Pikun? Ya, Sebuah Efek Tua Tak Terelakkan

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Desember 2017 | 15:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Ya, pikun adalah adalah istilah klinis untuk sindrom penurunan ingatan dan kognitif (daya pikir) pada lanjut usia.

Pikun dulu dikenal sebagai senile dementia, kondisi medis yang digunakan untuk menjelaskan semua jenis demensia.

Kini, istilah pikun tidak lagi digunakan dokter untuk menamai kondisi demensia.

Pikun dipercaya sebagian orang sebagai efek penuaan yang tidak terelakkan. Dalam pemahaman medis, pikun merupakan gejala penyakit demensia.

Demensia sendiri merupakan sindrom atau kumpulan gejala yang mengacu pada penurunan fungsi otak, seperti kondisi menurunnya daya ingat, kecepatan berpikir, gangguan perilaku, mental, bahasa, pengertian, pemahaman, suasana hati, gerakan, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

Kendati umumnya dialami oleh orang berusia lanjut, pikun dan demensia merupakan gangguan, dan bukan bagian normal dari proses penuaan.

Umumnya, pikun dan demensia disebabkan oleh perubahan fungsi atau kerusakan pada otak dan berbagai kondisi medis lainnya. Adapun beberapa kondisi medis yang terkait dengan demensia antara lain, penyakit degeneratif, seperti penyakit Alzheimer.

Selain itu ada parkonson, demensia dengan badan Lewy penyakit otak yang menyebabkan kehilangan ingatan secara progresif dan kemampuan untuk berpikir serta merencanakan), dan demensia frontotemporal

Szelain itu dikenal pula demensia vaskular akibat stroke, tumor, atau cedera kepala.

Dan ada  penyakit huntington, penyakit turunan ini menyebabkan berkurangnya beberapa jenis sel otak yang mengendalikan gerakan sekaligus kemampuan berpikir.

Lantas bagaimana cara mengatasi pikun?

Yang perlu Anda pahami bahwa pikun adalah gejala demensia yang tidak boleh dibiarkan dan perlu mendapat pengobatan.

Pikun akibat demensia sebagian dapat diobati, namun sejauh ini demensia belum dapat disembuhkan sepenuhnya.

Pengobatan pikun pada demensia umumnya bersifat suportif atau meringankan gejala. Adapun pilihan pengobatan demensia dapat dilakukan dengan berbagai langkah seperti:

Pengobatan pikun difokuskan pada cara mengatasi penyebab demensia itu sendiri. Anda akan disarankan mengonsumsi vitamin B12 untuk demensia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.

Demensia yang disebabkan oleh hipotiroidisme dapat diatasi dengan pemberian hormon tiroid.

Tindakan bedah atau pengangkatan tumor akan dilakukan untuk mengatasi demensia yang disebabkan oleh tumor otak.

Untuk menghindari pikun, Anda akan diberikan penanganan sesuai kondisi penyebab demensia sedari awal.

Dokter biasanya akan mengobati demensia dengan obat-obatan seperti donezepil, rivastigmin, galantamine, dan memantine.

Meskipun tidak dapat secara mutlak mengatasi demensia, obat-obatan dapat mengurangi gejala pikun dan memperbaiki fungsi mental, seperti mood dan perilaku.

Merupakan salah satu metode psikoterapi untuk memperbaiki fungsi kognitif dan memperbaiki hubungan penderita demensia dengan orang di sekitarnya.

Ini adalah perawatan untuk penderita penyakit serius yang tidak dapat sembuh.

Berbeda dengan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit, perawatan paliatif lebih difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang, termasuk mengurangi rasa sakit serta membina kondisi psikisnya.

Perawatan ini mencakup obat-obatan, perawatan di rumah untuk melatih pasien lebih mandiri, serta konseling dan dukungan dari teman dan keluarga.

Pengobatan demensia, termasuk pikun, yang paling utama adalah dukungan dari keluarga dan lingkungan.

Menjalani gaya hidup sehat dengan olahraga teratur dan tetap menjalin silahturahmi dan hubungan sosial dengan orang sekitar juga bermanfaat untuk mencegah demensia yang lebih parah.

Pikun dan demensia seringkali menyebabkan hubungan antara pasien dan orang di sekitarnya menjadi terganggu.

Oleh karena itu, keluarga dan orang terdekat pasien demensia juga perlu untuk mendapat konseling dan diberikan pemahaman mengenai kondisi ini.

Jika Anda memiliki anggota keluarga atau kerabat yang mengalami pikun atau demensia, segeralah ke dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan dan program penanganan yang tepat.

Komentar