Pilih Mana Minum Air Dingin atau Hangat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 April 2017 | 14:52 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda percaya air dingin bisa bakar kalori?

Ya, Minum air dingin memang menyegarkan.

Sayangnya, air es sering kali disangka menyebabkan kenaikan berat badan atau menimbulkan gangguan kesehatan.

Seperti ditulis  situs Healthy and Natural World, Jumat, 28 April  bila kita minum air dingin di waktu yang tepat, segala ketakutan itu kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Selama air dingin yang diminum tidak dicampur gula atau minuman manis lainnya, rasanya tak perlu takut akan hal-hal yang belum terbukti secara klinis tersebut.

Kapan  waktu yang tepat untuk kita minum air dingin.

Bersamaan dengan keringat yang keluar selama olahraga, kadar air dan elektrolit di dalam tubuh juga menurun.

Di kondisi ini, kita perlu minum air untuk mencegah dehidrasi.

Untuk jenis air yang cocok diminum setelah berolahraga, jurnal International Society of Sport Nutrition menyebut bahwa minum air dingin dapat menjaga suhu tubuh 50 persen lebih lama.

Selama demam, suhu tubuh kita meningkat.

Kita dianjurkan banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

Nah, minum air dingin disebut bisa menjadi salah satu metode untuk mendinginkan tubuh selama demam.

Tak heran, di saat kita demam orangtua akan mengompres kening kita dengan handuk kecil yang direndam di dalam baskom berisi air dingin, bukan?

Bisanya air dingin selalu dituduh menjadi penyebab kenaikan berat badan. Sebetulnya air dingin dapat meningkatkan metabolisme dan membantu membakar kalori.

Namun, sertai juga dengan olahraga agar hasilnya lebih maksimal.

Dilansir dari The Health Site,  ada beberapa alasan mengapa Anda tidak boleh minum air es atau air dingin.

Minum air es atau air dingin menghambat proses pencernaan makanan karena menyebabkan pembuluh darah mengerut.

Hal ini bisa memperlambat proses pencernaan. Makanan tidak dicerna dengan baik sehingga nutrisi yang terkandung pada makanan akan hilang atau tidak diserap tubuh.

Suhu tubuh normal adalah 37 derajat celsius. Ketika Anda minum sesuatu pada suhu yang sangat rendah, tubuh harus mengeluarkan energi untuk mengatur suhu secara normal.

Energi yang dihabiskan ini digunakan untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Efek tersebut membuat tubuh kekurangan nutrisi.

Minum air dingin bisa menyebabkan penumpukan mukosa atau lapisan pelindung saluran pernapasan.

Saat lapisan ini memuat banyak aliran darah, saluran pernapasan terpapar dan rentan kena berbagai infeksi. Oleh karena itu, kemungkinan batuk tenggorokan pun menjadi sangat tinggi.

Minum air es atau air dingin menurunkan detak jantung.

Studi telah menunjukkan, minum air es merangsang saraf vagus.

Saraf vagus adalah saraf kranial kesepuluh, yang berperan penting pada sistem saraf otonom tubuh untuk mengendalikan tindakan tubuh secara responsif.

Saraf vagus memengaruhi penurunan detak jantung.

Ketika Anda minum air es atau air dingin, suhu rendah air tersebut akan menstimulus ke saraf, yang menyebabkan denyut jantung turun.

Air dingin atau air hangat sering menimbulkan pro dan kontra. Banyak orang yakin yang satunya lebih baik dibanding yang lain. Tapi apakah benar begitu?

Untuk menjawab kebingungan Anda, Dr Neha Sanwalka, seorang nutrisionis dan ahli diet menjelaskan masing-masing manfaat dari air hangat dan air dingin.

Kedua minuman ini ternyata memiliki manfaat bagi tubuh, jika Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk meminumnya.

Dilansir dari The Health Site,  ini manfaat dari air putih hangat dan dingin, serta waktu terbaik meminumnya:

Menurut Ayuverda dan orang Cina kuno, Anda sebaiknya meminum segelas air hangat di pagi hari.

Hal ini karena air hangat akan mengaktifkan sistem pencernaan dan mencegah masalah pada perut.

Air hangat juga dapat menstimulasi aliran darah ke usus dan menegah konstipasi.

Tahukah Anda bahwa air hangat membantu mengeluarkan racun-racun tubuh? Tidak hanya air hangat membersihkan tubuh, air hangat juga dapat mencegah jerawat dan masalah kulit lainnya.

Untuk meningkatkan manfaatnya, tambahkan perasan air jeruk lemon dalam gelas air hangat Anda, dan minumlah setiap pagi.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa air hangat baik bagi orang-orang yang memiliki masalah pada saluran pernapasan.

Air hangat berfungsi sebagai ekspektoran alami dalam pengeluaran lendir di saluran pernapasan Anda.

Saat air hangat mengalir dalam aliran darah Anda, hal ini dapat berfungsi sebagai penghilang nyeri alami.

Jadi, saat Anda mengalami nyeri misalnya pada sendi, atau perut karena menstruasi, segelas air hangat dapat membantu melepaskannya.

aat berolahraga temperatur tubuh Anda naik, dan meminum air dingin dapat menurunkannya kembali.

Dr Neha mengatakan, meminum air dingin saat musim panas baik bagi kesehatan Anda. Air dingin dapat diserap dengan cepat oleh tubuh dibanding air hangat atau air panas.

Ketika Anda kembali ke rumah setelah berada di bawah teriknya sinar matahari, minumlah segelas air dingin untuk menetralkan tubuh.

Kunci penurunan berat badan adalah memompa metabolisme tubuh agar dapat membakar kalori lebih banyak lagi.

Menurut Dr Neha, meminum air dingin atau bahkan mandi air dingin bisa mendongkrak metabolisme Anda.

Dr Neha mengatakan, “Jangan pernah minum air dingin ketika sedang makan.

Ketika Anda meminum air dingin langsung setelah makan atau saat makan, tubuh Anda akan membuang banyak energi untuk meningkatkan temperaturnya.

Hal ini dapat memperlambat pencernaan Anda, yang dapat menyebabkan makanan tak tercerna.”

“Hindari minum air hangat setelah berolahraga. Karena suhu tubuh Anda sudah lebih tinggi dari biasanya, sehingga dibutuhkan air dingin untuk mengembalikannya ke temperatur normal,” jelas Dr Neha.

Komentar