Plus Minus Kebiasaan Tidur Menyamping

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 September 2018 | 10:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda termasuk salah seorang dari mereka punya kebiasaan tidur menyamping?

Nah, kalau jawabannya iya maka Anda perlu tahu dampak buruk dari kebiasaan ini.

Ternyata posisi tersebut  memiliki efek buruk.

Ketika tidur telentang membuatmu cenderung mudah mendengkur dan mengalami sleep apnea, sementara tidur tengkurap membuat kita berisiko sakit punggung, apa efek buruk tidur menyamping?

Menimbulkan kerutan Secara umum, tidur menyamping baik bagi kesehatan. Namun, posisi ini berpotensi merusak kulit. Profesor Dermatologi di Saint Louis University, tidur dengan posisi menyamping bisa membuat kerutan kulit lebih mudah muncul.

Kerutan adalah efek alami dari penuaan. Namun, tidur nenyamping membuat wajah tertekan pada permukaan bantal dan menimbulkan efek gesekan.

Tidur menyamping juga berpotensi mengubah bentuk payudara. Editor kesehatan Health magazine menulis, hal ini karena posisi tersebut memaksa payudara untuk tergantung ke bagian bawah.

Posisi tersebut meregangkan ligamen dan menyebabkan efek kendur.

Menurut situs Greatist, tidur menyamping baik untuk pencernaan dan bisa memberikan tekanan pada perut dan paru-paru.

Tidur menyamping juga dinilai menahan aliran darah ke lengan dan tangan serta menekan syaraf.

Artinya, kamu mungkin akan merasa kesemutan ketika bangun di pagi hari serta mengalami kram di malam hari. Tekanan lainnya akan menyebabkan sakit siku pada pagi hari.

Namun, efek-efek buruk tidur menyamping bisa kamu minimalisasi.

Misalnya, dengan menggunakan alas tidur lembut yang tidak akan bergesekan keras dengan kulit. Christophee Winter, direktur medis Martha Jefferson Hospital Sleep Medicine Centre juga menyarankan mengganti bantal yang sesuai.

Menurutnya, bantal yang bisa meletakan kepala dan leher pada tempatnya secara terpisah akan membuat seseorang berbaring pada posisi netral ketika tidur.

Ia menyarankan memilih bantal dengan kontur kepala dan leher khusus.

Lalu, untuk perlindungan lebih terhadap kerusakan kulit, jangan lupa untuk menggunakan krim malam.

Marie Claire menyarankan kita untuk memilih krim yang mengandung Vitamin C dan E serta hyaluronic acid. Kandungan ini dinilai mampu memberikan efek lembut dan kenyal pada kulit.

Secara umum, tidur menyamping dianggap sebagai posisi tidur yang lebih baik dari posisi tidur lainnya.

Menurut situs On Health, emp[at puluh satu persen dari kita lebih sering tidur dengan posisi menyamping. Posisi ini lebih umum dilakukan perempuan ketimbang laki-laki.

Disebutkan pula bahwa posisi tersebut bagus untuk menghindari sakit punggung dan leher karena tulang belakang terjaga pada posisi yang nyaman.

Posisi ini juga menghindarkan kita dari kebiasaan mendengkur karena jalur udara dalam tubuh tidak terhalang seperti ketika kita tidur dalam posisi telentang.

Tidur menyamping juga dianggap sebagai posisi terbaik bagi ibu hamil karena akan membantu memperlancar sirkulasi bagi bayi dan ibu. Situs Eight Mattres juga menyebutkan bahwa jika kita rentan mengalami heartburn atau sensasi panas dan perih pada dada, maka tidur menyamping adalah posisi terbaik.

Posisi tidur menyamping juga akan memperlancar pencernaan serta menstimulasi pembersihan racun dari nodus limfa.

Pada umumnya, Anda disarankan untuk tidur dengan posisi miring, sehingga gaya gravitasi bisa terjaga untuk menjaga isi perut.

Posisi tidur miring dapat mencegah sakit leher dan sakit punggung, mengurangi naiknya asam lambung, mengurangi dengkuran, dan bermanfaat bagi orang yang memiliki sleep apnea obstruktif .

Posisi miring juga dianjurkan bagi ibu hamil. Posisi tidur ini baik untuk tulang belakang.

Pasalnya, pada posisi ini tulang belakang bisa memanjang, sehingga akan membantu meredakan nyeri punggung selama kehamilan.

Arah posisi tidur miring juga memiliki manfaat tertentu. Tidur miring ke sisi kanan dapat melonggarkan tekanan pada hati, paru-paru, dan perut.

Sedangkan tidur miring ke sisi kiri dapat mengurangi refluks asam lambung. Tidur miring ke sisi kanan dapat melindungi jantung dari posisi tertindih atau tertekan organ tubuh lainnya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam The Journal of Clinical Gastroenterology melaporkan bahwa tidur miring ke sisi kiri adalah posisi terbaik untuk Anda yang punya masalah pencernaan. Ketika Anda tidur miring ke sisi kiri, persimpangan antara lambung dan kerongkongan Anda akan tetap berada di atas cairan asam lambung.

Sementara kalau Anda tidur miring ke sisi kanan, lingkaran otot yang menahan asam lambung akan merenggang sehingga cairan asam lambung dapat mengalir ke kerongkongan.

Hal tersebut bisa menyebabkan gejala-gejala seperti dada terasa perih terbakar (heartburn), batuk, dan mulut terasa asam. Pada beberapa orang, gejalanya bisa cukup parah sampai Anda tiba-tiba terbangun dari tidur.

Tidur miring ke sisi kanan membuat esophageal sphincter (saluran antara perut dan kerongkongan) melemah yang membuat asam lambung naik ke kerongkongan sehingga bikin perih di lambung.

Tidur dengan posisi miring ke sisi kanan bagi orang dengan asam lambung akan meningkatkan asam lambung dan kerongkongan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghilangkannya.

Untuk ibu hamil, posisi miring ke sisi kiri juga merupakan posisi yang paling baik karena membantu melancarkan peredaran darah.

Jika di malam hari Anda sering berganti posisi tidur, cobalah untuk mengganjal belakang punggung dengan guling atau bantal.

Dengan begitu, Anda pun jadi lebih susah untuk ganti posisi dan tidur miring ke sisi kanan. Jika Anda memiliki gangguan asam lambung, disarankan tidur miring menghadap ke kiri agar tidur Anda menjadi lebih nyenyak.

Komentar