Rajin Bangun Pagi Kurangi Risiko Depresi

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Februari 2019 | 10:20 WIB

Dibaca: 6 kali

Pernah dengar wejangan nenek moyang yang bilang “bangun pagi banyak rezeki”?

Ya, bangun tidur lebih pagi membuat Anda memiliki waktu tambahan untuk bersiap menghadapi hari dibanding jika harus serba buru-buru. Ada banyak pula manfaat bangun pagi untuk kesehatan.

Menariknya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang rajin bangun pagi berpeluang lebih panjang umur daripada orang-orang yang suka bangun tidur kesiangan.

Rajin bangun pagi agar rezeki tidak dipatuk ayam. Istilah semacam itu sering kita dengar dan menggambarkan bahwa bangun tidur di pagi hari memberi peluang bagi kita untuk mendapatkan keberuntungan.

Di sisi lain, rajin bangun pagi juga mempengaruhi kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communication terbaru.

Dilansir dari Prevention, Jacqueline Lane dari Massachusetts General Hospital dalam penelitiannya, menyatakan bahwa orang yang bangun pagi pada dasarnya akan lebih sehat dan bahagia daripada mereka yang bangun lebih siang.

Lane melihat bahwa mereka yang bangun lebih awal memiliki komponen genetik yang lebih spesifik, dalam menurunkan risiko terkena depresi dan penyakit kronis.

“Individu yang cenderung lebih bahagia, adalah mereka yang tipe bangun pagi,” kata Lane dalam sebuah wawancara bersama Today.

Untuk penelitian ini, para ilmuwan menggunakan sampel populasi yang terdiri dari dua kelompok. Mereka adalah dua ratus lima puluh ribu orang di Amerika serikat dan empat ratus lima puluh ribu ribu orang di Inggris.

Lane dan rekan-rekannya menggunakan ukuran waktu tidur untuk mengevaluasi biologi sirkadian yang berkaitan dengan gen.

Mereka memisahkan kelompok tersebut ke kelompok orang yang bisa bangun pagi, serta mereka yang rajin begadang sehingga bangun terlambat. Lane dan timnya memeriksa gen para partisipan untuk menentukan hubungan gen dengan waktu bangun tidur mereka, serta kaitannya dengan kesehatan.

“Kami memperlihatkan bahwa menjadi orang yang bangun pagi terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik, tetapi tidak mempengaruhi indeks massa tubuh atau risiko diabetes,” kata Lane dalam hasil penelitian ini.

“Ada juga hubungan antara preferensi malam dan risiko skizofrenia (dan depresi) yang lebih tinggi,” tambahnya dalam sebuah wawancara.

Namun, Lane mengatakan bahwa sesungguhnya penelitian ini tidak sesederhana itu. Dia menambahkan bahwa genetika pada orang-orang yang sering tidur larut hanyalah sebagian dari dirinya.

“Ini lebih tentang lingkungan, dengan hidup yang tidak selaras terhadap jam internal Anda. Mencoba mengubah hidup dari “burung hantu” menjadi rajin bangun pagi memiliki konsekuensi kesehatan yang serius,” imbuhnya.

Namun, penelitian ini tidak ada salahnya menjadi acuan bagi orang-orang untuk mengatur tanda bangun tidur lebih awal.

“Ini mungkin menentukan kapan Anda menentukan kegiatan atau waktu sarapan Anda,” kata Lane.

Disamping itu orang yang suka bangun pagi memiliki jadwal tidur yang teratur.

Tidur cukup punya segudang manfaat. Saat Anda tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme tubuh.

Mulai dari mengatur nafsu makan, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, meningkatkan kebugaran, hingga meningkatkan energi dan fokus untuk beraktivitas keesokan harinya.

Semua fungsi metabolisme tubuh ini diatur oleh ritme sirkadian, yang bekerja mengikuti perubahan suhu dan cuaca di sekitar Anda.

Menurut Phyllis C. Zee, MD., professor Neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, bangun pagi memberikan Anda kesempatan yang lebih banyak untuk terpapar sinar matahari pagi yang menyehatkan, sekaligus membantu ritme sirkadian bekerja lebih efektif.

Ketika metabolisme tubuh bekerja dengan baik, maka tubuh mampu menjalankan berbagai fungsinya tanpa masalah.

Manfaat bangun pagi telah lama dikaitkan dengan kebiasaan makan sehat yang ikut berperan menurunkan risiko berbagai kondisi kesehatan serius, salah satunya obesitas.

Karena dengan terbiasa tidur teratur dan bangun pagi, pada dasarnya Anda jadi punya lebih banyak waktu untuk meracik sarapan sehat.

Berat badan berlebih membuat seseorang berisiko terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit tulang yang bisa menggerogoti kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian gabungan dari Harvard School of Public Health di Amerika dan University of Cambridge Inggris, obesitas dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Bahkan, rajin bangun pagi membuat Anda merasa lebih bugar dan bersemangat sehingga jadi lebih produktif selama seharian.

Dalam jangka panjang, manfaat bangun pagi terhadap mood dan kesehatan mental ini dapat menurunkan risiko Anda mengalami depresi.

Komentar