Perempuan Itu Lebih Tahan dari Lelaki

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 Februari 2015 | 18:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda seorang perempuan? Kalau iya, Anda memiliki kehebatan yang lebih dibanding dari lelaki dalam masalah usia. Anda akan lebih banyak “meniup” lilin ulang tahun di banding dari lelaki.

Kenapa?

Ya! Pertanyaan ini dijawab dengan baik oleh “American Cancer Society” karena perempuan mendapat perlindungan dari hormon, serta pilihan gaya hidup yang cenderung membuat mereka mendapat “hadiah” yang tidak didapat oleh kaum lelaki

Perempuan terlahir dengan dua kromosom X.

“Laki-laki dikenal kurang memerhatikan kesehatan mereka, dan lebih memilih pendekatan jantan daripada pergi ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan,” kata J. Leonard Lichtenfeld dari American Cancer Society.

Apa dampak dari dua kromosom x yang dimiliki perempuan?
Umur panjang.

Cobalah simak hasil penelitian ilmuwan American Cancer Sciety ini.

Jika berbicara tentang umur panjang, sebagai conton, seorang anak perempuan yang lahir pada tahun 2012, menurut statistik terakhir yang tersedia, memiliki harapan hidup sampai usia delapan puluh satu tahun dua bulan.

Sementara anak laki cenderung mencapai usia tujuh puluh enam empat bulan.

Perkiraan tersebut berdasarkan dipertegas oleh National Center for Health Statistics, seperti dilansir dari laman ABC News.

Para peneliti tidak sepenuhnya yakin apa yang membuat usia tambahan empat tahun tersebut.

“Mungkin ada hubungannya dengan fakta bahwa perempuan memiliki tingkat risiko penyakit jantung lebih rendah dibandingkan laki-laki, meskipun angka serangan jantung pada perempuan juga mulai menyusul,” jelas Nieca Goldberg, direktur medis untuk program kesehatan jantung perempuan di Joan Tisch Center, NYU Langone Medical Center, New York.

“Itu mungkin disebabkan karena perempuan menjaga ikatan sosial yang kuat kepada teman dan keluarga. Ikatan sosial terkait dengan umur panjang.”

Ada gagasan mengatakan, lelaki lebih tabah dan gigih menghadapi sakit, sementara perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Apakah itu tepat?

Jawabannya tidak.

Sejumlah penelitian mendukung fakta, perempuan memiliki ambang nyeri lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki, kata Goldberg.

Masuk akal jika perempuan harus mampu menahan rasa sakit, mengingat pengalaman yang dialami saat melahirkan. “Perempuan harus bisa mempertahankan penderitaan selama persalinan,” kata Goldberg.

Statistik dari National Cancer Society berkata memperkirakan, tahun ini sekitar tiga puluh ribu ribu orang akan didiagnosis dengan kanker rongga mulut atau faring. Sementara, hanya dua belas ribu perempuan yang akan mengalaminya.

Sementara untuk kanker kerongkongan, empat belas ribu laki-laki diperkirakan akan mengembangkan penyakit tersebut, dibandingkan dengan tiga ribu perempuan yang bisa mengembangkannya.

Mengapa kanker kepala dan leher secara terbuka mendiskriminasi berdasarkan jenis kelamin?

Kanker yang terjadi pada area tubuh tersebut sangat erat kaitannya dengan tembakau dan alkohol.

“Meskipun angka pada perempuan meningkat, lak-laki masih memanjakan diri mereka dengan rokok dan minuman dalam jumlah tinggi. Akibatnya, mereka mengembangkan kanker tersebut dalam jumlah tinggi juga,” kata Lichtefeld, dokter sekaligus peneliti.

Tidak heran lilin, sabun, deterjen, dan parfum begitu memanjakan hidung perempuan. Jika dibandingkan dengan laki-laki, perempuan tampaknya memiliki pendeteksi bau yang lebih tajam.

Itu disebabkan karena perempuan memiliki hingga 50 persen lebih banyak sel olfactory bulb. Wilayah pertama otak untuk menerima sinyal tentang bau, menurut studi dalam jurnal PloS ONE.

Penelitian tersebut memperkuat fakta bahwa perempuan adalah pelacak unggul. Ada satu teori mengatakan, ketajaman indra penciuman perempuan membantu mereka mendeteksi feromon untuk memilih pasangan yang tepat.

Feromon adalah zat kimia yang diproduksi dan dilepaskan ke lingkungan, terutama oleh mamalia, untuk memengaruhi perilaku atau fisiologi lain spesiesnya. Dalil lain berkata, kemampuan mendeteksi bau tengik membantu perempuan melindungi anaknya dari infeksi dan penyakit.

Kolesterol baik HDL terkait dengan kesehatan jantung yang baik.

Kolesterol baik ini diakui dapat mencegah penumpukan plak di arteri premenopause perempuan. Serta, melindungi mereka dari penyakit jantung awal yang mungkin sudah berkembang pada laki-laki pada kelompok usia yang sama.

“Estrogen meningkatkan kolesterol baik selama perempuan mengalami masa suburnya, yakni saat produksi estrogen berada di puncak,” kata Goldberg.

Estrogen akan menurun bersamaan dengan terjadinya masa menopause, dan kolesterol HDL mengikutinya.
Namun, jika terus menyantap makanan bergizi, berat badan sehat, dan selalu menguji kolesterol secara teratur, koleksterol HDL dapat terus berada di kisaran yang sehat.

Komentar