Puasa, Diabetes dan Cara Mensiasatinya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Juni 2015 | 09:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Bagaimana dengan puasa dan diabetes? Jawabannya adalah masalah. Dan caranya bagaimana cara mensiasatinya.

Yang pasti, bagi penderita diabetes, terutama yang kronis,, puasa bisa menjadi tantangan tersendiri.

Karena kondisi tubuhnya yang tidak normal, pasien diabetes harus melakukan beberapa persiapan jika tetap ingin berpuasa.

Pasien diabetes termasuk salah satu pasien yang berisiko saat menjalankan puasa. Tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali berpuasa. Dengan pengaturan minum obat dan persiapan yang tepat, pasien diabetes masih bisa tetap sehat menjalankan ibadahnya.

Idealnya, sebulan sebelum berpuasa Ramadan, pasien diabetes harus kontrol ke dokter dulu.

Kontrol sebelum bulan puasa perlu dilakukan oleh pengidap diabetes guna melihat kondisi tubuhnya.

Dokter akan melakukan observasi secara lengkap. Jika memang kondisi tubuh pasien tidak terlalu baik, dokter akan melakukan perubahan atau penyesuaian pengobatan.

Pemeriksaan yang dilakukan pun tidak hanya gula darah tapi harus kontrol menyeluruh termasuk kontrol ginjal, sistem metabolisme keseluruhan, jantung, gangguan elektrolit, dan pemeriksaan terkait lainnya.

Kemudian setelah ada penyesuaian obat, pasien harus datang lagi ke dokter. Diharapkan, sebelum berpuasa kondisi tubuhnya dalam kondisi optimal.

Jika memang kondisi tubuh pasien tidak memungkinkan atau berisiko tinggi jika tetap berpuasa, dokter biasanya akan menyarankan pasien diabetes untuk tidak berpuasa.

Ada pasien diabetes yang jika memaksa berpuasa bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

Meskipun dengan berbagai risiko mengintai banyak di antara pengidap diabetes tetap memaksa untuk melakukan puasa.
Agar tak terjadi komplikasi penyakit, mereka dianjurkan mengatur pola makan selama berpuasa.

Dan salah satu hal penting bagi pengidap diabetes saat berpuasa adalah selalu memeriksa kadar gula dalam darah.

Menjelang buka, setelah tarawih, dan saat sahur, selalu periksa kadar gula dengan glukometer. Jangan sampai terlalu tinggi, terutama setelah buka puasa.

Kadar gula darah tersebut dapat diatur dengan menjaga asupan makanan. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari.

Jangan terlalu manis, banyak lemak, dan santan. Makanan manis itu membuat gula darah naik dengan cepat, tapi tidak bertahan lama. Itu yang menyebabkan hipoglikemia.

Disarankan para pengidap diabetes mengasup makanan banyak serat.

Selain itu, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi saat sahur. Karbohidrat kompleks akan lama dicerna dan bertahan lama dalam tubuh.

Dianjurkan juga agar pasien tidak mengonsumsi buah dalam bentuk jus. Sama seperti nasi, buah juga lebih lama dicerna dibanding jus yang tidak bertahan lama. Buah membuat gula darah tidak terlalu naik.

Salah satu hal krusial yang ditekankan adalah asupan air ke dalam tubuh. Pasalnya, pengidap diabetes sudah memiliki potensi penggumpalan darah.

Komentar