Prostat Kini Menjadi “Hantu” Menakutkan

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Februari 2018 | 08:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Kanker  prostat kini menjadi “hantu” menakutkan bagi warga Inggris karena telah menapak menjadi “pembunuh” nomor tiga dalam daftar penyakit  di negara itu.

Di Indonesia, penyakit ini telah ditetapkan  jadi pembunuh nomor satu

“Kanker prostat kini jadi penyakit paling mematikan ketiga di Inggris dibanding kanker payudara,” tulis “mirror”

Kanker prostat merupakan kanker yang paling umum dialami pria.

Di Inggris sekitar empat puluh tujuh  ribu pria di Inggris didiagnosis menderita kanker prostat setiap tahunnya.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Prostate Cancer UK, sebanyak  sebelas ribu lebih  orang meninggal karena kanker itu dua tahun silam, sementara wanita yang meninggal karena kanker payudara sebanyak sebelas ribu orang.

Sampai saat ini, angka kematian untuk kanker prostat meningkat lebih dari dua puluh  persen, sedangkan pada periode yang sama angka kematian untuk kanker payudara terus menurun.

Salah satu penyebab meningkatnya penyakit ini, adanya terbatasnya upaya pengobatan.

Prostate Cancer UK mengatakan bahwa tingkat pendanaan untuk kanker prostat jauh lebih rendah dibanding dengan pendanaan untuk kanker payudara, dan itu berarti upaya untuk mengatasi kanker prostat ini tertinggal.

Bukan hanya masalah pendanaan, penelitian ilmiah mengenai kanker prostat juga menurun.

Angela Culhane, chief executive badan amal tersebut mengatakan kepada Telegraph, tidak mengherankan jika kemajuan dalam mengatasi kanker prostat tertinggal.

Padahal sampai saat ini penelitian dan perkembangan yang sudah ada bisa diterapkan pada kanker prostat. Dia yakin dengan pendanaan yang tepat dapat mengurangi angka kematian dalam dekade berikutnya akibat kanker prostat.

Lebih dari satu koma empat4 juta poundsterling juga telah diinvestasikan untuk mengembangkan perawatan pada pria yang menderita kanker prostat stadium lanjut yang diharapkan akan memperpanjang usia sembilan ribu pasien setiap tahunnya.

Selama ini banyak mitos kanker prostat yang beredar di masyarakat seringkali menyesatkan.

Semakin Anda memercayai mitos-mitos yang belum terbukti secara ilmiah ini, semakin sulit pula Anda menemukan fakta yang sebenarnya.

Yang ada, hal ini justru memperkecil peluang kesembuhan Anda dari kanker itu sendiri.

Ada berbagai mitos kanker prostat yang  tidak perlu Anda percaya

Kanker prostat memang jarang terjadi pada usia di bawah empat puluh tahun, karena salah satu faktor risikonya memang adalah usia tua.

Namun, tidak menutup kemungkinan pria usia produktif juga bisa terkena kanker prostat.

Risiko pria terkena kanker prostat di usia muda bisa meningkat karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan begadang, jarang olahraga, dan berat badan berlebih akibat pola makan yang buruk.

Sel kanker prostat yang muncul di usia produktif dapat muncul hanya seukuran kacang kenari, dan makin membesar serta menimbulkan beragam keluhan seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, pria harus tetap selalu mewaspadai faktor risiko dan mendeteksi gejala kanker prostat sejak dini.

Pria yang sering ejakulasi justru berisiko lebih rendah untuk mengalami kanker prostat.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s Health Professionals menunjukkan bahwa pria yang berejakulasi dua puluh satu kali atau lebih dalam sebulan berisiko tiga puluh tiga persen lebih rendah terhadap kanker prostat daripada pria yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali dalam sebulan.

Prostat adalah organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi air mani. Semakin jarang Anda berejakulasi, maka semakin banyak zat karsinogen yang menumpuk dalam sperma dan/atau air mani.

Berhubungan seks secara teratur justru dapat menghindari Anda dari kanker yang menakutkan bagi para pria ini.

Dilansir dari Daily Mail, aktivitas seksual memiliki efek perlindungan terhadap kanker prostat. Prostat berfungsi untuk menyusun 30 persen dari cairan mani atau sperma dan mengeluarkan cairan mani.

Bila seorang pria sering melakukan hubungan seksual, artinya banyak air mani yang keluar.

Keluarnya air mani bisa menjadi salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan prostat dari zat-zat yang tidak diperlukan dan mungkin menyebabkan penyakit dalam jangka panjang.

Mitos ini menyebabkan timbulnya keraguan pada sebagian besar pria dalam memutuskan untuk vasektomi. Ditakutkan, metode kontrasepsi permanen ini menyebabkan pria lebih berisiko terkena kanker prostat.

Anggapan ini berawal dari penelitian yang menyatakan bahwa vasektomi meningkatkan risiko tumor prostat sebesar sepuluh persen dan dua puluh persen risiko kanker prostat yang fatal.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut oleh berbagai penelitian yang lebih baru, risiko ini tidak terbukti.

Salah satunya adalah penelitian asal University of Toronto yang melibatkan hampir dua ribu pria yang menjalani vasektomi. Hasilnya hanya ditemukan  lima puluh pria yang meninggal karena kanker prostat.

Artinya, vasektomi tidak terbukti meningkatkan risiko seorang pria terhadap kanker prostat.

Berkembangnya mitos ini justru semakin memperparah keadaan.

Pada kenyataannya, kanker dikatakan sebagai penyakit gaya hidup. Mencegah kanker prostat dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjauhkan diri dari faktor risiko.

Anda disarankan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan daging merah. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi tomat dan kacang kedelai serta rajin berolahraga untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Komentar