Plus Minus Kesehatan Tidur Siang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 April 2014 | 08:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidur siang selain bisa mengembalikan energi,juga memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Tidur siang efektif selama dua puluh hingga tiga puluh menit, oleh banyak ahli, diyakini bisa meningkatkan “mood,”memperbaiki kinerja, dan kewaspadaan, tanpa menimbulkan rasa pening atau mengganggu jam tidur malam.

Tokoh besar di zamannya, seperti Winston Churchill, John F. Kennedy, Ronald Reagan, Napoleon, Albert Einstein, Thomas Edison and George W. Bush, membiasakan diri tidur siang sebagai interval waktu kerja..

“Memang benar tidur siang bisa mengembalikan energi, namun bukan berarti dapat membayar utang tidur malam,” kata seorang dokter ahli tidur.

Saat lelah, biasanya kita akan berusaha untuk mencari waktu tidur di sela aktivitas. Ya, tidur siang memang dapat mengurangi stres dan menambah energi. Namun, jika terlalu banyak, hal tersebut bisa berbahaya.

Menurut para peneliti dari Cambridge University, tidur siang juga merupakan tanda dari permasalahan kesehatan. Peneliti menemukan, orang yang tidur siang dengan durasi terlalu lama lebih mungkin untuk meninggal pada usia muda.

Menurut mereka, tidur siang hampir dapat dideskripsikan sebagai sains. Jika dilakukan dalam ukuran yang tepat, tidur siang dapat mengurangi rasa lelah sehingga saat terbangun tubuh akan terasa lebih segar. Namun, jika terlalu banyak tidur siang, hal itu justru kontraproduktif.

Para peneliti menyarankan agar tidur siang dilakukan tidak lebih dari tiga puluh menit. Tujuannya adalah untuk mencegah tubuh masuk ke fase tidur yang lebih dalam. Hasil studi menunjukkan, seseorang yang tidur siang lebih lama dari satu jam dalam sehari 32 persen lebih mungkin untuk meninggal pada usia muda.

Studi yang dipublikasi dalam “American Journal of Epidemiolog” ini melibatkan puluhan ribu pria dan wanita di Inggris yang berusia matang. Dari peserta tersebut, belasan ribu di antaranya menjawab pertanyaan soal kebiasaan dan durasi tidur mereka yang dikategorikan menjadi dua.

Kurang atau lebih dari satu jam. Mereka yang tidak tidur siang dikategorikan sebagai kelompok kontrol.

Setelah diikuti selama tiga belas tahun, peserta yang tidur siang lebih dari satu jam menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk meninggal karena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan.

Hubungan ini tetap ditemui setelah peneliti memasukan faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, kelas sosial, tingkat pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, depresi, penggunaan obat-obatan, tidur malam, dan tanda-tanda awal penyakit.

Meski begitu, peneliti mencatat tidak ada hubungan sebab-akibat antara keduanya. Namun, mereka menegaskan hubungan antara keduanya mungkin sangat erat.

Mereka menulis, tidur siang yang dilakukan dalam waktu lama berhubungan dengan adanya permasalahan kesehatan yang belum terdiagnosis. Alasannya, orang yang mengalami permasalahan kesehatan umumnya cepat lelah dan mengantuk.

Menurut para ahli, tidur siang sendiri terdiri atas tiga tipe.

Tipe pertama disebut dengan “Planned napping / preparatory napping,” biasa disebut tidur yang terencana.

Tidur jenis ini dilakukan oleh mereka yang meluangkan waktu untuk tidur siang meski belum mengantuk. Hal ini bisa dilakukan sebagai mekanisme bertahan sebelum merasa terlalu lelah, atau supaya seseorang bisa terjaga tepat pada waktunya.

Tipe kedua, “Emergency napping.” Tidur ini terjadi ketika seseorang seketika merasa lelah dan tidak bisa melanjutkan aktivitas yang dijadwalkan. Tipe ini biasanya ada pada orang yang mengoperasikan mesin berat atau mengemudi.

Sedangkan tipe ketiga adalah “Habitual napping.’ Tipe ini biasa tidur siang dengan jadwal tertentu setiap harinya, misalnya pada anak-anak. Hal yang sama juga dilakukan orang dewasa selepas makan siang.

Sebelum tidur sebaiknya pastikan suasana sekitar nyaman untuk terlelap. Lingkungan sekitar berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk tidur. Bila memungkinkan cobalah untuk membatasi kebisingan dan cahaya lampu. Menghabiskan beberapa waktu di tempat tidur sebelum mengantuk, terbukti merangsang timbulnya rasa ingin tidur.

Sebaiknya jangan mengambil jam tidur siang terlalu dini atau lambat. Telat tidur siang akan mengganggu jam regular tidur malam. Sebaliknya, tidur siang yang terlalu dini menyebabkan tubuh belum siap tidur.

sumber” foxnews, dailymail dan healtday

Komentar