Reguk-kan Kopi, Demensia dan Wanita

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 Desember 2016 | 10:27 WIB

Dibaca: 2 kali

Apa hubungan minum kopi dengan demensia bagi wanita?

Itulah pertanyaan yang selama ini membutuhkan jawaban pas sehingga tidak muncul keraguan bagi wanita untuk mereguk kopi

Dan jawaban itu datang dari laman situs “fox news,” yang mengutip hasil sebuah sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Jurnal of Gerontology .

Secangkir kopi, menurut “fox news,” bisa mengurangi lebih dari tiga puluh persen  risiko demensia di kalangan wanita usia lima pulhan tahun ke atas.

Dengan kesimpulan hasil studi ini  maka kuat  alasan bagi wanita untuk lebih menikmati secangkir pagi Anda

Peneliti mengumpulkan data dari enam ribuan wanita pascamenopause  dan melaporkan jumlah asupan kafein harian.

Setelah itu, peneliti melakukan penilaian tahunan tentang fungsi kognitif selama sepuluh tahun berikutnya.

Hasilnya, wanita yang mengonsumsi kafein diagnosa memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena demensia.

“Kami tidak benar-benar terkejut dengan temuan ini, sebab bukti epidemiologi telah mengarah ke hasil yang sama,” kata Ira Driscoll, Ph.D., penulis utama studi dan profesor psikologi di University of Wisconsin, Milwaukee.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan, bahwa konsumsi kopi telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti pengurangan faktor risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, serta menurunkan risiko kematian akibat kedua kondisi itu.

“Saya pikir temuan ini sangat menarik dan tentunya sesuai dengan literatur terakhir tentang efek positif dari kafein terhadap usia,” kata Michael A. Yassa, Ph.D., seorang profesor di departemen neurobiologi dan direktur Yassa Translational neurobiologi Lab di University of California, Irvine.

Dua tahun lalu, Yassa dan rekan dari Johns Hopkins University juga mempelajari koneksi otak dan kafein dan menemukan, bahwa stimulan ini mampu meningkatkan memori setidaknya hingga dua puluh empat jam setelah dikonsumsi.

Penelitian lain juga menemukan reputasi hebat  kopi  dalam melawan diabetes dan beberapa tipe kanker.

Lopi juga  tetapi juga dapat meningkatkan memori dan mengurangi stres.

Dan, menurut sebuah studi dalam World Journal of Biological Psychiatry, kopi hitam benar-benar dapat meningkatkan harapan hidup pasien depresi.

Para peneliti Harvard menganalisis data dari dua ratus ribu orang dengan berbagai tingkat stres dan depresi dalam tiga survei nasional yang berbeda.

Setiap empat tahun, mereka menganalisa berapa banyak kopi dan bentuk lain dari kafein yang peserta konsumsi.

Peneliti menemukan, orang yang minum antara dua hingga empat cangkir kopi hitam per hari hanya memiliki setengah kemungkinan untuk meninggal akibat bunuh diri.

Para penulis mencatat bahwa ini merupakan manfaat kafein, karena orang-orang yang minum kopi tanpa kafein tidak mengalami manfaat ini.

Bahkan, jika seseorang tidak berisiko untuk bunuh diri, temuan ini memang membuktikan bahwa kopi dapat mengurangi gejala depresi, dengan cara memicu pelepasan endorfin yang mirip dengan obat antidepresan.

Hasil studi Harvard lain juga menemukan, bahwa perempuan memiliki risiko lima belas persen lebih rendah untuk mengembangkan depresi ketika mereka minum setidaknya dua cangkir kopi per hari dan dua puluh persen lebih rendah ketika mereka minum setidaknya tiga cangkir kopi.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO  mengeluarkan maklumat terbaru tentang  tak terbukti sifat karsinogen kopi dalam  memicu kanker.

Dalam penelitian yang mereka lakukan, tidak cukup bukti yang menunjukkan kaitan kopi dengan kanker.

Pada beberapa penelitian, kopi memang termasuk dalam minuman yang dianggap memicu kanker. Namun, bukti-bukti terbaru menyanggah hasil penelitian terdahulu.

Walau begitu, International Agency for Research on Cancer dalam laporan terbarunya menyebutkan minuman panas, apa pun itu, berpotensi memicu kanker.

Di beberapa negara, meneguk minuman panas memang hal yang biasa.

Dana Loomis, dari bidang program IARC yang mengelompokkan zat karsinogen mengatakan, ada kaitan tidak biasa antara kanker esofagus di negara-negara yang penduduknya biasa mengonsumsi minuman panas.

“Minuman panas kemungkinan menyebabkan cidera termal di tenggorokan sehingga lama kelamaan memicu pertumbuhan tumor. Tapi bukti ilmiahnya memang sedikit,” katanya.

Pakar yang lain mengatakan, masih banyak faktor risiko kanker lain yang harus lebih diperhatikan dari pada takut mengonsumsi makanan atau minuman panas.

“Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol lebih signifikan mengurangi risiko kanker dari pada suhu minuman kita,” kata Dr.Otis Brawley, kepala bagian medis dari American Cancer Society.

Komentar