Perut Saya Kok Nggak Kempis

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 Februari 2013 | 14:51 WIB

Dibaca: 0 kali

DI sebuah pagi, usai berolahraga, sang istri naik ke atas timbangan dan meminta suami untuk melihat angka kilogramnya. Berapa? Itu pertanyaan pertama  yang dihamburkannya begitu ia merasa sudah betul memosisikan diri  dengan  letak berdirinya.

Ketika diberitahu tentang  angka persis timbangannya, sang istri spontan  mengomel,”kok nggak turun-turun.” Ini yang nggak beres, katanya sambil menarik lipatan pada perutnya yang masih belum hilang. Pertanyaan  semacam itu pasti akan selalu berulang dengan nada jengkel, setengah jengkel bahkan meradang. Jangan harap ia akan  bosan mengucapkannya selama timbangan yang stagnan, paha belum mengecil dan lipatan perut masih bengkak.

Bahkan dikesempatan lain, ketika berat badannya mulai beranjak turun ia  masih merepet tentang  ukuran pahanya yang  tidak mau mengecil seperti yang diharapkan. Kasus ini, menurut para ahli kesehatan merupakan keluhan yang terus menerus disemburkan dari mulut para pelaku diet.

Dengan nada jengkel, biasanya, mereka terus  bertanya-tanya, diet dan latihan seperti apa lagi yang harus dilakukan untuk  mencari tubuh ideal. Padahal,  tubuh ideal itu adalah ilusi.

Tentu tak ada yang salah dari pertanyaan sang istri itu. Sebab pada dasarnya semua pertanyaan itu  masuk akal, mengingat diet dan olahraga adalah dua cara sehat yang efektif untuk menurunkan berat badan.

Namun yang perlu kita tekankan di sini adalah bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme sendiri yang berfungsi mengatur bagian mana dari tubuh Anda yang akan digemukkan atau dikecilkan lebih dahulu.

BNanyak orang yang tidak tahu tentang cara pengempisan paha atau perut. Mereka lupa bahwa untuk mengecilkan dua bagian dari tubuh itu perlu difasilitasi dan didukung kinerja tubuh untuk melakukan prosesnya secara maksimal melalui diet dan olahraga. Jadi  tidak bias ditentukan bagian mana  dari  tubuh yang akan mengecil. Misalnya ingin mengecilkan perut dulu baru paha atau sebaliknya. Hal semacam ini tidak akan bisa dilakukan.

Logikanya, jika Anda ingin mengecilkan pipi yang (maaf) tembem, apakah Anda akan melatih otot pipi seharian agar bisa mengecil? Atau misalnya ketika Anda diminta untuk menggemukkan badan tapi yang diminta gemuk hanya bagian pipi saja, tentu hal semacam ini tidak mungkin terjadi.

Ada juga yang mencoba ratusan sit up dengan harapan perutnya mengecil. Tapi setelah berbulan-bulan sit up, perutnya masih saja buncit. Fenomena ini dikenal dengan spot reduction, yaitu mengurangi lemak di bagian tertentu tubuh sesuai keinginan.

Kesalahpahaman yang paling umum terjadi sampai sekarang adalah bahwa dengan melakukan sit up, crunch atau latihan untuk otot perut lain dapat menyingkirkan lemak di daerah perut dan membuat perut buncit menjadi rata. Faktanya, bukan dengan cara itu tubuh Anda mengurangi lemak. Tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan di bagian mana lemak akan dikurangi, bukan Anda!

Tapi Anda tak perlu berkecil hati. Ada beberapa fakta penting yang bisa dijadikan acuan untuk mengatasi permalahan di atas. Seseorang yang kurus dan berhasil menambah berat badannya, biasanya akan dimulai dari perut, kemudian paha, dan terakhir pipinya yang gemuk.

Sedangkan untuk Anda yang berdiet dan ingin menurunkan berat badan proses tersebut akan cenderung terbalik. Misalnya pipi Anda akan terlihat kurus terlebih dahulu, kemudian paha, dan yang terakhir adalah perut Anda.

Faktanya, lebih dari 98 persen dari orang-orang yang melakukan diet akan mengalami hal ini, dan mereka akan bertanya, kenapa paha saya sudah mengecil tapi perut tetap saja buncit? Karena itu semua ada urutannya.

Sang suami juga dengan telaten sudah menjelaskan tentang diet dikaitkan dengan olahraga untuk merampingkan tubuh. Bahkan, sambil bergurau sang suami mengatakan, sudah “over” gemuk kok. Tentu saja ocehan ini disambar dikeesokan harinya oleh sang istri  ketika dim ajak jogging dengan jawaban,”malas ah, baikan lanjutkan tidur.”

Padahal, kalau sang istri mau sedikit rasional yang terpenting dalam diet adalah kadar lemaknya sudah mengalami penurunan dan tubuh akan  lebih sehat dari sebelumnya. Kalau pun perut masih membuncit atau paha masih besar, itu berarti masih banyak lemak yang harus dipangkas.

Yang sangat perlu juga dilakukan adalah  mengevaluasi, apakah diet dan latihannya sudah benar-benar tepat untuk membakar lemak, atau sebatas tekad saja tanpa membuat perubahan berarti.Tidak selamanya program diet bisa memenuhi semua tuntutan yang ada dalam pikiran sang istri.

Komentar