan dalam huruf dalam DNA di kromosom lima belas, dekat gen dapat diekspresikan dengan enzim yang diproduksikan dalam pembuluh darah, diasosiasikan dengan dua belas persen penurunan risiko jantung pada orang yang tidak merokok,” jelas makalah.

“Namun, perokok dengan variasi yang sama hanya memiliki lima persen lebih rendah untuk penyakit jantung koroner, berkurang lebih dari setengah efek pelindung variasi genetik ini.”

Lanjutan penelitian laboratorium menunjukkan sel dalam pembuluh arteri dalam jantung manusia, produksi enzim ADAMTS7 merosot secara signifikan ketika sel mengandung varian DNA huruf single ini.

Percobaan lain menunjukkan jika pembuluh arteri koroner terpapar sari cair asap rokok, produksi ADAMTS7 akan bertambah ganda.

Jika para peneliti dapat menemukan cara lain untuk tinggal dalam enzim ini, dijelaskan oleh penulis makalah Muredah Reily yang menjabat sebagai direktur dari Irving Institute for Clinical and Translational Research di Columbia University Medical Center, maka mereka dapat membantu perokok dan mereka yang berisiko terkena jantung koroner.

Merokok dikenal sebagai penyebab dari satu dari lima kasus penyakit jantung koroner dan dikaitkan dengan satu koma enam juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

“Melalui penelitian genetik berskala besar ini, kita mulai mengerti variasi genetik yang jadi faktor pendorong dalam merespon paparan lingkungan atau perilaku gaya hidup tertentu,” terang Reilly.

“Tidak semua orang bereaksi sama terhadap paparan atau perilaku yang sama. Misalnya, orang yang tidak berolahraga bisa menderita diabetes, bisa juga tidak,” tambahnya.

“Jadi daripada menyarankan hal yang sama, kita bisa secara khusus melakukan intervensi pada populasi atau individu yang spesifik dan fokus pada sumber kesehatan kita secara efesien.”

Penelitian lainnya juga mengungkapkan asap tembakau meninggalkan bekas di DNA dengan mengubah sebuah kode kimia pada molekul DNA yang terkadang dapat mengubah aktivitas gen, menurut penelitian terbaru.

Beberapa dari molekular tersebut berubah kembali ke kondisi asli mereka ketika seorang perokok berhenti, tetapi beberapa molekular lainnya terus ada hingga waktu yang lama, hal itu ditemukan dalam penelitian baru itu.

Selama beberapa waktu para ahli telah mengetahui bahwa merokok dapat menyebabkan perubahan molekul DNA, tetapi mereka saat ini sedang mempelajari tentang seberapa luas perubahan tersebut, dan apa arti hal tersebut, kata penulis senior Dr. Stephanie

“Kami tidak benar-benar tahu apakah itu berarti ‘kerusakan’ pada DNA,” London mengatakan pada harian Reuters.

“Hal tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut, menggunakan data di luar apa yang kami miliki di sini. Apa yang kami katakan ialah bahwa hal itu merupakan perubahan pada DNA mu yang dapat memiliki sebuah efek menurun pada gen yang mengungkapkan pada suatu tingkatan.”

Molekul DNA memuat petunjuk tentang pertumbuhan dan perkembangan tubuh dalam bentuk gen, dan beberapa kelompok metil bersama dengan permukaan molekul – kumpulan hidrogen dan atom karbon – dapat menentukan gen yang mana yang dapat diaktifkan.

Kelompok peneliti membandingkan perokok aktif – mereka yang mengatakan bahwa mereka telah merokok setidaknya sekali dalam sehari selama setahun terakhir – dengan mantan perokok yang telah berhenti selama setahun sebelum darah mereka diambil .

Perokok aktif memiliki titik berbeda yang mengandung metil di gen mereka yang dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok.

Hal itu sesuai dengan titik yang berpotensi mempengaruhi gen , banyak dari jumlah itu mengimplikasikan berbagai macam kanker, tekanan darah tinggi dan hasil kesehatan lain karena merokok, kata kepala penulis penelitian Roby Joehanes dari Pusat Kesehatan Beth Israel Deaconess dan Sekolas Medis Harvard di Boston.

Tetapi ke penelitian di masa depan akan membutuhkan rantai lengkap dari perubahan DNA untuk pengungkapan gen yang menyebabkan penyakit, kata dia.

Hanya 185 dari titik yang mengandung metil secara signifikan masih berbeda daripada mantan perokok dan orang yang tidak pernah merokok, berdasarkan pada hasil yang nampak di Sirkulasi: Cardiovascular Genetics.

“Banyak orang berpikir bahwa setelah lima tahun kesehatanmu akan kembali seperti sebelum menjadi perokok, tetapi hal itu tidak akan terjadi,” Joehanes mengatakan pada Reuters seperti yang dikutip Daily Sabah.

“Berhenti merokok sekarang karena banyak, banyak, banyak efek dari merokok akan pergi,” kata London.

Karena banyak gen yang terlibat dalam penelitian, para peneliti tidak memeriksa perubahan individu dan kemungkinan efek kesehatan mereka, dia menambahkan.

Dalam penelitian masa depan tentang pengaruh lingkungan lain terhadap kesehatan, penggunaan DNA yang mengandung metil sebagai penanda mantan perokok akan membantu menyingkirkan tembakau sebagai sebuah penyebab yang membingungkan, kata dia.

Sudah terdapat sebuah tes yang efektif untuk mendeteksi merokok baru-baru ini, tetapi belum ada yang dapat mendeteksi aktivitas merokok yang terjadi beberapa dekade lalu

Komentar