Penyebab Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 April 2017 | 15:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Berat badan Anda turun tanpa sakit?

Nah, jangan panic.

Fluktuasi dari naik turunnya berat badan tanpa sebab itu adalah wajar.

Namun begitu,  jika berat badan Anda turun hingga lima persen dari sebelumnya dalam waktu kurang dari enam bulan, dan Anda tidak berdiet atau sengaja menurunkannya, lebih baik cari tahu ke dokter, kata Anne Cappola, MD, ahli endokrinologi dan profesor kedokteran di University of Pennsylvania.

“Kehilangan sejumlah besar berat badan tanpa alasan yang jelas bukanlah hal yang biasa,” katanya.

“Jika Anda kehilangan berat badan dan tidak ada yang berubah dengan pola makan atau kegiatan Anda, Anda perlu khawatir.”

Pergeseran jumlah berat badan yang signifikan dan tidak memiliki pemicu yang jelas, bisa menjadi tanda awal dari kondisi kesehatan yang serius , kata Kerry Hildreth, MD, asisten profesor kedokteran geriatrik di University of Colorado.

Yang bisa menyebabkan penurunan berat badan tanpa Anda menyadarinya.

Pertama masalah tiroid

Kehilangan berat badan adalah gejala umum dari hipertiroid atau tiroid terlalu aktif, kata Cappola.

“Jika saya punya masalah tiroid, saya mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan atau jantung berdebar-debar,” jelasnya.

Masalah tidur dan merasa panas sepanjang waktu adalah dua gejala hipertiroid lainnya.

Bisa juga akibat gangguan auoimun

Gangguan autoimun misalnya penyakit celiac yang terkait dengan alergi gluten, juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan cenderung disertai gejala penyakit pencernaan lainnya seperti diare, kata Jamile Wakim-Fleming, MD, gastroenterologis di Cleveland Clinic.

Masalah pankreas, yang menghasilkan enzim untuk membantu pencernaan, juga dapat menyebabkan penurunan berat badan mendadak.

Bisa juga karena diabetes

“Terutama pada tahap awal, diabetes dapat menyebabkan penurunan berat badan,” kata Cappola. Anda juga mungkin mengalami gejala peningkatan frekuensi berkemih dan sering merasa haus.

diabetes menyebabkan tubuh menghisap sari-sari makanan dari otot. Inilah yang memicu penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Lainnya depresi

Kehilangan nafsu makan adalah efek samping dari depresi klinis, yang tentu saja akan menyebabkan penurunan berat badan, bahkan dalam waktu yabg singkat.

Bisa juga dipicu oleh radang sendi.

Radang sendi seperti rheumatoid arthritis dapat melumpuhkan nafsu makan penderitanya, sehingga mereka mengalami penurunan berat badan.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan radang usus, yang bisa mengacaukan penyerapan gizi dan membuat Anda kehilangan berat badan tanpa Anda menginginkannya.

Sementara itu peneliti dari University College London mengukur kadar kortisol alias hormon stres pada dua sentimeter potongan rambut .

Ternyata ditemukan pula semakin tinggi kadar kortisol berhubungan dengan kadar obesitas yang bandel.

Studi-studi sebelumnya yang sudah meneliti hubungan antara stres dan kenaikan berat badan selalu melihat kadar kortisol dalam darah, urine atau air ludah yang mungkin berubah-ubah sepanjang hari dan dipengaruhi faktor-faktor sementara.

Riset ini merupakan yang pertama menemukan cara mengukur kadar stres dalam dua bulan.

Tetapi, masih belum jelas apakah stres menyebabkan obesitas. Sementara ini kelebihan berat badan dapat pula menjadi sumber stres bagi sejumlah orang.

Pemimpin penelitian Sarah E.Jackson, seorang ahli epidemiologi dari UCL mengatakan kita mungkin tak dapat menghilangkan stres sama sekali dalam hidup kita tetapi kita mungkin dapat menemukan cara mengontrolnya.

“Bahkan dengan menyadari keadaan stres itu menyebabkan kita jadi makan lebih banyak dapat membantu,” katanya.

Jadi jika Anda ingin menurunkan berat badan, mungkin ini saatnya berhenti menghitung kalori. Rilek saja dan berat badan mungkin malah akan lebih mudah turun.

Komentar