Penyebab Sakit Kepala Setelah Olahraga

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 15:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Olahraga sejatinya adalah aktivitas yang positif dan menyehatkan. Namun tidak semua orang merasa demikian. Sebagian justru menemukan bahwa olahraga mencetuskan sakit kepala.

Sakit kepala yang berhubungan dengan olahraga, atau disebut primary exercise headache, merupakan jenis sakit kepala yang hanya muncul selama atau setelah berolahraga.

Keluhan dapat serupa migrain, dimana sakit kepala memiliki ciri berdenyut, tetapi terjadi di kedua sisi kepala.

Bisa juga disertai oleh keluhan mual dan muntah, atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Sakit kepala jenis ini bersifat self-limiting, atau dapat sembuh sendiri. Biasanya hanya terjadi selama beberapa waktu lalu berhenti muncul.

Jika sedang terjadi, rata-rata berlangsung selama lima  menit hingga empat puluh delapan jam, dan dalam jangka waktu tiga  sampai enam bulan.

Hingga kini, belum ada mekanisme yang dapat menjelaskan mengapa olahraga dapat mencetuskan sakit kepala. Namun, teori-teori yang berkembang menyebutkan bahwa ini berhubungan dengan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah otak yang dipicu oleh olahraga.

Selanjutnya, peningkatan tekanan otak akan melebarkan pembuluh darah di dalamnya serta mengaktifkan senyawa-senyawa kimia yang memicu nyeri dan keluhan sakit kepala.

Pemicu utama dari primary exercise headache adalah olahraga. Kondisi ini terjadi terutama jika dilakukan dalam durasi lama dan berintensitas berat.

Jenis olahraga yang kerap memicu, yaitu berlari, mendayung, tenis, berenang, angkat beban, dan scuba diving.

Kondisi ini banyak dialami oleh mereka yang berusia produktif, yakni remaja hingga 50 tahun.

Dan biasanya, mereka pun sudah sering mengalami migrain atau memiliki riwayat keluarga dengan migrain (satu atau kedua orang tua).

Faktor lain yang juga memengaruhi kemunculannya adalah asupan nutrisi yang kurang, konsumsi alkohol, kafein, serta kadar gula darah yang rendah. Selain itu, cuaca panas dengan kelembapan tinggi, perubahan tekanan udara, dan berolahraga di ketinggian, juga menjadi faktor penyebabnya.

Sebagian kasus primary exercise headache dapat diatasi dengan obat antinyeri seperti naproxen atau indomethacin, yang dikonsumsi tiga puluh hingga enam puluh menit sebelum berolahraga.

Namun, obat-obat ini dapat mengiritasi lambung. Sebagai alternatif, obat penyakit jantung seperti nadolol dan propranolol dapat digunakan.

Perlu diingat bahwa obat-obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter dan penggunaannya tidak ditujukan untuk jangka panjang.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Akan tetapi, meski olahraga mencetuskan sakit kepala, bukan berarti Anda harus menghindarinya. Berikut hal-hal yang perlu Anda lakukan:

Berolahraga pada lingkungan yang panas dan lembap membuat Anda lebih rentan mengalami sakit kepala.

Anda bisa berolahraga pada pagi atau sore hari dimana cuaca relatif lebih sejuk. Sebisa mungkin, hindari berolahraga di bawah paparan langsung sinar matahari.

Makin tinggi suatu area, makin rendah tekanan oksigen di dalam udara. Karena itu, bila Anda baru saja tiba di daerah dataran tinggi, tunggu dua hari sebelum mulai berolahraga.

Biarkan tubuh beradaptasi dengan kadar oksigen yang rendah.

Lakukan pemanasan selama lima belas menit sebelum olahraga yang sesungguhnya, lalu akhiri dengan pendinginan selama lima menit.

Pemanasan sebelum berolahraga atau memulai olahraga secara perlahan, yang kemudian ditingkatkan secara bertahap, dapat mencegah kemunculan sakit kepala.

Dehidrasi merupakan pemicu migrain. Oleh sebab itu, bawalah selalu air minum saat Anda berolahraga, dan minumlah sesering mungkin.

Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan frekuensi primary exercise headache.

Untuk itu, perhatikan pola makan Anda, miliki waktu tidur yang cukup, kelola stres, batasi konsumsi kafein dan alkohol, serta hindari merokok.

Jika sakit kepala setelah berolahraga tak kunjung hilang dengan cara-cara tersebut, mungkin Anda perlu mencari olahraga baru yang tidak memicu keluhan.

Beberapa di antaranya adalah latihan aerobik seperti berjalan cepat, atau olahraga intensitas ringan yang juga membuat rileks, seperti yoga atau pilates.

Sebagian besar sakit kepala yang berhubungan dengan berolahraga tidak berbahaya. Meski demikian, kondisi ini tak boleh dianggap sepele.

Sebelum menyimpulkan bahwa kondisi ini dipicu oleh olahraga, perlu dievaluasi terlebih dulu kemungkinan penyebab yang lebih serius.

Karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter bila selama atau setelah berolahraga muncul sakit kepala berat yang bersifat tiba-tiba. Begitu pula jika kondisi ini baru pertama kali Anda alami.

 

Komentar