Penyakit Jantung dan Tingkat Pendidikan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Oktober 2017 | 08:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “hello sehat,” hari ini, 10 Oktober,  menulis tentang penyakit jantung  yang dikaitkan dengan tingkat pendidikan seseorang’

Untuk dicatat, penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia, dan salah satu faktor sosioekonomi yang memengaruhi risiko penyakit jantung yaitu tingkat pendidikan.

Pendidikan dianggap dapat memiliki dampak pada kesehatan seseorang, seperti pengaruh pada perilaku hidup yang lebih sehat, kondisi pekerjaan yang lebih baik, dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Penelitian terbaru menyatakan bahwa tingkat pendidikan seseorang juga memiliki kaitan dengan risiko mereka untuk terkena penyakit jantung.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh dr. Yasuhiko Kubota di Universitas Minnesota, mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan seseorang dengan risiko penyakit jantung dan menilai bagaimana hubungan kedua variabel tersebut dengan faktor sosioekonomi lainnya.

Mulai dari pendapatan, pekerjaan, hingga pendidikan orangtua.

Penelitian ini melibatkan belasan ribu penduduk Amerika berusia empat puluh lima hingga enam puluh lima tahun yang diamati selama dua puluh enam dua puluh enam tahun.

Menurut penelitian tersebut, laki-laki dan perempuan dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah akan memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang dapat berpengaruh terhadap kesehatannya di masa mendatang.

Pada laki-laki, risiko untuk terkena penyakit jantung berkisar antara lima puluh sembilan persen pada mereka yang memiliki pendidikan rendah dan sekitar empat puluh dua  persen pada orang yang telah menyelesaikan tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin rendah risiko untuk terkena penyakit jantung.

Studi sebelumnya menemukan bahwa faktor sosioekonomi lainnya, seperti pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan orang tua juga turut berhubungan dengan risiko terkena penyakit jantung.

Tetapi, peneliti menyatakan bahwa seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi tetap akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung, tidak tergantung pendapatan atau pekerjaan yang dimilikinya maupun pendidikan orangtuanya.

Para peneliti mengatakan bahwa tingkat pendidikan dapat mempengaruhi beberapa faktor yang turut berdampak pada risiko penyakit jantung, misalnya merokok dan obesitas.

Orang-orang dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki kesadaran akan kesehatan yang lebih baik, misalnya tidak merokok dan makan makanan yang lebih sehat, sehingga dapat menurunkan risiko untuk terkena penyakit jantung.

Tingkat pendidikan yang baik juga memiliki dampak kesehatan jangka panjang karena dapat memengaruhi kualitas pekerjaan, lingkungan tempat tinggal, dan pilihan makanan seseorang.

Walaupun demikian, tidak bisa dipastikan bahwa seseorang dengan pendidikan tinggi akan memiliki gaya hidup yang lebih sehat.

Karena itu, setiap orang perlu mengetahui berbagai faktor risiko penyakit jantung dan belajar menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Pada umumnya, berbagai penyakit yang menyerang jantung seperti penyakit jantung koroner atau gagal jantung disebabkan oleh faktor yang berbeda dan menunjukkan gejala yang berbeda pula.

Namun, karena menyangkut organ tubuh yang sama, biasanya masalah pada jantung akan menunjukkan ciri-ciri umumnya.

Apa saja tanda jantung bermasalah yang perlu diwaspadai?

Sebelum mengetahui apa saja tanda jantung bermasalah, ada baiknya Anda mengetahui berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan organ vital tersebut.

Mengenali jenisnya membantu Anda mengambil keputusan atau segera mencari penanganan yang terbaik.

Penanganan gejala penyakit jantung pada waktu yang tepat juga dapat mengurangi risiko kematian dan meningkatkan peluang untuk sembuh dan pulih kembali.

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung sehingga jantung tidak mendapatkan oksigen.

Jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian otot jantung akan mulai mati. Gejala serangan jantung yang biasa terjadi adalah berkeringat, napas pendek, nadi cepat atau tidak beraturan, serta mual.

Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak atau ritme yang tidak normal, bisa terlalu cepat, terlalu pelan, atau tidak teratur.

Aritmia terjadi apabila impuls elektrik tidak berfungsi.

Gejalanya antara lain detak jantung lambat atau cepat, debaran di dada, nyeri dada, sesak napas, pusing, berkeringat, pingsan, palpitasi, hentakan pada dada, sesak napas, nyeri dada hingga kelemahan atau kelelahan.

Atrial fibrillation atau fibrilasi atrium adalah jenis aritmia yang paling sering.

Kondisi ruang jantung bawah atau ventrikel memompa lebih cepat dari normal ini menyebabkan detak jantung tidak teratur, seperti dapat hilang timbul atau dapat pula tidak kunjung menghilang.

Jika tidak tertangani, risiko komplikasi seperti stroke, serangan jantung atau gagal jantung akan bertambah bersar.

Gejala penyakit jantung fibrilasi atrium antara lain palpitasi (jantung berdebar), sesak, lemas yang sangat, nyeri dada, pusing atau pingsan, lemas, dan jadi linglung.

Penyakit katup jantung adalah kondisi di mana salah satu atau beberapa katup jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kerusakan pada katup jantung dapat menyebabkan banyak gangguan jantung lainnya, seperti hipertensi dan gagal jantung.

Gejalanya antara lain sesak napas, palpitasi, kelelahan, rasa nyeri dan tidak nyaman di dada, pusing, pingsan, sakit kepala, batuk, berat badan meningkat dengan cepat, serta pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau perut.

Gagal jantung adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan jantung yang tidak bisa berfungsi baik dan tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Ini menyebabkan darah lebih lambat untuk bergerak ke seluruh tubuh. Akibatnya, terjadi penebalan pada bilik jantung.

Semakin lama, otot jantung akan makin melemah. Gejalanya antara lain sesak napas selama beraktivitas atau istirahat, kelelahan yang ekstrem, serta pembengkakan kaki, pergelangan kaki, perut, atau daerah punggung bawah.

Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium. Perikardium adalah selaput kantung di sekitar jantung yang berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya.

Peradangan ini menyebabkan luka dan penebalan pada perikardium, sehingga jantung bisa mengerut. Ini berisiko menyebabkan komplikasi lain seperti berkurangnya aliran darah dari jantung hingga menyebabkan kematian. Gejala penyakit jantung ini antara lain nyeri dada yang menusuk, demam, jantung berdebar, serta sesak napas.

Komentar