Ngopi Bisa Menjauhkan Anda dari Prostat

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 November 2018 | 13:12 WIB

Dibaca: 1 kali

Sejalan dengan bertambahnya usia seorang pria, prostat yang semula berkelakuan baik pelan-pelan dapat berubah menjadi kelenjar pembawa derita karena menjadi mudah terinfeksi dan terkena penyakit, termasuk kanker.

Meski begitu, banyak ahli percaya kita bisa mengurangi kemungkinan dan memperkecil risiko penyakit tersebut lewat perubahan pola makan dan gaya hidup.

Para ahli dari Harvard Medical School dalam presentasinya di konferensi American Association for Cancer Research di Houston, AS, mengatakan bahwa pria yang rutin minum kopi risikonya terkena kanker prostat berkurang hingga enam puluh persen bila dibandingkan dengan pria yang tidak minum kopi.

Meski para ahli menyatakan masih terlalu dini untuk merekomendasikan para pria agar mulai minum kopi, hasil studi tersebut cukup meyakinkan.

“Faktor gaya hidup telah terbukti secara konsisten berkaitan dengan risiko kanker prostat, oleh sebab itu sangat melegakan bila hasil studi ini diperkuat dengan studi lainnya,” kata Kathryn M Wilson, Ph D, dari Channing Laboratory, Harvard Medical School.

Dalam studinya, Wilson menganalisis informasi dari hasil studi Health Professionals Follow-Up Studi yang melibatkan lebih dari 50.000 pria peminum kopi mulai dari tahun 1986 hingga 2006. Selama masa studi tersebut, 4.975 pria mengalami kanker prostat.

Berdasarkan analisis studi, diketahui pria yang mengonsumsi kopi cukup banyak (lebih dari enam cangkir per hari) memiliki risiko 59 persen lebih rendah terkena kanker prostat agresif atau fatal dibandingkan dengan nonpeminum kopi.

Namun, peneliti studi ini menekankan bahwa bukan hanya kafein yang bermanfaat untuk pencegahan kanker prostat. Studi juga menemukan pria yang minum kopi tanpa kafein juga memiliki risiko yang lebih rendah.

Menurut Wilson, kopi mengandung berbagai komponen yang penting, seperti antioksidan dan mineral yang mungkin berperan penting untuk mencegah kanker prostat.

“Kopi memiliki efek pada insulin dan metabolisme glukosa yang memegang peran penting dalam kanker prostat,” katanya.

Selain itun kopi juga dianggap sebagai minuman yang bisa memberikan manfaat kesehatan.

Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa minum kopi secara teratur bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, namun banyak masyarakat yang juga menyebut kebiasaan minum kopi mampu mencegah datangnya asam urat. Sebenarnya, apakah memang benar kopi bisa memberikan manfaat kesehatan ini?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada dua belas tehaun lalu dan melibatkan sekitar empat pu;uh enam ribu pria, dihasilkan fakta bahwa ada kaitan antara kebiasaan minum kopi dengan risiko terkena asam urat.

Para partisipan yang mengonsumsi empat hingga lima cangkir kopi setiap hari ternyata memiliki risiko terkena asam urat lebih rendah, tepatnya mencapai empat puluh persen dibandingkan dengan pria yang tidak suka minum kopi.

“Beberapa komponen di dalam kopi seperti asam klorogenat dan antioksidan bisa membantu mencegah datangnya asam urat,” ungkap salah satu peneliti, Elinor Mody dari Brigham and Women Hospital, Boston, Amerika Serikat.

Asam klorogenik dan antioksidan mampu menurunkan beberapa jenis hormon di dalam darah, termasuk insulin dan zat asam urat. Dengan kadar insulin dan zat asam urat yang lebih rendah, maka tentu tidak akan terjadi penumpukan kristal asam urat di persendian, bukan?

Hanya saja, bagi mereka yang sudah memiliki masalah asam urat, minum kopi justru dianggap bisa membuat masalah kesehatan yang diidapnya menjadi semakin memburuk. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tuhina Neogi, MD dari Boston University School of Medicine, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi kopi atau teh dengan berlebihan bisa membuat gejala serangan asam urat meningkat.

Melihat adanya fakta ini, penderita asam urat sebaiknya berkonsultai kepada dokter terlebih dahulu untuk memastikan apakah mereka boleh minum kopi atau tidak. Selain itu, mereka juga bisa memastikan seberapa banyak jumlah kopi yang aman untuk mereka konsumsi.

<antas bagaimana dengan tekanan darah rendah?

Dalam dunia medis, tekanan darah rendah disebut sebagai masalah hipotensi.

Yang menjadi masalah adalah, banyak orang yang menganggap remeh masalah kesehatan ini karena menganggap hipertensi lebih berbahaya dan mematikan.

Padahal, dalam realitanya tekanan darah sebaiknya dijaga dengan normal demi memastikan tubuh tetap dalam kondisi sehat dan bugar.

Dilansir dari laman Boldsky, salah satu cara untuk mengatasi masalah tekanan darah rendah adalah dengan mengonsumsi kopi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kafein di dalam kopi yang bisa menyempitkan pembuluh darah sehingga membuat tekanan darah meningkat secara alami.

Dengan mengonsumsi kopi yang tidak ditambahi kandungan gula atau krim, maka kita pun bisa membuat tekanan darah menjadi normal dalam waktu yang tidak lama.

Minuman lain yang bisa membantu meningkatkan tekanan darah adalah air garam.

Sebagaimana kita ketahui, garam seringkali dianggap sebagai penyebab utama masalah tekanan darah tinggi, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan karena dicampurkan di dalam makanan demi menambah kelezatannya.

Jika kita sampai mengalami masalah tekanan darah rendah, ada baiknya mencoba mengonsumsi air yang sudah dicampur dengan setengah sendok teh garam demi membuatnya menjadi normal kembali.

Jus buah ternyata juga bisa membantu mengatasi masalah hipotensi. Hanya saja, jus yang dimaksud bukanlah yang dibuat dari sembarang buah, melainkan yang dibuat dari buah bit.

Dengan mengonsumsi jus buah bit dua gelas sehari secara rutin dalam seminggu, maka kita bisa membantu mengembalikan tekanan darah menjadi normal.

Bahan makanan lain yang bisa membantu kita meningkatkan tekanan darah rendah adalah madu. Dengan mengonsumsi satu sendok madu secara rutin, maka tekanan darah di dalam tubuh bisa dikembalikan ke level yang normal.

Hanya saja, banyak orang yang masih kebingungan untuk membedakan anemia dengan tekanan darah rendah mengingat gejalanya cenderung mirip, yakni tubuh yang lemas dan kepala pusing. Jika memang ragu, ada baiknya kita memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apa penyebabnya.

Komentar