Prostat Itu “Dosa” Lelaki

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 Februari 2013 | 11:41 WIB

Dibaca: 1 kali

“TAHU dosa bawaan lelaki,”  kata seorang dokter bergurau, di ruang prakteknya, kepada pasien lelaki memasuki “manula.”   Sang pasien bingung dan menggeleng. “Tahu prostate?” Pasien mengangguk, dan sang dokter juga mengangguk. Keduanya, kemudian tersenyum.

i pasien yang datang ke dokter spesialis penyakit dalam itu amat mafhum dengan apa yang dikatakan si dokter, karena ia datang ke tempat praktek untuk mengeluhkan radang “prostate” yang ia alami. Tak ada perasaan marah dengan si pasien. Tak ada juga perasaan bersalah bagi sang dokter. Sebab prostate memang penyakitnya lelaki. Penyakit lelaki manula.

Prostat memang penyakit lelaki. Untuk itu kewajiban bagi setiap lelaki yang memasuki usia tua untuk menjaga pola hidup, terutama pula makan.  Salah satu pemicunya adalah gorengan.  Makanan yang biasa disebut gorengan itu bisa meningkatkan risiko kanker prostat.

Penelitian  yang di”update” oleh jurnal kesehatan menunjukkan, pada pria yang mengonsumsi makanan gorengan seminggu sekali risikonya terkena kanker prostat hampir mencapai 40 persen.
Studi yang  menggunakan data 1.549 pria yang didiagnosis kanker prostat dan 1.492 pria dari kelompok kontrol dengan usia yang hampir sama didapati rajin  mengomsumsi gorengan.

Penelitian yang dilakukan di Negara Bagian  Seattle, AS,   terhadap pria yang  berusia antara 35-74 tahun menjawab  mereka rajin memakan gorengan.

Penelitian menemukan, pria yang hobi makan donat, ayam goreng, ikan goreng, dan kentang goreng setidaknya seminggu sekali lebih mungkin menderita kanker prostat dibanding dengan yang jarang makan makanan gorengan. Selain itu, risiko terkena kanker prostat dengan jenis yang lebih ganas juga meningkat.

Minyak goreng ketika dipanaskan dalam suhu tinggi akan menghasilkan komponen karsinogenik seperti aldehyde, komponen yang ditemukan di parfum, acrolein, dan zat kimia yang ditemukan dalam pembasmi hama.

Makanan yang digoreng juga meningkatkan kadar glycation endproduct atau AGEs, hasil dari rantai kimia glikasi awal, yang dikaitkan dengan inflamasi kronis atau stres oksidatif. Dada ayam yang digoreng dengan minyak selama 20 menit mengandung AGEs sembilan kali lebih banyak dibandingkan dengan dada ayam yang direbus.

Kanker prostat sendiri adalah jenis kanker yang banyak diderita kaum pria. Di Amerika, setiap tahunnya 238.000 pria terdiagnosis penyakit ini. Makanan gorengan juga dikaitkan dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker payudara, kanker esofagus, paru, dan  pancreas.

Untuk dikathui  kanker prostat adalah salah satu dari 10 penyakit tersering yang menimpa pria. Sayang, para pria kerap tidak menyadari  gejalanya, sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi. Bisa jadi ini akibat terlalu banyaknya gejala yang ada.

Para peneliti selalu mengingat  tentang gejala awal  untuk dikenali dari kanker prostat. Untuk diketahui inilah tanda-tandanya, Pertama, sulit buang air kecil atau berkemih. Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat  membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.

Kedua, nyeri saat buang air kecil. Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

Ketiga, Sering keluar darah saat buang air kecil Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.

Keempat, sulit ereksi atau menahan ereksi. Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

Kelima, darah pada sperma. Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai.

Keenam, sulit buang air besar dan ada masalah pada saluran pencernaan. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

Ketujuh, nyeri di punggung bawah yang terus menerus. Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguanKedelapan, sering ke kamar kecil di malam hari. Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

Kesembilan, kencing yang tak tuntas. Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

Kesepuluh, bagi yang berusia di atas 50 tahun resiko tinggi. Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat. (Dari Berbagai Sumber)

Komentar