Puasa Senin-Kamis dalam Takaran Ilmiah

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 Januari 2018 | 08:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Puasa Senin dan Kamis?

Ya, bagi sebagian  orang, berpuasa terasa menyiksa.

Banyak yang tidak mampu melakukannya dengan berbagai alasan

Padahal menurut penelitian, manfaat puasa terhadap kesehatan tubuh sangat dahsyat.

Dikutip dari The Guardian, penulis terkenal tentang diet,  Amy Fleming mengungkap sejumlah fakta ilmiah tentang manfaat puasa.

Menurut Amy Fleming , ternyata ahli fisika Yunani kuno Hippocrates jugaa rutin melakukan ritual puasa.

Begitu pula Plato yang berpuasa untuk efisiensi fisik dan mental yang lebih besar. Mark Twain bahkan mengungkapkan, “Kelaparan kecil bisa memberikan banyak manfaat untuk orang-orang sakit, daripada obat-obat dan para dokter terbaik.”

“Kita selama ini lupa, dan harus kembali ke sana,” kata Valter Longo, ahli biologi dari University of Southern California. Lebih dari dua puluh  tahun, Longo telah mempelajari tentang umur panjang dan efek puasa pada organisme.

Penelitian puasa ini umumnya tidak didanai oleh organisasi yang mencari keuntungan dari orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Seperti, industri makanan atau farmasi besar.

Beberapa ilmuwan meyakini, puasa dapat mengurangi bahkan menghilangkan kebutuhan kita terhadap terhadap obat.

Penelitian tentang puasa, sebaliknya, dilakukan oleh adalah badan-badan pemerintah, atau badan amal yang melakukan penelitian kanker. Rahasia puasa membuat sejumlah pihak penasaran, bahkan ahli gizi sekalipun.

“Pada saat ini, tidak ada penelitian yang cukup berkualitas untuk menyarankan atau mempromosikan diet “

“ Tapi, jika pasien terus dimonitor saat melakukan puasa tersebut, mereka senang dengan turunnya berat badan, maka saya tidak akan mencegah hal itu,” kata Sioned Quirke, yang membuka klinik manajemen berat badan.

Seperti ditulis laman media Inggris terkenal “the guardian,”  ada banyak fakta manfaat berpuasa :

Yang menjadi dasar alasannya adalah karena Anda tidak mengonsumsi cukup kalori. Anda mulai membakar cadangan lemak setelah menghabiskan penyimpanan glikogen darurat di hati. Itu sebabnya, tidak ada gunanya melakukan puasa dengan setengah-setengah.

Beberapa bukti menunjukkan, ngidam makanan bisa dikurangi dengan berpuasa. Meskipun, topik ini sulit untuk dipelajari.

Sementara itu, Longo sudah menerapkan berpuasa setiap hari selama lebih dari lima tahun.

Dia menjalankan pola makan dengan waktu yang dibatasi. Longo hanya makan dua kali dalam waktu tiga sampai sua belas jam.

“Cara yang baik bagi saya untuk menjaga berat badan yang sehat”.

Puasa tersebut menurutnya lebih baik daripada metode lima hari manyantap makanan yang Anda inginkan, dan dua hari berpuasa. .

Menurutnya, sistem tubuh manusia lebih menyukai rutinitas sehari-hari, bukan cara ekstrem setiap beberapa hari.

Dia juga merekomendasikan tiga sampai lima hari berpuasa setiap tiga bulan.

Mark Mattson, kepala kepala laboratorium ilmu saraf di National Institute of Aging di Baltimore, memiliki kegemaran lari lintas alam dan melewatkan makan.

Dia berbicara tentang diet ketagonik. Yakni, diet tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Diet tersebut dapat mengurangi serangan epilepsi dan meningkatkan kemampuan memori.

“Di laboratorium, kami coba memahami mengapa diet ini baik untuk neuron. Salah satunya, karena tersedianya glukosa sebagai bahan bakar alternatif.

Karena meringankan stres oksidatif, puasa dapat meningkatkan kemampuan sel-sel saraf untuk memperbaiki kerusakan oksidatif pada DNA. Termasuk melindungi penuaan otak yang disebabkan oleh Parkinson dan penyakit Alzheimer.

Kabar besar lain tentang manfaat puasa berselang juga disebutkan Longo. “Puasa menyalakan sistem kekebalan tubuh,” seperti tertulis pada judul utama penelitiannya.

Diketahui, tikus yang berpuasa selama dua hari, dan beberapa pasien kanker yang berbuasa selama tiga sampai lima hari, membuat jumlah sementara sel darah putih rendah.

Namun, pada akhirnya tubuh memproduksi sel darah putih baru yang lebih segar. Dia penting bagi fungsi kekebalan tubuh.

Manfaat puasa kedengarannya sangat kuat dan meyakinkan.

“Kami meneliti monyet, tikus, dan sekarang buktinya ada pada manusia. Anda membatasi kalori yang masuk, tidak hanya memperpanjang usia, tetapi prevalensi penyakait akan turun beberapa kali lipat,” kata Longo.

Komentar