Penyebab Sakit Kepala di Depan dan Atas

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 April 2018 | 10:48 WIB

Dibaca: 14 kali

Sakit kepala bagian atas seringkali terasa mengganggu.  Begitu juga dengan sakit kepala bagian depan.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sakit kepala tegang. Pemicu paling umum seseorang mengalami sakit kepala tegang adalah stres.

Sebenarnya sakit kepala bisa terjadi di berbagai bagian kepala, seperti di bagian belakang kepala, di sisi kanan atau kiri, di atas mata, begitu juga sakit kepala bagian atas, yang disebut dengan sakit kepala koronal.

Kemunculan rasa sakit pada setiap bagian kepala ini memiliki latar belakang penyebab yang berbeda-beda.

Sakit kepala bagian atas umumnya dialami oleh penderita sakit kepala tegang yang sering menyerang orang dewasa, terutama wanita.

Sakit kepala bisa terjadi secara periodik atau harian. Disebut periodik jika terjadi kurang dari lima belas  kali per bulan, dan disebut harian jika terjadi lebih dari lima belas kali setiap bulannya.

Jika terjadi selama lebih dari enam puluh hari, kondisi ini disebut dengan sakit kepala tegang kronik.

Sakit kepala tegang kebanyakan disebabkan oleh otot-otot di leher dan kepala bagian belakang yang menegang.

Banyak hal yang berkaitan dengan terjadinya ketegangan otot tersebut

Penanganan sakit kepala tegang umumnya ditujukan untuk meredakan rasa sakit dan mencegah kondisi berulang

Meski demikian, perlu diingat bahwa konsumsi obat-obatan umumnya hanya bersifat meredakan gejala, dan belum tentu dapat mengatasi penyebabnya.

Sebaiknya obat-obatan ini juga tidak dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebab, obat-obatan ini memiliki efek samping dan dapat kehilangan efektivitasnya.

Harus diingat, sakit kepala bagian atas paling baik ditangani saat gejalanya baru mulai terasa dan masih ringan, dibandingkan baru ditangani saat sakit kepala sudah terasa lebih nyeri dan lebih sering.

Semakin cepat ditangani, peluang kesembuhan Anda juga akan semakin besar.

Sakit kepala dapat terasa di berbagai lokasi  dan  kerap dikeluhkan adalah sakit kepala bagian depan.

Mengenal penyebab sakit kepala bagian depan yang Anda alami bisa membantu Anda untuk mengatasi masalah yang terjadi.

Sakit kepala umumnya bisa diobati secara mandiri dengan obat pereda rasa sakit yang dijual bebas di pasaran, minum air putih, atau terkadang dibiarkan begitu saja sampai sembuh dengan sendirinya.

Meski begitu, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter untuk meminta obat saat mengalami sakit kepala bagian depan, apalagi jika rasa sakit kepala itu tak kunjung reda.

Biasanya sakit kepala bagian depan terjadi sebagai gejala dari kondisi kesehatan tertentu, salah satunya adalah sinusitis.

Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit di bagian depan kepala, termasuk di area wajah dan gigi.

Rasa sakit itu biasanya akan semakin kuat terutama ketika Anda menekan bagian bawah mata atau di samping hidung.

Sinusitis bisa terjadi dalam bentuk akut maupun kronis.

Sinusistis akut umumnya dipicu oleh pilek atau alergi, sedangkan sinusitis kronis biasanya terjadi karena sinusitis akut yang tidak ditangani dengan tepat, pengaruh alergi jangka panjang, ataupun penggunaan obat dekongestan yang berlebihan.

Selain sinusitis, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan sakit kepala bagian depan

Sakit kepala tegang Sakit kepala tegang sering dirasakan di kepala bagian depan atau bisa juga pada bagian samping kepala. Anda akan merasakan sakit kepala tegang ketika otot pada kepala dan leher mengencang, kemudian pembuluh darah kepala melebar.

Sakit kepala tegang umumnya dirasakan seperti ditekan atau diremas dengan sangat kencang. Ada kemungkinan rasa sakit berpindah di pelipis, kepala bagian atas, kemudian ke kepala bagian depan hingga ke leher.

Namun, umumnya penderita sakit kepala tegang masih dapat beraktivitas.

Migrain Sakit kepala jenis ini biasanya dikeluhkan sebagai sakit berdenyut yang parah. Selain dirasakan di bagian samping kepala, sakit berdenyut saat migrain juga dapat dirasakan di kepala bagian depan.

Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa cukup parah hingga penderitanya tidak mampu beraktivitas.

Migrain juga kerap disertai gejala-gejala lain, seperti mual, muntah, dan sensitif terhadap suara atau cahaya.

Walaupun sakit kepala dapat ditangani dengan obat-obatan pereda nyeri, namun terlalu sering menggunakannya justru dapat memicu timbulnya sakit kepala.

Umumnya sakit kepala ini terasa di kepala bagian depan atau juga bisa di kepala bagian atas. Rasa sakit yang dikeluhkan hampir serupa dengan sakit kepala tegang, yaitu nyeri tumpul seperti ditekan, yang dapat tersebar hingga ke seluruh bagian kepala. Biasanya rasa sakit paling parah terjadi pada pagi hari.

Kondisi ini harus segera ditangani karena kemungkinan dapat mengganggu penglihatan.

Sebagian sakit kepala merupakan pertanda dari kondisi yang serius. Segera periksa ke dokter, jika sakit kepala yang Anda rasakan disertai dengan beberapa gejala

Anda juga patut waspada jika sakit kepala Anda disertai dengan perubahan penglihatan, cara bicara, hilang keseimbangan, bingung, atau lupa ingatan.

Jangan anggap sepele sakit kepala bagian depan yang Anda alami. Jika tidak segera membaik dan terasa sangat mengganggu, segera konsultasikan pada dokter.

Komentar