Anda Pusing Saat Berdiri? Awas Bahayanya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Agustus 2018 | 15:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda mengalamai pusing saat bangun dari tidur atau saat untuk  berdiri?

Kalau jawabannya iya, maka kemungkinan Anda mengalami tekanan tekanan darah.

Itu gejala yang umum.

Tapi menurut  studi yang terbit di Neurology,  dua hari lalu,  ada korelasi kuat antara pusing saat tiba-tiba bangun dengan risiko demensia.

Bahkan, orang dalam kategori ini juga dua kali lebih mungkin mengalami stroke di kemudian hari. Sensasi pusing saat tiba-tiba bangun atau berdiri dikenal dengan istilah hipotensi ortostatik

“Hipotensi ortostatik telah dikaitkan dengan penyakit jantung,” kata penulis utama Dr Andreea Rawlings dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dalam sebuah pernyataan dilansir IFL Science,

“Dari situ, kami penasaran apakah bentuk tekanan darah rendah ini juga berkaitan dengan masalah otak, khususnya demensia,” imbuhnya.

Gejala ini bias dimulai dari kepala terasa berkunang dan pusing setelah berdiri mendadak disebabkan oleh sebuah kondisi yang bernama hipotensi ortostatik

Dan terjadi peningkatan denyut jantung ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi ketika Anda berubah posisi, misalnya dari duduk lama atau rebahan dan langsung berdiri cepat.

Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah sensasi tubuh goyah dan jantung berdebar karena penurunan tekanan darah mendadak.

Biasanya ketika Anda perlahan bangun untuk berdiri, darah sedikit demi sedikit mengalir turun ke kaki.

Namun ketika Anda berdiri terburu-buru, gaya gravitasi bumi jadi menarik paksa sebagian besar aliran darah mengalir cepat menuju kaki dan menggenang di pembuluh darah bawah.

Bayangkan derasnya aliran air terjun. Akibatnya, otak mengalami kekurangan darah.

Untuk menyiasatinya, otak langsung memaksa jantung untuk bekerja ekstra keras memompa lebih banyak darah agar bisa disalurkan ke otak dan bagian tubuh lainnya.

Kerja jantung yang semakin keras akan meningkatkan denyut jantung. Di saat yang bersamaan juga memperketat pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah.

Mekanisme ini sebenarnya bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah seperti sedia kala.

Sayangnya, respon ganti rugi ini kadang bisa muncul terlambat atau tidak bekerja sama sekali.

Akibatnya pasokan darah ke otak tetap jauh dari kata cukup.Padahal untuk bisa berfungsi optimal, otak membutuhkan asupan darah yang cukup. Inilah sehingga kemudian memicu sensasi pusing setelah berdiri mendadak dan kegoyahan serasa ingin pingsan.

Selain itu, berdiri mendadak juga menyebabkan kebingungan, mual dan muntah, atau penglihatan kabur. Serangkaian ini bisa terjadi langsung seketika dan bertahan hingga beberapa menit setelah terburu-buru beranjak diri (terutama setelah tiduran di tempat tidur atau duduk dalam waktu lama).

Gejala ini seringnya muncul ketika Anda cepat-cepat bangkit berdiri setelah berolahraga, mengonsumsi alkohol dan/atau makan dalam porsi besar, mengalami dehidrasi ringan, memiliki tekanan darah rendah atau gula darah rendah

Ata bias juga karena  terlalu lama beraktivitas di bawah terik sinar matahari, berendam air panas, atau bersauna.

Orang tua juga rentan mengalami kondisi ini.

Kepala berkunang atau pusing setelah berdiri mendadak biasanya bukanlah suatu kondisi yang patut untuk dikhawatirkan, kata Christopher Gibbons, rekanan profesor neurologis di Harvard Medical School, dilansir dari Men’s Health.

Namun nyatanya, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa sensasi pusing setelah berdiri mendadak bisa menandakan isu kesehatan yang lebih serius.

Hipotensi ortostatik ditemukan berkaitan dengan banyak kondisi kesehatan utama, termasuk hipertensi, Parkinson, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

Pada kebanyakan kasus, sensasi kepala berkunang setelah berdiri mendadak hanya terjadi sesekali. Kalau Anda sering sekali mengalaminya, Anda harus konsultasikan lebih lanjut pada dokter.

Tekanan darah rendah mendadak setelah berdiri yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Orang dengan hipotensi ortostatik memiliki peluang hampir dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang tidak memiliki HO.

Risiko dapat meningkat. Peningkatan risiko ini akan lebih kuat pada orang usia dewasa

Keluhan ini umumnya mereda dengan cepat jika Anda kembali duduk atau berbaring. Tiduran dengan kepala yang disangga bantal juga dapat membantu meringankan gejala Anda.

Untuk mencegah hal ini, Anda harus bangkit berdiri dengan perlahan dan perlu terus mencukupi kebutuhan cairan tubuh sepanjang hari. Cairan elektrolit bisa membantu mempercepat pemulihan.

Olahraga teratur dengan intensitas ringan secara rutin juga mampu meningkatkan kekuatan otot dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi penggenangan darah di kaki.

Orang-orang yang sedang bed rest karena sakit dalam jangka waktu panjang harus mencoba duduk setiap hari dan berolahraga di tempat tidur bila memungkinkan.

Jika Anda memiliki masalah jantung dan sering mengalami pusing ketika berdiri mendadak, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Komentar