Pola Makan Bisa Bikin Panjang Umur

Penulis: Darmansyah

Minggu, 22 Februari 2015 | 20:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda menjalani pola makan sehat? Lantas apa keuntungannya?

Jawabannya secara umum tentu bisa mencegah serangan penyakit.

Tapi, apakah menerapkan kebiasaan makan sehat itu sulit.

Paling tida, banyak orang menganggap bahwa menerapkan pola makan sehat adalah pekerjaan yang sulit.
Padahal bila Anda mengikuti pola yang baku tentu tak ada kesulitannya.

Misalnya. Jangan melewatkan waktu sarapan Sebagian orang percaya jika tidak sarapan dapat membantu menurunkan berat badan.

Padahala yang terjadi malah sebaliknya.

Jika tidak sarapan, tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk aktivitas di siang hari. Alhasil, Anda merasa kenyang berlebihan dan akan menghabiskan makanan dalam prosi besar saat makan siang.

Bahkan diperparah dengan ngemil makanan tinggi kalori seperti biskuit, cake, atau roti yang bisa membuat berat badan bertambah.

Selain itu cermatlah memilih makanan, terutama sayuran berwarna-warni setiap hari. Untuk setiap warna sayuran yang berbeda, nutrisinya pun juga berbeda.

Variasi sayuran yang dapat dimasukan ke dalam program diet yaitu seperti wortel, ubi jalar, paprika serta sayuran berdaun hijau seperti kubis dan sawi. Selain kaya serat untuk melancarkan pencernaan, sayuran menyediakan berbagai vitmain dan mineral penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

Beberapa jenis lemak sebenarnya baik untuk Anda. Namun, harus dengan porsi yang tepat. Minyak zaitun dan alpukat memberikan lemak baik dan bagus untuk jantung. Ikan juga memberikan manfaat ini. Bedanya, ikan mengandung lebih banyak vitamin dan mineral yang baik untuk Anda.

Semua orang menyukai makanan manis. Sayangnya, lebih banyak kerugian yang ditimbulkan daripada manfaat yang diberikan oleh makanan manis. Batasi diri Anda dari makanan yang berkadar gula tinggi. Selain memicu obesitas, makanan manis juga dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang bisa memicu diabetes.

Menghindari makanan berlemak seperti daging, keju, dan krim, selama tiga dekade dipercaya bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Tapi, kini ilmuwan menemukan banyak lemak bisa menjadi kunci hidup panjang dan sehat.

“Tidak ada hubungan langsung antara asupan lemak dan kematian akibat penyakit jantung,” kata mereka seperti dilansir Express.

“Jika saya yang bertanggung jawab dengan kebijakan kesehatan masyarakat, saya akan mengatakan makan makanan yang nyata,” kata Pemimpin Peneliti Zoe Harcombe di British Medical Journal.

Spesialis jantung juga mengatakan mengonsumsi makanan dengan lemak alami seperti kacang-kacangan dan ikan benar-benar bisa melindungi diri dari penyakit jantung.

Mereka mengatakan keluarga seharusnya menghindari makanan rendah lemak yang sering dikemas dengan gula dan ikut bertanggung jawab dengan melonjaknya obesitas.

Namun, konsultan ahli jantung Dr Aseem Malhotra mengatakan, pedoman makanan terbaru ini tak membantu masalah obesitas.

“Saya mengatakan kepada pasien saya sendiri untuk makan makanan utuh dan mengonsumsi lebih banyak lemak dari minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan, yang ada bukti mengurangi serangan jantung dan stroke.

“Saran saya hindrai segala sesuatu yang rendah lemak, yang sarat dengan gula dan makanan olaha,” kata Dr Malhotra.

Studi BMJ dilakukan oleh para peneliti dari University of the West of Scotland dan ilmuwan kardiovaskular Amerika Dr James DiNicolantonio.

Mereka melakukan uji coba dengan meneliti efek dari asuman lemak pada kesehatan jantung,

“Percobaan acak terkontrol tak menemukan hubungan antara asupan lemak dari makanan dan kematian akibat penyakit jantung koroner,” kata Peneliti Zoe Harcombe.

Komentar